Restoratif Justis, Pelaku Pencuri Hp Di Mesjid Dibebaskan Pihak Kejaksaan Dihadapan Korbannya

harian9 author photo

 

PANCURBATU| H9
Pelaku aksi pencurian HP milik salah satu jemaah di Mesjid An-Nur di Dusun V, Desa Selamat, Kec. Biru-Biru, Kab. Deli Serdang Sumatera Utara pada hari minggu (5/9/21) pukul 09.00 wib, berhasil diamankan korbannya.

Namun, pelaku yang menjadi terdakwa di Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam di Pancurbatu "dibebaskan" pihak Kejaksaan Pancurbatu. Jumat (19/11/2021) sekitar pukul 10.00 wib. 

Pembebasan yang dilakukan Kejaksaan tersebut bukan tanpa sebab. Seperti yang disebutkan Kepala Kejaksaan Negeri Cabang Pancurbatu, Muhammad Husairi, SH.MH "Pembebasan terdakwa atau pelaku pencuri Hp itu kami lakukan bukan tanpa sebab, pembebasan itu kami lakukan berdasarkan perda nomor 15 tahun 2020, jadi pelaku sudah kita bebaskan". ujar Husairi kepada awak media saat ditemui dikantornya.

"Dan sebelum ini kami laksanakan, kami juga sudah melaporkan kondisi kasus tersebut ke Jaksa Agung Tindak Pidana Hukum bersama Kajatisu. Dan pihak Kejaksaan Agung merestui nya dengan tahap Restoratif Jastis. Ia, pada Kamis (17 November ) semalam kami ajukan ke Jaksa Agung," sebut Kacabjari tersebut.

Lebih lanjut disebutkan Husairi dihadapan korban, terdakwa serta Muspika Kec. Biru-Biru dan dihadapan keluarga terdakwa bahwa terdakwa jangan semata-mata memanfaatkan situasi yang diterima nya, Husairi meminta agar terdakwa kembali ke jalan yang benar. "Kamu sebagai terdakwa jangan memanfaatkan situasi ini, namun kamu (terdakwa) harus kembali ke jalan yang benar. Dan dalam hal ini juga, tidak semua perkara dapat diselesaikan secara Restoratif Jastis. Restoratif Jastis dapat dilakukan bila mana ancaman hukuman nya tidak lebih dari lima tahun dan kerugian korban juga tidak lebih dari Rp. 2.500.000.- rupiah, "jelas Husairi.

"Untuk korban tidak meminta apapun terhadap terdakwa. Tanpa syarat apapun, korban dalam hal ini tidak juga ada tekanan dari pihak manapun, murni atas kesadaran sendiri. Kita juga berterima kasih kepada Jaksa Penuntut Umum nya yang sudah mau menjadi fasilitator atas perkara yang dapat diselesaikan secara baik ini. Dan kita berharap kepada keluarga terdakwa dan pemerintah setempat dapat mengawasi perlakukan korban kedepan nya agar menjadi insan yang lebih baik lagi di masyarakat dan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa," ungkap Kacabajari Pancurbatu tersebut.

Usai pembebasan terdakwa tersebut, yang mana rompi tahanan langsung dilepas Kacabjari sendiri dari terdakwa, didampingi Muspika Biru-Biru, terdakwa pun diantar langsung ke kediaman terdakwa. Terdakwa yang tidak lagi menjadi tahanan tersebut pun terlihat senang dan dapat menghirup udara segar seperti sebelum nya. "Sudah bebas bang, lega juga, bisa hirup udara segar lagi," ucap mantan terdakwa sambil berlari kecil naik kedalam mobil.

Sekedar mengingatkan, bahwa aksi yang dilakukan terdakwa, Deni Alfian Syah Lubis (25) warga Kel. Deli Tua, Kec. Deli Tua tersebut, Minggu (5/9/2021) sekitar pukul 09.00 wib. Dimana Alfian melakukan pencurian HP milik korban, Mhd Yuli Eka Prasetya (27) warga Desa Selamat, Kec. Biru-Biru, Deli Serdang.

Yang mana saat itu terdakwa mengambil HP merek Xiomi warna hitam milik korban yag di cas di Mesjid An-Nur, Desa Selamat, Kec. Biru-Biru. Aksi tersebut dilakoni terdakwa saat korban sedang tertidur di lokasi mesjid dalam urusan Jemaah Tabliq di mesjid tersebut.

Usai melakukan hal itu, terdakwa dengan menumpang angkot menjual HP tersebut ke salah seorang teman nya dikawasan Medan Maimun seharga Rp. 200.000 rupiah dan uang tersebut digunakan untuk menambah biaya nenek nya yang dalam kondisi sakit lumpuh. Dan selama ini terdakwa tinggal dan hidup bersama nenek nya.

"Ia, kita bersama dengan Muspika Kec. Biru-Biru langsung mengantarkan Deny ke rumah nenek nya di Deli Tua, kita juga sekaligus hendak menyantuni sang nenek yang lagi sakit lumpuh. Dan hasil dari perbuatan Deny tersebut diakui digunakan untuk berobat sang nenek. Ia, kalau di Kejaksaan Cab. Pancurbatu, baru ini kali pertama kita lakukan,"ungkap Husairi mengakhiri.

Kapolsek Biru-Biru Iptu Cahyadi menyebutkan bahwa kasus Restoratif Jastis ini juga baru pertama kali digelar mereka. "Bener, baru pertama kali ini kami juga melakukan Restoratif Jastis sampai ke tingkat Kejaksaan ini. Dan mudah mudahan tidak terulang lagi," tuturnya.(WM021).
Komentar Anda

Berita Terkini