Pekan Keenam, Paviliun Indonesia Memperkenalkan Kebijakan Cipta Kerja, Infrastruktur dan Kawasan Ekonomi

harian9 author photo
 

DUBAI| H9
Usai mencatatkan kehadiran 201.286 pengunjung, pada pekan ke-6 Paviliun Indonesia akan menghadirkan informasi seputar kebijakan cipta kerja, infrastruktur dan Kawasan ekonomi, hingga pengalaman budaya (cultural experience). 

Jika pada pekan sebelumnya Paviliun Indonesia lebih banyak menyajikan potensi
Provinsi Aceh untuk peluang investasi yang menjanjikan, kini waktunya Kementerian
Koordinator Perekonomian dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menampilkan aneka
potensi yang dimiliki Indonesia. Kegiatan pada pekan ini akan lebih banyak diisi dengan forum bisnis dan pagelaran budaya.

Berbagai kebijakan pemerintah terkait penciptaan lapangan kerja, percepatan pembangunan
infrastruktur prioritas, serta kawasan ekonomi khusus akan dibahas mendalam oleh Kemenko
Perekonomian. Sementara itu, forum bisnis mengenai potensi perdagangan, pariwisata,
investasi serta budaya khas Yogyakarta akan disajikan secara apik oleh Pemerintah Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian acara ini akan berlangsung mulai dari tanggal 5 hingga 11 November 2021.

Kemenko Perekonomian terjadwal menyelenggarakan forum bisnis yang berkaitan dengan
Proyek Strategis Nasional (PSN), pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan UU Cipta Kerja. Forum bisnis ini merupakan upaya Kemenko Perekonomian untuk meningkatkan minat para investor dunia terhadap Indonesia dengan memperkenalkan peluang investasi yang menjanjikan di sektor infrastruktur.

“Partisipasi Kementerian Koordinator Perekonomian dalam Expo 2020 Dubai akan banyak
menampilkan kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, melalui penciptaan
lapangan kerja dan pengembangan infrastruktur di Indonesia. Berbagai upaya tersebut
diwujudkan melalui deregulasi aturan perundangan, hingga percepatan realisasi proyek
strategis yang berpengaruh besar terhadap perekonomian untuk dapat direalisasikan sesuai
target”, tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi proyek infrastruktur yang dinilai strategis dalam
meningkatkan ekonomi, pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan
pembangunan di daerah. Rancangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang diketahui, dalam Permenko Nomor 7
Tahun 2021, terdapat 208 Proyek dan 10 Program PSN dengan nilai investasi sekitar Rp 5.698,5 triliun. Mencakup 12 sektor pada tingkat Proyek dan 10 tingkat Program.

Melalui perhelatan Expo 2020 Dubai, Proyek Strategis Nasional (PSN) akan lebih banyak dibahas melalui forum bisnis di Paviliun Indonesia, mulai dari tema Investasi pada Sektor Energi dan Petrokimia, Investasi pada Infrastruktur Jalan Indonesia, Investasi pada Jalan Tol Indonesia, dan Dukungan Finansial dan Penjaminan di Indonesia.

Di sisi lain, dalam mengatasi ketimpangan pertumbuhan ekonomi antara kawasan barat dan
timur Indonesia, pemerintah juga turut mengembangkan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) guna mendorong pemerataan ekonomi di daerah. Sembilan belas KEK yang tersebar dari barat hingga timur wilayah Indonesia didukung dengan penyelenggaraan infrastruktur,
pemberian fasilitas dan insentif serta kemudahan berinvestasi. 

Forum bisnis dalam Paviliun Indonesia ini akan lebih banyak membahas tentang engembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Masa Depan. Demi mencapai iklim investasi yang positif, seluruh aktivitas investasi strategis tersebut akan berlandaskan regulasi UU Cipta Kerja yang terdiri 186 pasal. 

UU Cipta kerja ini telah disahkan dan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 November 2020. UU Cipta kerja telah merangkum sebanyak 77 UU dan terbagi menjadi menjadi 11 klaster, di antaranya adalah kemudahan berwirausha hingga peningkatan ekosistem investasi.

