Tudingan Fraksi PAN Terhadap Penegakan PERDA di Pekan Lelo Tidak Sesuai Fakta

HARIAN9 author photo

 

SERDANG BEDAGAI | H9

Terkait Penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang di lakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terhadap keberadaan Pekan Lelo di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah menjadi pembahasan dalam rapat paripurna DPRD Sergai, rabu (17/11/2021). 

Seperti disampaikan oleh Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam pandangan umum fraksi nya terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Sergai tahun 2022.

Dalam Pandangan Umum Fraksinya yang di sampaikan langsung oleh Junaidi selaku Ketua Fraksi, diduga telah menuding Pemkab Sergai dalam hal ini petugas Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya selaku penegak PERDA telah bertindak arogan terhadap pedagang pekan Lelo. 

Kata kata yang disampaikan Fraksi PAN yang menjadi permasalahan yakni, bahwa petugas Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya jangan lagi memakai tindakan tindakan tindakan arogan, atau tindakan kekerasan yang akan menambah kisruh suasana di lapangan seperti yang terlihat dan viral beberapa minggu yang lalu dilokasi Pekan Lelo. 

Makna bahasa jangan lagi tersebut seolah olah petugas Satpol PP tersebut pernah melakukan tindakan yang arogan dalam melaksanakan penegakkan PERDA di lokasi Pekan Lelo tersebut. 

Pernyataan yang disampaikan oleh Fraksi PAN ini berbanding terbalik, dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Sebab, saat dikonfirmasi beberapa awk media di ruang Komisi A DPRD Sergai, Junaidi tidak dapat membuktikan pernyataannya bahwa petugas Satpol PP dalam menjalankan tugasnya tersebut bersikap arogan. 

"Kita hanya mengingat kan Bupati saja, agar Satpol PP bisa bertindak humanis dalam melaksanakan tugasnya," ungkap Junaidi singkat. 

Sementara itu, menyikapi hal ini, Plt Kasat Pol PP Sergai  Drs. Fajar Simbolon di konfirmasi melalui seluler mengatakan, dalam melakukan penegakan PERDA di lokasi Pekan Lelo, petugas Satpol PP sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). 

Petugas Satpol PP dalam melaksanakan tugasnya sangat mengutamakan humanis dan tidak pernah arogan apalagi terpancing emosi.

Bahkan lanjut Fajar Simbolon, dalam menjalankan tugasnya dalam melakukan penegakan Perda nomor 7 Tahun 2018 kemaren dilokasi Pekan Lelo, empat anggota Sat Pol PP terluka akibat arogan para pedagang, hal itu dibuktikan dengan hasil visum. 

Mirisnya lagi kata Fajar, saat petugas Sat Pol PP berteduh di kantor PKB malah di usir oleh pedagang, padahal itu kantor PKB. "Sat Pol PP tidak pernah arogan, satpol PP terus bertindak humanis dan tidak akan terpancing emosi,"kata Fajar.(WPU06) 

Komentar Anda

Berita Terkini