TEI-DE: Kemendag Kembali Fasilitasi Bussiness Matching Dengan Nigeria

harian9 author photo


JAKARTA| 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui perwakilannya di luar negeri kembali memfasilitasi kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (bussiness matching) antara pelaku usaha Indonesia dan Nigeria. Kegiatan yang difasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Nigeria ini digelar secara virtual pada Selasa (2/11).

Bussiness matching ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Trade Expo Indonesia-Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober—4 November 2021 (interaktif daring), dan hingga 20 Desember 2021 (showcase).

Beberapa pelaku usaha yang difasilitasi yakni CV Anugerah Global (pakaian bayi), CV Sysgoodstore Indonesia (pakaian bayi), PT Maha Nagari Nusantara (alas kaki), Euis Footwear (alas kaki), Blankenheim (alas kaki), Muria Batik (Batik), PT Batik Arjuna Cemerlang (batik). Sedangkan dari pihak Nigeria, hadir lebih dari 10 importir yang terdiri atas importir potensial baru dan yang telah lama bermitra dengan pelaku usaha Indonesia.

“Buyer yang hadir tidak hanya berasal dari satu negara bagian, namun juga berasal dari wilayah lain. Ini menunjukkan keinginan kuat buyer Nigeria untuk bertemu eksportir Indonesia dalam platform TEI tahun ini,” ungkap Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan.

Menurut Hendro, bussiness matching ini merupakan permintaan khusus di luar agenda TEI-DE dari calon importir Nigeria dan peserta TEI-DE kepada ITPC Lagos. Beberapa buyer Nigeria berminat melakukan bussines matching untuk berbagai produk. Namun, kali ini kegiatan berfokus pada sektor pakaian, fesyen, alas kaki, dan produk garmen lainnya.

“ITPC Lagos mengapresiasi atas partisipasi buyer Nigeria yang telah bergabung dalam kegiatan ini. Diharapkan pelaku usaha kedua negara dapat menjadi mitra bisnis dalam jangka panjang,” ujar Hendro.

Hendro juga mengungkapkan, salah satu importir Nigeria berencana mengunjungi Indonesia untuk bertemu langsung dengan beberapa pelaku usaha di Indonesia. Pada kunjungan tersebut, importir Indonesia akan membawa serta beberapa rekan bisnis dari negaranya.

“Bussines matching ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk sehingga importir dari Nigeria dapat menyampaikan kepada importir lainnya mengenai produk yang dipresentasikan,” ujar Hendro.

Sebelumnya, ITPC Lagos juga memfasilitasi kegiatan serupa yang dilaksanakan pada 21—28 Oktober 2021. Dalam beberapa kegiatan tersebut, kategori produk yang diminati di antaranya produk herbal, busana muslim, minyak goreng, kosmetik, multivitamin, pengusir nyamuk, bumbu instan, dan santan kelapa. 

Sementara peserta yang difasilitasi adalah PT Jamu Jago, CV Barokah Mandiri, PT Sari Mas Permai, PT Afifarma, Adiva Fyza Salima, PT Rodamas Sejahtera, PT Farmella RAZ Internasional dan Aroma Wangi Indonesia. Pada kegiatan business matching tersebut, Indonesia berhasil meraup potensi pembelian senilai USD 475 ribu atau Rp 6,65 miliar.

Pada periode Januari—Agustus 2021 total perdagangan Indonesia dan Nigeria mencapai USD 1,4 miliiar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat sebesar USD 330,55 juta. Sementara, impor Indonesia dari Nigeria tercatat sebesar USD 1,12 miliar yang didominasi minyak bumi.

Sementara pada sektor nonmigas, hingga Agustus 2021, ekspor nonmigas Indonesia tercatat sebesar USD 300 juta atau naik 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan impor nonmigas Indonesia dari nigeria hanya sebesar USD 49 juta. Ekspor utama Indonesia ke Nigeria di antaranya adalah minyak kelapa sawit, makanan olahan, minuman nonalkohol, asam glutamat dan garamnya, serta vaksin dan obat-obatan.(wp.03)


Komentar Anda

Berita Terkini