Saling Klaim Pemilikan 80.1 H, Warga Desa Rumah Sumbul Mengadu kepada Wakil KSP

harian9 author photo

 

SIBOLANGIT| H9
Warga Desa Rumah Sumbul, Kecamatan Sibolangit mengundang sekaligus mengadu kepada Wakil Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Yanes Yosua Frans untuk mengetahui permasalahan saling klaim lahan kepemilikan 80.1 hektar yang berada di Dusun 3  Desa Rumah Sumbul.

Pertemuan Yanes dengan tokoh masyarakat Desa Rumah Sumbul antara lain Lapai Gurusinga, Sehat Purba, Ngadangi Br Sembiring Ngingeti Purba,Bersih Sembiring dan masyarakat desa lainnya dilakukan di Desa Rumah Sumbul, Jumat (5/11/2021).

Sekertaris BPD Desa Rumah Sumbul Emma Suranta br Tarigan mengatakan masyarakat mengadukan kepada Yanes terkait permasalahan saling klaim pemilik dengan Desa Batulayang agar disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Masyarakat langsung menghubungi pak Yanes tanggal 8 Oktober lalu, agar kiranya membantu menyelesaikan dan menyampaikan permasalahan tanah di desa kami ini kepada bapak Presiden Jokowi," katanya

Ia mengatakan hasil pertemuan tersebut dengan Yanes dan masyarakat agar semua permasalahan tanah yang telah dipagari ataupun diklaim sama Desa Batulayang, dikembalikan ke Desa Rumah Sumbul.

Sebab, lahan tersebut merupakan tanah resapan air dari PDAM Tirtanadi. Selain itu, para pendiri kampung dan sesepuh di desa sangat mengetahui jelas historis lahan yang disengketakan itu.

Sementara itu, Yanes Yosua Frans mengaku diundang masyarakat Desa Rumah Sumbul untuk datang menolong mencari jalan keluar agar permasalahan tanah tersebut yang diduga telah dirampas mafia tanah akan kembalikan ke masyarakat Desa Rumah Sumbul. "Masyarakat desa ini akan saya bela," tegasnya.

Ia menegaskan kedatangannya melaksanakan instruksi Presiden RI yaitu tanah-tanah yang dirampas oleh mafia tanah harus dikembalikan. Jika status tanahnya HGU dan ada tanah warga di dalam lokasi, segera bebaskan dengan ganti rugi kepada warga tersebut.

Instruksi lainnya dari Kapolri adalah mafia tanah ditangkap, siapapun bekingnya. "Atas dasar itu saya diminta untuk datang menolong dan saya sudah datang. Dengan cara apapun nanti akan dilakukan supaya bapak ibu punya tanah akan kembali," tegasnya lagi.

Ia juga meminta kepada masyarakat Desa Rumah Sumbul jangan anarkis dan jangan mudah terpancing emosi apabila ada yang mengadu domba permasalahan tersebut. "Bapak, ibu berdoa agar permasalahan tanah ini bisa dikembalikan kepada kalian ya," ucapnya. (WM021)
Komentar Anda

Berita Terkini