Kemendag Ajak Pelaku Usaha Lirik Pasar Nontradisional Finlandia

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM), untuk melirik potensi-potensi yang dapat digali di Finlandia sebagai  negara tujuan ekspor nontradisional. Kerja sama antara Kemendag RI dan badan Findolainen Business Hub Ltd. dari Finlandia berusaha membangun momentum tersebut.

Hal tersebut mengemuka dalam forum bisnis ‘Peluang Pasar di Finlandia’, Kamis (4/11). Forum tersebut adalah bagian dari rangkaian acara pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI–DE) 2021 yang berlangsung pada 21 Oktober–4 November 2021. Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan, para pelaku usaha Indonesia diajak untuk mulai menjajaki pasar Finlandia yang semakin terbuka.

“Kegiatan ini dapat terwujud melalui pembicaraan Kemendag dengan Finpartnership dari Finlandia. Kita ingin bersama-sama mengembangkan produk-produk Indonesia agar dapat memanfaatkan pasar Finlandia dengan baik. Forum ini ingin mewujudkan hal tersebut,” kata Marolop secara virtual saat membuka forum bisnis.

Findolainen Business Hub Ltd. merupakan badan pelaksana (implementing agency) untuk program Finnpartnership. Finnpartnership sendiri merupakan program kemitraan bisnis di bawahKementerian Luar Negeri Finlandia. Program tersebut bertujuan memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan negara-negara berkembang.

Forum bisnis ‘Peluang Pasar di Finlandia’ digelar secara hibrida. Para peserta berasal dari pelaku usaha, eksportir, distributor, hingga perwakilan dinas yang membidangi perdagangan. Forum tersebut turut menghadirkan narasumber Analis Perdagangan Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Dhonny Yudho Kusuma; Managing Director Findolainen, Dea Viinikainen; dan CEO Sheo Home Living, Ayu Anandani sebagai pelaku usaha yang berhasil menembus pasar Finlandia.

Dhonny dari Kemendag menyampaikan perlunya pelaku usaha memanfaatkan market intelligence dalam aktivitas usaha. 

“Informasi yang didapatkan dari market intelligence dapat digunakan oleh produsen, eksportir, dan pelaku usaha lainnya untuk menentukan brand positioning, pengembangan produk selanjutnya, atau hal-hal lain yang dianggap perlu dalam pengembangan bisnis para pelaku usaha,” kata Dhonny.

Sementara itu, Dea dari Findonlainen menyampaikan Finlandia berpotensi menjadi hub ke negaranegara nordic karena berbatasan dengan Swedia di barat, Rusia di timur, Norwegia di utara, dan Estonia di selatan. Ia juga mengatakan, karakteristik pembeli di Finlandia adalah menyukai data dan mengedepankan kejujuran.

“Secara karakteristik, penentu utama pembelian adalah kualitas. Faktor lain adalah keamanan, asal produk, dan citra merek. Kepatuhan terhadap standar Eropa dianggap sebagai suatu jaminan kualitas. Konsumen Finlandia semakin tertarik pada produk ekologis yang menghargai keberlanjutan. Konsumen Finlandia menyukai produk-produk yang sederhana, praktis, dan fungsional. Mereka menyukai desain kemasan yang minimalis dan memuat informasi detail. Selain itu, setiap musim memiliki preferensi tersendiri,” kata Dea.

Dea juga mengatakan, Finlandia cukup banyak mengimpor minyak. Kebutuhan untuk mobil dan suku cadangnya juga cukup besar. Saat ini Finlandia mengimpor dari Indonesia sejumlah produk seperti asam stearat, bagian mesin kantor, alas kaki kulit maupun kain, karet, furnitur, kerajinan tangan, serta buah-buahan dan kacang-kacangan yang diolah.

Kemudian, Ayu dari Sheo Home Living yang sukses menembus pasar ekspor Finlandia lewat komoditas furnitur dan home living mengatakan, mencantumkan cerita di balik produk-produk yang dipasarkan merupakan suatu strategi pemasaran yang dapat diambil para pelaku usaha.

Dalam hal ini, produk-produk yang dipasarkan Ayu memiliki cerita yang berkaitan dengan gaya hidup berkelanjutan, sesuai dengan selera pasar Finlandia. 

“Kita tidak hanya menjual produk, tapi ada nilai-nilai tambah yang bisa menjual dan akhirnya mengusik emosi pembeli,” kata Ayu.

Sheo Home Living merupakan salah satu perusahaan binaan Kemendag melalui program Local Business Export Coaching (LBEC), sebuah program kerja sama lintas pemangku kepentingan yang bertujuan membina 35 UKM Home Decoration agar dapat sukses ekspor ke pasar Eropa dengan target peningkatan ekspor sebesar EUR 35 juta.

Pada periode Januari–Agustus 2021, total perdagangan dengan Finlandia mencapai USD 308,02 juta. Nilai tersebut tumbuh 14 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai USD 270,21 juta.

Forum dapat diikuti kembali melalui https://www.youtube.com/watch?v=_KGMDgH8CRo.(wp.03)


Komentar Anda

Berita Terkini