Kurangnya Kuota, Salah Satu Penyebab Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Tapsel

harian9 author photo
 

TAPSEL|H9

Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), akibat masih kurangnya kuota yang diterima Kabupaten Tapsel, sehingga terdampak ke petani dan berpengarih terhadap hasilproduksi pertanian.

 
Hal itu terugkap pada rapat terbatas evaluasi pupuk bersubsidi yang digelar Dinas Peranian Tapsel, di aula Kantor Dinas Pertanian Tapsel, di Komplek perkantoran Bupati di Sipirok, Selasa (16/11/2021)
 
Rapat evaluasi  dipimpin Bupati Tapsel, diwakili Kadis Pertanian Tapsel Ir. H Bismark Muaratua Siregar, dipandu Sekretaris Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara, dihadiri Kabag Perekonomian Setdakab Tapsel M. Iqbal Hutasuhut, pimpinan PT Pertani Beni Deristiawan, Kelompok Tani, distributor pupuk dan melibatkan sejumlah usaha kios pupuk yang ada di Kabupaten Tapsel.
 
Dalam penjelasannya, Kadis Pertanian Tapsel Ir. H Bismark Muaratua Siregar, meneegaskan, pupuk bersubsidi itu diwajibkan untuk petani yang bergabung dalam Kelompok Tani terdaftar. Untuk itu para petani segera bergabung dengan Kelompok Tani yang ada di daerah masing-masing.
 
“ Terkait ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani tidak ada wewenang Dinas Pertanian untuk mengintervensinya. Itu ranah pengecer dan distributor pupuk. Namun demikian, kita tidak berpangku tangan. Kita terus berupaya mencari solusi dengan baik dan kita akan memaksimalkan PPL dan BPP membantu petani termasuk pengisian e-RDKK dan pengisian form penebusan (form 9), “ tegas Bismark.
 
Bukan itu saja katanya, pihak Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) juga akan segera melakukan monitoring, evaluasi sekaligus melakukan pendataan keberadaan pertanian di Tapsel, demi meminimalisir kekurangan pupuk bersubsidi di wilayah ini.
 
“ Kami berharap, dengan keterlibatan semua pihak, ke depan kita bisa mengantisipasi segala kelangkaan pupuk bersubsidi untuk petani di Tapsel. Namujn yang terpentring, petani juga harus  taat aturan dan melengkapi sebala administrasi yang dibutuhkan,” terangnya
 
Sementara perwakilan PT Pertani, Beni Deristiawan menyampaikan, kelangkaan pupuk bersubsidi di Tapsel diduga akibat kurangnya kuota pupuk subsidi untuk padi sawah Tapsel yang tersedia, yang semestinya rata-rara sebanyak 250 Kg/Ha, kini yang tersedia hanya rata-rata 75 Kg /Ha.
 
“ Selain itu juga diperparah dengan keterlambatan pengusulan elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan kelengkapan administrasi lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) para petani yang akan diberi subsidi pupuk, sehingga dapat mengurangi jatah pupuk subsidi, “ terang Beni. 
 
Sementara seorang pengecer pupuk bersubsidi UD Saroha Sipirok Rustam Efendi Pohan menambahkan, kendala yang dihadapi para pengecer pupuk bersubsidi disebabkan masih adanya yang sungkan sebagian anggota Kelompok Tani untuk memberikan KTP sebagai syarat mutlak menebus pupuk ke distributor. 
 
Pada praktiknya kata Rustam, persoalan e-RDKK sering menjadi kendala/Demikian juga para petani yang sebagian susah menyerahkan KTP, padahal sebagai salah satu syarat wajib penebusan pupuk subsidi. Akibatnya jatah pupuk subsidi menjadi berkurang dari distributor
 
“ Bila ingin mendapatkan jatah pupuk subsidi setiap anggota Kelompok Tani wajib menyerahkan copy KTP nya sebagai dasar kita memesan pupuk dari distributor, dan wajib harus di bayar setelah pupuk diterima petani, ” kata Rustam. 

Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi juga tidak luput dalam pembahasan alot yang dipandu Sekretaris Dinas Pertanian Tapsel M. Taufik Batubara tersebut yakni untuk pupuk Urea Rp.112.500/sak, pupuk Ponska Rp.115.000/sak dan pupuk Organik Rp.32.000/sak.
" Soal harga pupuk subsidi dimanapun lini IV sama sesuai HET sesuai ditetapkan pemerintah. Masalah biaya pengangkutan pupuk dari kios ke Kelompok Tani bukan termasuk dalam harga pupuk, “ ucap Taufik. (WD.014)
 
Komentar Anda

Berita Terkini