Dorong Ekspor Secara Ritel ke Arab Saudi, Kemendag Fasilitasi Penandatanganan MoU Senilai USD 5 Juta

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara platform digital Indomatjar, perusahaan logistik Goorita, dan diaspora Indonesia Chef Saudi Association (ICSA) senilai USD 5 juta untuk ekspor produk makanan dan minuman serta kebutuhan sehari-hari secara ritel. Cara ini dianggap sangat efektif untuk ekspor dalam jumlah kecil dan dilakukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Platform digital Indomatjar bergerak di bidang jasa sumber daya dan pasar daring untuk memasarkan kebutuhan masyarakat Arab Saudi dan diaspora Indonesia di Arab Saudi. Sedangkan Goorita menyediakan layanan pengiriman dan pengelolaan toko di lokapasar bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia.

“Untuk mengatasi pembatasan akibat pandemi Covid-19, pelaku usaha dapat melakukan ekspor secara ritel atau langsung ke konsumen. Salah satu caranya dengan menggunakan platfotm digital Indomatjar. Pelaku usaha yang belum pernah ekspor pun diharapkan dapat segera memanfaatkan layanan tersebut,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi secara terpisah.

Penandatanganan dilakukan secara hibrida di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang Selatan, Jawa Barat pada Kamis lalu (4/11). Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu cara bagi para pelaku usaha untuk mengatasi dampak pembatasan akibat pandemi Covid-19, yaitu dengan melakukan ekspor secara ritel atau langsung ke konsumen melalui platform digital.

Turut menyaksikan penandatanganan yaitu Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan dan Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono. Perjanjian ini ditandatangani oleh CEO Indomatjar Hadi Lee, CEO Goorita Yuwono Wicaksono, dan Ketua ICSA Agus Guntur. Dalam sambutannya, Marolop menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi semua pihak.

“Penandatanganan MoU merupakan bagian dari transaksi TEI-DE 2021. Diharapkan Indomatjar mampu menghubungkan dengan baik para pelaku usaha di Indonesia dengan para pelaku usaha di Arab Saudi, baik untuk business-to-business maupun business-to-consumer,” jelas Marolop.

Pemerintah Arab Saudi, imbuh Marolop, telah menggulirkan kebijakan menaikkan batasan personal effect (barang untuk konsumsi pribadi yang tidak dikenakan pajak) menjadi SAR 3 ribu atau setara Rp.11,4 juta dan mulai membuka pembatasan umroh secara bertahap, termasuk bagi warga negara Indonesia. 

“Hal ini merupakan salah satu peluang yang dapat segera dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan ekspor ke pasar Arab Saudi,” tandas Marolop.

Sementara itu, Eko menjelaskan potensi pasar Arab Saudi yang cukup besar. 

“Selain jamaah umrah, pasar Arab Saudi sebenarnya cukup menerima produk-produk Indonesia dengan baik. Tantangan seperti kurasi dan ongkir kirim, kami optimistis, akan dapat diatasi di masa mendatang. Pelaku UKM diharapkan dapat segera memanfaatkan platform Indomatjar untuk menembus pasar Arab Saudi,” ungkap Eko.

Sementara itu, Hadi menyampaikan ajakan kepada pelaku UKM untuk bergabung dengan Indomatjar dalam rangka menggaet konsumen di Arab Saudi. 

“Pelaku UKM tidak dipungut biaya untuk keanggotaan dalam Indomatjar. Hal ini dilakukan dalam rangka mengajak pelaku UKM bergabung dalam ekosistem pengembangan ekspor nasional,” ujar Hadi.

Adapun Yuwono menyampaikan, diperkirakan dua ton produk UKM sudah masuk ke pasar Arab Saudi per bulannya. 

“Secara organik, nilai itu naik 30 persen per bulan. Dengan penandatanganan MoU, diharapkan ekspor ke Arab Saudi dapat meningkat menjadi digit ganda sehingga produk Indonesia dapat dinikmati di Arab Saudi,” imbuh Yuwono.

Selain penandatangan MoU, digelar pula Forum Bisnis Workshop Market Penetration to NonTraditional Market through B2C Digital Platform yang digelar Kemendag yang berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal RI di Jeddah, ITPC Jeddah, Indomatjar, Goorita, dan ICSA. Forum bisnis tersebut merupakan bagian dari rangkaian pameran dagang tahunan internasional Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition (TEI-DE). TEI-DE digelar pada 21 Oktober—4 November 2021 secara interaktif daring sementara showcase berlangsung hingga 20 Desember 2021.

Forum bisnis diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari pelaku UKM dan perwakilan kementerian/lembaga terkait. Acara tersebut dapat disaksikan kembali di tautan https://www.youtube.com/watch?v=LgFQORQzrt8.(wp.03)


Komentar Anda

Berita Terkini