Delapan Rekomendasi Strategi Penguatan dalam Pemulihan Ekonomi

harian9 author photo

MEDAN| H9
1Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara, Soekowardojo menuturkan Sumut perlu terus menguatkan sinergi, membangun optimisme akselerasi pemulihan ekonomi melalui delapan rekomendasi strategi penguatan.

Diantaranya, terkait dengan upaya pencapaian 'herd immunity' guna mendukung pemulihan ekonomi Sumut, maka percepatan dan perluasan vaksinasi perlu terus didorong dengan tetap mensosialisasikan penerapan disiplin protokol kesehatan.

"Kedua, terkait dengan isu 'green economy', strategi yang perlu ditindaklanjuti bersama adalah percepatan pelaksanaan bantuan pengurusan ISPO bagi petani sawit, pengembangan food estate dan integrated farming sebagai upaya menjaga sustainabilitas produksi. Ketiga, hilirisasi industri komoditas utama perlu terus didorong antara lain dengan kemudahan izin berusaha pendirian pabrik, optimalisasi KEK dan Kawasan Industri serta mendorong pengembangan sarana prasarana ekspor di Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan," katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia secara hibrida, Rabu (24/11/2021).

Kemudian, keempat, perlu adanya pemetaan komoditas dan industri potensial yang melibatkan kerjasama antar kabupaten/kota. Kelima, mendorong pemanfaatan alternatif pembiayaan yang inovatif untuk pembangunan daerah serta keenam, memperkuat program kerja TPID dalam peta jalan pengendalian inflasi melalui program 4K dan Pekan Horas Tani.

"Ketujuh, perlunya koordinasi antar stakeholder dalam mendukung perluasan pembukaan aktivitas pariwisata berbasis CHSE. Kedelapan, perlu terus didorong upaya pembiayaan dari perbankan terhadap kegiatan usaha secara 'case by case' yang mempunyai prospek berkembang dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian," katanya.

Ia menambahkan, guna mendukung rekomendasi-rekomendasi itu dan sebagai bagian dari transformasi digital, baik di pemerintah maupun swasta, pihaknya berharap program perluasan digitalisasi daerah dapat semakin terakselerasi dengan terbentuknya TP2DD di seluruh kabupaten/kota. Pihaknya  juga menilai diperlukan sinergisitas lintas instansi yang kokoh dari berbagai pihak antara lain, BI, Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5%, dari 3,2-4,0% pada tahun 2021. 

"Pertumbuhan ini didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi," ungkapnya. (PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini