Sinergi Kemendag dan Astra Cetak Lima Pesantren Binaan Rambah Pasar Ekspor Ayam

harian9 author photo

 


SIDOARJO| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan  Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama PT Astra International Tbk bersinergi untuk mencetak para  peternak ayam kecil agar siap menjadi eksportir daging ayam ke negara tetangga dan negara mayoritas  muslim. Peternak ayam ini merupakan binaan Ikatan Pesantren Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa  Indonesia (Insan Madani) yang merupakan fasilitator lima sentra ayam Desa Sejahtera Astra (DSA)  pesantren di Jawa Timur yaitu Al Azhar Aslich Mughny, Al Fatah, Mambaul Ulum, Anharul Ulum, dan  Fathul Ulum. 

Sinergi tersebut, salah satunya diwujudkan Kemendag dengan menfasilitasi penandatanganan  Perjanjian Kerja Sama mengenai Pengembangan Ekosistem Kemitraan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) DSA antara Insan Madani dan PT Darbe Jaya Abadi (Darbe Meats).  Penandatanganan dilaksanakan pada Sabtu (13/11) di Sidoarjo, Jawa Timur dan disaksikan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan. 

“Melalui kerja sama ini, Darbe Meats berkomitmen untuk menjadi penjamin (off taker) dan fasilitator  DSA pesantren untuk komoditas produk peternakan ayam. Ke depannya, lima DSA pesantren yang  tersebar di Blitar, Malang, dan Jombang akan menjadi pemasok ayam kepada Darbe Meats. Para  pemasok ayam selanjutnya memasok kebutuhan pasar dalam negeri dan pasar global. Saat ini tengah  menjajaki peluang ekspor perdana produk daging ayam ke Malaysia,” ujar Direktur Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi di tempat terpisah. 

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menjelaskan, ruang lingkup kerja  sama ini antara lain kerja sama pemasaran untuk produk ayam dan turunannya untuk pasar lokal dan  internasional, pengembangan rantai pasok (value chain) produk ayam dan turunannya, serta  pembinaan dan pelatihan bagi peternak DSA pesantren produsen produk ayam dan turunannya. 

“Ruang lingkup kerja sama ini juga meliputi pemanfaatan ekosistem dan teknologi digital bagi para  UMKM dan peternak binaan DSA. Selain itu, menghubungkan dan mencocokan (link and match) produk ekspor serta memfasilitasi pemasaran melalui kerja sama dengan para pemangku kepentingan  ekspor di luar negeri, seperti Indonesian Trade Promotion Center, Atase Perdagangan RI, Kedutaan  Besar RI, dan diaspora,” tutur Marolop. 

Saat ini, lanjut Marolop, berbagai pihak terkait sedang berupaya menjawab tantangan yang dihadapi.  Misalnya, ketentuan standar keamanan pangan (food safety) di negara tujuan dan masih mahalnya  ongkos logistik karena situasi pandemi. 

“Kami sedang mencarikan jalan keluar untuk menyelesaikan  tantangan ini,” imbuhnya. 

Marolop berharap, kerja sama antara Insan Madani dan Darbe Meats dapat membuat produk ayam  Indonesia lebih merambah pasar ekspor yang lebih luas. 

“Kami berharap kerja sama ini dapat  membawa hasil konkret melalui peningkatan nilai ekspor produk ayam Indonesia dan peningkatan  kesejahteraan peternak kecil yang dibina oleh DSA pesantren,” ungkap Marolop. 

Insan Madani memiliki visi dan misi mengelola pesantren tidak hanya sebagai tempat para santri  menuntut ilmu agama, tetapi juga mencetak sociopreneur (wirausaha yang lebih menekankan pada  unsur isu sosial). Tujuannya agar dapat mengembangkan lini bisnis produk unggulan desa yang  berkontribusi kepada masyarakat sekitar. 

Desa Sejahtera Astra adalah program kewirausahaan berbasis masyarakat desa yang dijalankan oleh  PT. Astra International Tbk dengan mengoptimalkan potensi lokal dan produk unggulan desa agar  bersaing di pasar global melalui ekspor. 

Menurut Head of Corporate Social Responsibility PT Astra International Tbk Bondan Susilo, kerja sama  Kemendag dan Astra memberikan dukungan peningkatan kapasitas (capacity building), peningkatan  fasilitas produksi, dan akses sumber daya bagi peternak ayam DSA pesantren. 

“Kemendag memberikan  dukungan untuk membuka akses pasar dan promosi ekspor kepada buyers melalui jejaring perwakilan  perdagangan di luar negeri,” kata Bondan di kesempatan terpisah. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama lima tahun terakhir (2016—2020), nilai ekspor  daging ayam Indonesia tumbuh dengan tren 16,9 persen per tahunnya. Pada Januari—Agustus 2021,  nilai ekspor daging ayam Indonesia mencapai USD 999 ribu. Adapun negara tujuan ekspor utama  daging ayam Indonesia yaitu Jepang, Timor Leste, Papua Nugini, Qatar, Taiwan, Singapura, Malaysia,  dan Australia.

Pada hari yang sama juga dilakukan kunjungan Ditjen PEN Kemendag ke DSA yang merupakan  produsen produk unggulan Jawa Timur lainnya antara lain DSA Malang (penghasil domba, kain batik,  keripik buah), DSA Blitar (ikan koi), DSA Ponorogo (rempah), dan DSA Lamongan (pisang). 

Kembangkan Produk Unggulan dari 755 Desa 

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Insan Madani dan Darbe Meats merupakan turunan  kerja sama yang saat ini sedang dijalankan Kemendag dan PT Astra International Tbk dalam program  Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa. Kerja sama Kemendag dengan PT Astra International  Tbk dimulai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang Pengembangan Ekspor Produk  Unggulan Desa pada 28 Juli 2021. 

“Dalam kerja sama tersebut, Kemendag dan Astra berkomitmen meningkatkan kapasitas ekspor  sekitar 755 desa dalam program DSA agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar global,” ujar Didi.

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat mencipatakan minimal 100 desa yang  mampu melakukan ekspor secara mandiri dan mendapatkan pembelian ulang (repeat order) dalam  dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun. Adapun empat pilar kerja sama yaitu produk pertanian dan olahan, kopi, perikanan, serta wisata kriya dan budaya. 

Dalam kerangka kerja sama tersebut, Kemendag dan PT Astra Internasional telah melakukan sejumlah  pelepasan ekspor. Pada 24 Oktober 2021, Kemendag dan PT Astra Internasional melakukan pelepasan  ekspor satu kontainer Kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris dengan nilai sekitar Rp1,4 miliar yang dikelola  oleh Pesantren Darul Mujahadah Al Waliyyah, PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser  Antara.

Pesantren Darul Mujahadah Al Waliyyah, PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser Antara  merupakan fasilitator kopi Aceh Gayo DSA Takengon, Aceh Tengah yang selama ini bekerja sama  membina petani kopi Aceh Gayo. 

Sebelumnya, pada 27 September 2021, Kemendag dan PT Astra International Tbk melakukan  pelepasan ekspor bulu mata palsu ke Turki, Zimbabwe, dan Amerika Serikat senilai sekitar USD 30 ribu  oleh PT Diva Prima Cemerlang, yang merupakan fasilitator bulu mata palsu Desa Sejahtera Astra (DSA)  Purwerejo, Jawa Tengah.(wp.03) 



Komentar Anda

Berita Terkini