Indonesia-UAE Bertemu Kembali Bahas CEPA: Kebut Penyelesaian IUAE-CEPA Untuk Dorong Pertumbuhan

harian9 author photo


DUBAI| H9

Perundingan Putaran Kedua Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA) mencapai hasil signifikan. Perundingan berlangsung secara hibrida pada 28—30 Oktober 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Kemendag Ni Made Ayu Marthini. Sementara Delegasi UAA dipimpin Assistant Undersecretary International Trade Affairs Sector Ministry of Economy of UAE, Juma Al Kait.

Turut hadir memperkuat Delegasi Indonesia (Delri), perwakilan dari sejumlah Kementerian dan Lembaga terkait, di antaranya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Agama, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Seluruh cakupan isu perundingan dibahas dalam Putaran Kedua ini, yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, investasi, ekonomi islam, kerja sama ekonomi termasuk usaha kecil dan menengah, hak kekayaan intelektual, pengadaan barang dan jasa pemerintah, hukum dan isu kelembagaan.

Made Marthini mengungkapkan bahwa walaupun perundingan IUAE-CEPA baru diluncurkan kedua Menteri Perdagangan awal September lalu, pada putaran ini perundingan telah mencapai kemajuan yang baik. Terutama, untuk isu kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi dan usaha kecil dan menengah, ekonomi islam, serta niaga elektronik.

“Kedua delegasi memahami arti penting IUAE-CEPA, yang diharapkan dapat mendorong kemitraan antara kedua negara yang lebih luas, dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi, terutama paska COVID-19,” ujar Made Marthini.

Untuk lebih mendorong kemajuan perundingan dan mencapai target penyelesaian yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan masing-masing, kedua delegasi sepakat untuk melaksanakan pertemuan intersesi sebelum pelaksanaan Putaran ke-3 yang menurut rencana diadakan pada Januari 2022. 

Hubungan Perdagangan Indonesia – UAE

Total perdagangan Indonesia–UAE pada 2020 tercatat sebesar USD 2,93 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke sebesar USD 1,24 miliar dan impor Indonesia dari UAE sebesar USD 1,68 miliar. Sementara pada periode Januari–Agustus 2021, total perdagangan kedua negara tercatat USD 2,42 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 1,12 miliar dan impor sebesar USD 1,29 miliar.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke UAE antara lain minyak sawit, perhiasan, tabung dan pipa besi, mobil dan kendaraan bermotor, serta kain tenun sintetis. Sedangkan komoditas impor utama Indonesia dari UEA di antaranya produk setengah jadi besi atau baja, hidrokarbon acyclis, aluminium tidak ditempa, logam mulia koloid, dan polimer propilena.(wp.03)


Komentar Anda

Berita Terkini