Optimalkan Gerai Maritim, Kemendag Gelar Temu Usaha Virtual

harian9 author photo


BANDUNG| H9

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menegaskan, program Gerai Maritim telah mampu menjaga ketersediaan barang kebutuhan  pokok sehingga fluktuasi harga antarwaktu yang tinggi dan seringkali terjadi di daerah tertinggal,  terpencil, terluar dan perbatasan dapat dikurangi. Program tersebut perlu dioptimalkan dengan  pertemuan pemangku kepentingan terkait dan pelaku usaha agar dapat lebih memberikan  manfaat kepada masyarakat. 

Hal ini disampaikan Oke dalam pembukaan kegiatan Temu Usaha Virtual Gerai Maritim (TUVGM) di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (26/11). Hadir pada kegiatan ini, Direktur Sarana Distribusi dan  Logistik Iqbal Shoffan Shofwan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Mohamad  Arifin Soedjayana, dan pemangku kepentingan terkait. Temu usaha ini diselenggarakan pada 26  November—2 Desember 2021 melalui situs http://tuv.geraimaritim.id dan pada Jumat (26/11)  telah diikuti 498 peserta dari 64 kabupaten/kota di 23 provinsi seluruh Indonesia. 

“Diharapkan TUVGM dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk unggulan daerah masing-masing sehingga mempermudah dan memperluas akses pasar, serta berdampak pada  meningkatnya frekuensi perdagangan antarpulau. Pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian di daerah masing-masing,” ujar Oke. 

Oke menyampaikan, kegiatan Gerai Maritim merupakan salah satu cara untuk memperkecil  disparitas harga antara wilayah barat dan timur Indonesia, khususnya barang kebutuhan pokok  dan barang penting, serta kelancaran arus barang yang dimulai pada Juni 2015. Ini sesuai amanat  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Presiden Nomor 71  Tahun 2015 Tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.  

Kegiatan ini, lanjut Oke, bersinergi dengan Kementerian Perhubungan melalui program Tol Laut,  Angkutan Barang Perintis di jalan, serta Jembatan Udara. Dalam pelaksanaannya, diperlukan  dukungan Pemerintah Daerah, diantara dengan melakukan pendataan jenis, jumlah, dan harga  barang kebutuhan masyarakat; menyiapkan pedagang; melakukan temu usaha; memfasilitasi  akses pasar terhadap muatan balik; menyiapkan sarana dan prasarana perdagangan; serta  menyosialisasikan ke daerah yang dilalui trayek Tol Laut, Subsidi Perintis Angkutan Barang di Jalan  dan Jembatan Udara. 

“Dalam perkembangan pelaksanaannya, kebutuhan akan pendistribusian barang kebutuhan  pokok dan barang penting di daerah 3TP semakin tinggi. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama  Pemerintah Pusat dan Daerah serta pelaku usaha yang efektif dan efisien dalam pelaksanaan Gerai Maritim,” imbuh Oke.

Oke juga mengungkapkan, berdasarkan laporan Dinas Perdagangan setempat pada 2021, rata-rata  harga barang kebutuhan pokok dan penting di beberapa daerah mengalami penurunan harga jika  dibandingkan dengan harga barang yang diangkut sebelum adanya Gerai Maritim. 

“Pencapaian  tersebut dapat lebih dioptimalkan dengan memaksimalkan muatan yang dikirim melalui Tol Laut  atau Jembatan Udara oleh pelaku usaha di daerah ataupun BUMN,” ujarnya. 

Iqbal menambahkan, forum ini dapat mengoptimalkan pelaksanaan gerai maritim, memberikan  jangkauan pemasaran yang lebih luas bagi penjual lokal untuk memasarkan produk unggulan  daerah masing-masing.

 “Diharapkan sinergi program gerai maritim Kemendag dengan program tol  laut, jembatan udara, dan subsidi darat Kementerian Perhubungan serta keterlibatan instansi  terkait dan pelaku usaha mampu menciptakan ekosistem logistik kerakyatan,” ujarnya.

Sementara Arifin menambahkan, Jawa Barat memiliki pelabuhan sebagai salah satu sarana yang  dapat memfasilitasi Gerai Maritim yaitu pelabuhan Patimban Kabupaten Subang yang telah diresmikan pada 20 Desember 2020 lalu. 

“Program Gerai Maritim merupakan bukti pemerintah  mampu menjamin ketersediaan, kelancaran arus barang, dan stabilisasi harga barang kebutuhan  pokok. Selain itu, gerai maritim juga menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengurangi  disparitas harga,” tutupnya. 

Pada acara ini juga disampaikan penghargaan Gerai Maritim Award 2021. Penghargaan ini  merupakan bentuk apresiasi Kemendag kepada Pemerintah Daerah atas partisipasinya dalam  Gerai Maritim 2020. 

Adapun peraih penghargaan tersebut yaitu Kabupaten Muna dan Kepulauan Anambas sebagai  daerah dengan pelaporan harga terbaik yang disampaikan secara lengkap, benar, dan tepat waktu; Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah dengan penurunan harga  tertinggi untuk komoditas barang kebutuhan pokok; Kabupaten Lembata dan Kabupaten Buru  sebagai daerah dengan jumlah jenis produk unggulan daerah terbanyak untuk realisasi muatan balik; dan Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Pulau Morotai sebagai daerah dengan consignee terdaftar terbanyak. (wp.03)



Komentar Anda

Berita Terkini