Kemendag Apresiasi Proyeksi INDEF dalam Hadapi Tantangan Ekonomi

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembagan Perdagangan  Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengapresiasi kontribusi Institute for Development of  Economics and Finance (INDEF) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Terutama, dalam  memberikan masukan dan kritik dalam menghadapi tantangan ekonomi.  

Hal ini disampaikan Kasan saat memberikan sambutan pada acara webinar “Proyeksi Ekonomi  Indonesia 2022” yang digelar INDEF secara hibrida di Jakarta pada, Rabu (24/11). Hadir sebagai  narasumber pada acara ini Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan,  Ekonom Senior INDEF M. Nawir Messi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)  Hariyadi Sukamdani, serta Direktur Riset INDEF Berly Martawardaya. 

“Diharapkan berbagai hal yang menjadi perhatian, baik dari sisi eksternal maupun internal dapat  ditangani bersama. Diharapkan juga INDEF sebagai salah satu lembaga ‘Think Thank’ memberikan  banyak masukan dan kritik terhadap Pemerintah ke depan, menjadi hal yang baik terutama  melalui proyeksi yang dilakukan,” ujar Kasan. 

Kasan menyampaikan, beberapa lembaga internasional telah melakukan berbagai proyeksi,  bahkan revisi terhadap pertumbuhan ekonomi, baik pada 2021 maupun 2022. Mengingat, variabel  yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan global terus bergerak dan tidak bisa dipastikan  sesuai dengan yang diharapkan, termasuk dalam penanganan Covid-19.  

“Saat ini Indonesia termasuk salah satu negara terbaik dalam penanganan Covid-19. Namun, saat  ini kita melihat penanganan Covid-19 di beberapa negara, khususnya di Eropa mengalami lonjakan  signifikan dan ini akan mempengaruhi proyeksi ekonomi di tahun ini dan tahun depan,” jelas  Kasan. 

Sementara dalam paparannya, Oke mengungkapkan, beberapa tantangan dalam pertumbuhan  pertumbuhan ekonomi. Pertama, mengenai pandemi Covid-19 yang terjadi secara global  menyebabkan setiap negara mengalami penurunan GDP sehingga vaksinasi menjadi solusi untuk  menumbuhkan perekonomian.  

Kedua, mengenai rantai pasok global. 

Menurut Freightwaves 2021, terjadi penurunan supir truk  dan pekerja di Amerika Serikat. Hal ini meningkatkan keterlambatan pelayaran di AS dan Tiongkok,  serta berbagai negara lainnya. Kemudian menyebabkan peningkatan biaya logistik yang cukup  tajam dan berpotensi kenaikan inflasi. 

“Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas super cycle akibat stimulus ekonomi yang  dikucurkan di negara maju, nilai tukar dolar yang kian melemah, serta naiknya permintaan di Tiongkok dan negara industri di Asia,” jelas Oke.

Ketiga, kontestasi antara AS dan Tiongkok turut menjadi ancaman pada perekonomian global,  khususnya Indonesia. Perang dagang antara AS dan Tiongkok menciptakan peluang ekspor di  kedua negara tersebut. 

“Peluang harus dimanfaatkan pemerintah dengan memperbesar porsi  ekspor dari produk-produk unggulan ekspor ke negara terkait,” ucap Oke. 

Oke menambahkan, Kemendag telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait  dalam memberikan dukungan program percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini dilakukan  di antaranya dengan menjaga stabilitas perekonomian nasional baik dari sisi penawaran dan  permintaan.  

“Misalnya, pembukaan mal dan pusat perbelanjaan dengan penerapan aplikasi pedulilindungi.  Sedangkan dari sisi demand, Kemendag menerapkan program digitalisasi pasar yang bekerja  sama dengan lokapasar,” kata Oke.  

Eksekutif Direktur INDEF Tauhid Ahmad menyampaikan, tahun 2022 merupakan tahun pemulihan  ekonomi bangkit dari situasi pandemi Covid-19. Tahun depan juga terdapat ancaman serius, salah  satunya gelombang ketiga pandemi yang menyebabkan tingginya kemungkinan pembatasan  kegiatan sosial, serta tantangan yang bersifat dari luar seperti negara mitra dagang. 

“Namun yang lebih penting adalah memperkirakan perekonomian domestik, daya beli  masyarakat, dan usaha kecil menengah yang mempunyai harapan di masa akan datang. Karena  itulah proyeksi 2022 dilakukan INDEF untuk bisa menjadi second opinion atau pikiran balik dari  Pemerintah,” ujar Ahmad. (wp.03)



Komentar Anda

Berita Terkini