Krisis Air di PDAM Tirta Malem Tak Kunjung Tuntas, Ini Tanggapan Tokoh Pemuda...

HARIAN9 author photo


KARO| H9
Krisis air bersih yang dialirkan PDAM Tirta Malem, terus menimbulkan kerugian pada konsumen.

Meski sudah terjadi pergantian direksi, namun tingkat kepercayaan warga terhadap kinerja Perusahaan plat merah itu tak kunjung tumbuh.

"Ngga jelas. Kayak jelangkung. Masih suka-sukanya aja. Mau datang ya datang, mau mati ya mati," kata Korintya Adelita br Tarigan salah seorang konsumen yang tinggal di kawasan Terminal bawah Kabanjahe.

Kepada wartawan, Senin(15/11) pengusaha kopi yang akrab disapa Tia itu mengeluhkan kualitas air yang mengalir ke rumah-rumah warga .

"Sampai kini air di Kabanjahe, khususnya di terminal, datang dua hari sekali. Dengan waktu yang tak pasti. Belum lagi kualitas air yang keruh," keluh Tia.

Dikatakan dia, air akan semakin keruh dan membawa lumpur bila kondisi hujan.

"Kualitas semakin parah. Kalau hujan, bukan hanya lumpur, karat besi pun masuk ke bak warga," lanjut dia.

Perempuan ini mengaku cemas bila keadaan akan berlangsung lama. Mengingat konsumen PDAM Tirta Malem sangat bergantung pada jadwal dan kualitas produksi perusahaan air daerah itu. 

Hal senada juga disampaikan tokoh pemuda Kabupaten karo Erwin Milala.

Menurut Erwin, masalah yang berlarut-larut ini sudah merugikan tidak hanya konsumen. Akan tetapi juga Pemerintah Kabupaten Karo. 

"Masalah ini sudah lama berlarut-larut. Bukan saja konsumen yang rugi.Pemerintah juga tidak mendapatkan keuntungan dan malah merugikan," kata Erwin.

Kedepan, saran Erwin, sudah waktunya PDAM Tirta Malem berbenah dan merekrut tenaga profesional yang bukan sekadar berorientasi proyek.(rel)

Komentar Anda

Berita Terkini