KOTA MEDAN DEFLASI

harian9 author photo


Oleh : 

S U Y A T I
Statistisi di Badan Pusat Statistik Kota Medan

Deflasi merupakan hal yang cukup familiar bagi masyarakat yang mengikuti perkembangan pemberitaan ekonomi. Deflasi sendiri merupakan suatu keadaan perekonomian disuatu negara atau daerah dimana terjadi sebuah kecenderungan penurunan harga yang terus menerus terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Dari kacamata konsumen, deflasi tampak menguntungkan karena harga-harga barang dan jasa lebih terjangkau. Tak jarang deflasi dianggap merupakan salah satu cara untuk menghemat pengeluaran. Namun deflasi bisa merugikan atau berdampak negatif, terutama terhadap produsen barang atau penyedia jasa. 

Deflasi yang terjadi terus menerus akan mengganggu aktivitas jual beli. Karena penurunan harga barang dan jasa akan mengakibatkan produsen dan penyedia jasa mengalami kerugian, hal ini disebabkan produsen tidak mampu menutup biaya produksi maupun biaya operasionalnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik, pada Bulan Oktober 2021 Kota Medan mengalami deflasi 0,05 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,03 pada Bulan September 2021 menjadi 104,98 pada Bulan Oktober 2021.

 Tabel 1. IHK dan Tingkat Inflasi Kota Medan Oktober 2021, Tahun Kalender 2021 dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran

IHK Oktober 2020

IHK September 2021

IHK Oktober 2021

Tingkat Inflasi Oktober 2021 ¹⁾ (%)

Tingkat Inflasi Tahun Kalender 2021 ²⁾ (%)

Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun ³⁾ (%)

Andil Inflasi Oktober 2021 (%)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

Umum (Headline)

103,17

105,03

104,98

-0,05

0,80

1,75

-0,05

Makanan, Minuman dan Tembakau

102,62

105,72

105,56

-0,15

0,27

2,86

-0,05

Pakaian dan Alas Kaki

105,76

109,33

109,35

0,02

2,81

3,39

0,00

Perumahan,Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga

102,22

102,73

102,73

0,00

0,52

0,50

0,00

Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga

107,37

109,86

109,15

-0,65

1,53

1,66

-0,04

Kesehatan

104,55

105,31

105,42

0,10

0,87

0,83

0,00

Transportasi

101,39

103,30

103,47

0,16

1,16

2,05

0,02

Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan

101,28

101,44

101,45

0,01

0,17

0,17

0,00

Rekreasi, Olahraga dan Budaya

102,63

102,63

102,21

-0,41

-0,41

-0,41

-0,01

Pendidikan

101,09

101,25

101,25

0,00

0,16

0,16

0,00

Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran

103,80

105,69

105,81

0,11

1,82

1,94

0,01

Peralatan Pribadi dan Jasa Lainnya

109,20

110,91

111,20

0,26

1,63

1,83

0,02

Sumber : BPS Provinsi Sumatera Utara

Keterangan :  ¹⁾ Persentase Perubahan IHK Oktober 2021 terhadap IHK September 2021
                      ²⁾ Persentase Perubahan IHK Oktober 2021 terhadap IHK Desember 2020
                      ³⁾ Persentase Perubahan IHK Kotober 2021 terhadap IHK Oktober 2020

Berdasarkan  tabel diatas adapat dilihat, dari 11 kelompok pengeluaran, tiga kelompok memberikan andil inflasi dan tiga kelompok memberikan andil deflasi terhadap inflasi umum Kota Medan. Deflasi yang terjadi di Kota Medan disebabkan adanya penurunan harga dari tiga kelompok pengeluaran, yaitu : kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,15 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,65 persen serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,41 persen. Sedang enam kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen; kelompok transportasi sebesar 0,16 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman (restoran) sebesar 0,11 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen. Dua kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok pendidikan.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Oktober 2021 di Kota Medan, antara lain sawi hijau, pir, beras, ikan dencis, angkutan udara, pengharum cucian/pelembut dan tomat. Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu : cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras, pemeliharaan/service, cabai hijau, pasta gigi dan cumi-cumi.

Ada beberapa hal penyebab terjadinya deflasi antara lain terlalu banyak barang yang sama yang diproduksi dalam satu waktu. Hal ini sesuai dengan prinsip ekonomi, semakin banyak pasokan barang di pasar maka harga akan semakin murah. Selain itu penurunan permintaan juga dapat menimbulkan deflasi. Dimana pada saat kondisi ekonomi tidak baik seringkali konsumen menghemat belanja dan menabung untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Dengan keadaan seperti ini mengakibatkan permintaan akan barang atau jasa melemah, sehingga memicu turunnya harga. 

Deflasi juga bisa terjadi akibat kebijakan pemerintah maupun bank sentral. Misalnya kebijakan yang diambil Bank Indonesia terkait suku bunga. Suku bunga yang tinggi mendorong masyarakat untuk menabung di bank, hal ini mengakibatkan uang yang beredar di masyarakat semakin sedikit dan permintaan barang dan jasa jadi lesu. (wp.03)


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

Berita Terkini