Pekan keenam Paviliun Indonesia juga turut menyajikan forum bisnis terkait UU Cipta Kerja
dengan pembahasan mengenai Peluang Baru dari Undang-Undang Cipta Kerja, Lisensi Bisnis
dari Pemerintah, dan Transformasi Daftar Investasi dalam UU Cipta Kerja. Tema-tema dalam
forum bisnis UU Cipta Kerja ini sesungguhnya dapat menjadi landasan hukum dalam aktivitas
investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Perhelatan Expo 2020 Dubai ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk menyajikan tema Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna menarik para investor, sekaligus turut membantu penciptaan lapangan kerja.

Daerah Istimewa Yogyakarta Meriahkan Paviliun Indonesia Mulai dari Pagelaran
Budaya, Pameran Produk Lokal hingga Forum Bisnis Terkait Perdagangan, Investasi
dan Pariwisata.

“The Great Heritage for Great Opportunity” menjadi tema besar yang diusung oleh Daerah
Istimewa Yogyakarta dalam mengikuti perhelatan Expo 2020 Dubai. Tema ini diangkat dengan tujuan untuk menggambarkan bahwa titik fokus Yogyakarta dalam mengembangkan sektor ekonomi dan budayanya adalah melalui nilai dan potensi lokal, serta industri 4.0. 

Ketiga poin ini mencerminkan keunikan Yogyakarta, terutama keagungan keraton dan berbagai peninggalan kejayaan dari masa lalu disandingkan dengan kemajuan di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta akan lebih banyak menyelenggarakan forum bisnis mulai dari Forum Bisnis Perdagangan, Forum Bisnis Pariwisata, dan Forum Bisnis Investasi. Forum Bisnis Perdagangan ini diharapkan dapat menjadi pintu perluasan peluang kegiatan perdagangan internasional. Sejumlah produk berkualitas siap ekspor yang diproduksi oleh UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai dari furnitur, kerajinan tangan, home decor, batik kontemporer, perak dan batu alam, hingga produk susu dan herbal juga turut dipamerkan dalam Rolling Exhibition Paviliun Indonesia.

Forum Bisnis Pariwisata akan menyajikan pengalaman budaya (cultural experience) khas
Yogyakarta dengan cerita-cerita mengenai warisan yang dibangun oleh sejarah besar Keraton
Yogyakarta sebagai pusat pengaruh budaya, pariwisata eksklusif, dan konsep wellness tourism
yang mengutamakan kesehatan dan kebugaran tubuh. Sedangkan pada forum Bisnis Investasi, akan ada tampilan mengenai Proyek Terpadu kawasan Prambanan, Jogja Agriculture Hub, Pengembangan Kawasan Hargobinangun (Proyek Peternakan Sapi Perah), industri Startup dan Youthpreneurship di Yogyakarta.

“Melalui Expo 2020 Dubai, kami melihat bahwa perhelatan ini menjadi kesempatan bagi
Yogyakarta untuk mengembangkan berbagai potensi daerah. Terutama mengenai peluang
investasi Proyek Terpadu Kawasan Prambanan, kawasan agriculture, perternakan sapi perah,
hingga industri startup untuk pengusaha muda Yogyakarta. 

Selain menghadirkan potensi investasi daerah, kami juga turut menyajikan nilai-nilai lokal dengan konsep pariwisata yang eksklusif, terutama mengenai wellness tourism yang saat ini sedang banyak diminati oleh orang-orang dari seluruh penjuru dunia. Sedangkan Forum Bisnis Perdagangan akan lebih banyak menyajikan produk lokal dari UMKM Yogyakarta,” ujar Agus Priono, Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain forum bisnis, Yogyakarta juga turut menampilkan pagelaran budaya untuk para
pengunjung Expo 2020 Dubai. Tarian yang ditampilkan merupakan warisan budaya turun
temurun, dimana keotentikannya tetap terjaga dan diiringi dengan nilai-nilai luhur yang
terkandung di dalamnya. Kelompok tari Keraton Ngajogjakarta Hadiningrat dihadirkan langsung sebagai salah satu pertunjukkan yang akan tampil setiap hari di Paviliun Indonesia mulai dari 6- 11 November 2021. Terdapat 10 yang akan ditampilkan mulai dari Srimpi Muncar, Golek Ayun- Ayun Jugag, Klana Topeng, Pudyastuti Jugag, Menak Kakung, Regol Gunungsari, Bambangan Cakil, Beksan Gagah (Klana Topeng), Golek Bawaraga, dan Menak Putri.(PR-01)
Komentar Anda

Berita Terkini