Jangan Tunggu Pak Wali Kota Bergerak, Baru Bekerja

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
Ketegasan ditunjukkan Wali Kota Medan Bobby Nasution terhadap pejabatnya yang bekerja lambat dan lalai sehingga warga merasakan dampaknya. Terhitung, Senin (1/11), orang nomor satu di Pemko Medan ini mencopot Kepala UPT Operasional dan Pemeliharaan Jalan dan Drainase (OPJD) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Medan Kota, Abidin. Sebab, yang bersangkutan dinilai kurang cepat dan tanggap menangani masalah drainase tersumbat meskipun sudah dikeluhkan warga. Kelalaian itu menyebabkan rumah warga kebanjiran.

Pencopotan ini dilakukan Bobby Nasution usai meninjau korban puting beliung di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/10) dini hari lalu. Selain melihat kondisi warga, kedatangan menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut juga meninjau kondisi drainase yang tidak berfungsi dengan baik sehingga memicu terjadinya banjir di kawasan tersebut. Cepat tanggap terhadap suatu masalah yang dilakukan Bobby Nasution  tersebut sekaligus menegaskan bahwa seluruh jajaran di Pemko Medan harus hadir langsung ke pusat masalah.

Akibat dari drainase yang bermasalah tersebut, air tidak mengalir Padahal drainase itu cukup vital, sebab menghubungkan tiga kecamatan yakni Kecamatan Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota.  Tak pelak, kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya banjir  dan air pun baru surut selang satu jam kemudian.

Mendapati kondisi tersebut, Bobby Nasution langsung memanggil Kepala UPT OPJD. Namun, sebagai pihak yang dipercaya untuk bertanggung jawab dalam masalah drainase di wilayah tersebut, Kepala UPT OPJD justru tidak ada di lokasi, hingga kehadirannya pun dinanti oleh Bobby Nasution. Kondisi tersebut akhirnya membawa pada pencopotan dirinya karena dinilai lambat dan lalai. Sebab, Bobby Nasution ingin pejabat di lingkungan Pemko Medan tidak berleha-leha dan berpangku tangan di tengah kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan.

 “Memang benar telah ada pencopotan Kepala UPT Dinas PU. Ini hal biasa, sebagai penyegaran. Sebab, yang kita inginkan adalah pejabat yang bisa bekerja dengan baik, cepat dan efektif. Namun, ini juga sebagai pelajaran bagi pejabat lain agar serius dalam bekerja. Amanah, maka jangan bermain-main. Terlebih, masalah drainase yang menjadi concern kita saat ini. Maka, jangan berleha-leha, harus kerja keras, cepat dan efektif untuk masyarakat,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Pencopotan Kepala UPT OPJD dibenarkan Plt Kadis PU Kota Medan Fery Ichsan. Diakui Fery, pencopotan dilakukan Bobby Nasution usai melakukan peninjauan korban puting beliung di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. “Kemarin Pak Wali meninjau ke sana sekaligus mengecek drainase. Lalu, Pak Wali memanggil Kepala UPT, tapi beliau datangnya sedikit telat dan drainase di wilayahnya pun bermasalah. Jadi, memang benar dicopot,” ungkap Fery.

Ketegasan Bobby Nasution dengan mencopot Kepala UPT OPJD Dinas PU mendapat sambutan baik Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FISIP UMSU) Arifin Saleh Siregar. Dikatakan Arifin, apa yang dilakukan Bobby Nasution sudah tepat dan menjadi shock therapy bagi pejabat lainnya di lingkungan Pemko Medan.

 “Dalam melaksanakan tugasnya, pejabat yang diberi amanah sudah seharusnya  melakukannya dengan sungguh-sungguh. Apalagi hal itu berkaitan langsung dengan masyarakat. Bahkan, harusnya semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawab pejabat yang bersangkutan tidak harus tunggu atasan atau pimpinan dahulu baru dilakukan pengerjaan ,” terang Arifin.


Selanjutnya, Arifin menuturkan, pejabat terkait harus sadar bahwa waktunya memang harus banyak dihabiskan untuk masyarakat. Selain itu, sambung  Arifin, tingkat jajaran juga ikut dan lebih peka pada suatu masalah, apalagi hal itu yang memang menjadi tanggung jawabnya.  “Intinya, jangan tunggu Pak Wali Kota bergerak, baru bekerja,” tutupnya.

Komentar Anda

Berita Terkini