Warga Madina & LSM Trisakti Bantah Tudingan Pemalsuan Tanda Tangan

harian9 author photo


MADINA| H9
Tudingan pemalsuan tanda tangan terhadap Lsm Trisakti dalam pernyataan warga desa Hutalombang Lubis kecamatan Panyabungan kabupaten Mandailing Natal (Madina) provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibantah.

"Pagi ini saya kumpulkan beberapa tokoh masyarakat  kepala desa Huta Lombang Lubis dan pengurus Kelompok Tani Alumpang mereka sudah menjelaskan itu tidak benar yang benar mereka yang keberatan atas bangunan yang tidak bermanfaat itu ." Kata Dedi Ketua LSM Trisakti Madina kepada Wartawan, sabtu (27/11/2021).

Sebelumnya, tersiar berita tudingan pemalsuan tanda tangan warga Desa Huta Lombang Lubis oleh LSM Trisakti yang di Realis oleh salah satu media Online karena LSM tersbut membuat laporan pengaduan kepada kejaksaan atas Dugaan keberatan warga petani di desa huta lombang lubis tersebut.

Dedi menambahkan, bahwa dirinya sudah mengirimkan pesan bantahan kepada wartawan yang merilis tudingan dirinya memalsukan tanda tangan warga desa Huta Lombang Lubis agar bantahannya diterbitkat di media tersebut.

"Satu kali 24Jam saya tunggu agar bantahan saya diterbitkan oleh media yang mengatakan saya memalsukan tanda tangan warga, jika tidak dinaikan saya akan melaporkan wartawan dan media tersebut kepada penegak hukum karena tidak melakukan konfirmasi terhadap saya sebelum membuat berita, jelas saya keberatan." jelasnya

Dilokasi dan hari yang sama, M.Gani Nasution (51) warga atau tokoh masyarakat desa huta lombang lubis meminta agar masyarakat dilibatkan jikalau nanti team inspektorat Madina turun kelapangan menghitung volume bangunan saluran air di Bondar Maino tersebut.

"Kami minta kepada Inspektorat Madina seperti yang dikatakan kepala dinas pertanian untuk memeriksa bangunan itu. untuk itu kami minta bersama-sama kelompok tani  tokoh masyarakat dan Kepala Desa Huta Lombang Lubis untuk menghitung volume bangunan saluran air itu karena sejak dibangun saluran air itu kolam kami kering dan tidak lagi dialiri air, jadi terpaksa kami membayar orang untuk menimbun parit di hulu agar kembali airnya mengalir." Ungkap Gani Nst kepada Wartawan, sabtu (27/11/2021).

Terkait tudingan pemalsuan tanda tangan pernyataan mereka itu tidak benar, bahwa ia dan warga lainnya yang memberikan tanda tangan dipernyataan keberatan mereka kepada LSM Trisakti itu adalah benar tanda tangan mereka dan tidak ada unsur pemaksaan dan pemalsuan.

"Di urutan kedua dalam pernyataan keberatan kami sebagai warga desa Huta lombang Lubis yang sudah kami serahkan kepada LSM Trisakti adalah nama saya M.Gani Nasution. tidak ada disitu unsur pemalsuan hanya saja wartawan yang membuat berita itu kurang update membuat konfirmasi terhadap kami. jadi, atas hal tudingan itu kami juga sangat keberatan." Bebernya

Masih dilokasi yang sama teatnya di kawasan desa Hutalombang Lubis. Seperti yang ada dalam berita yang berjudul *LSM Trisakti" Palsukan Tanda Tangan Warga Desa Huta Lombang Lunis.* Disebutkan dalam berita tersebut bahwa pembangunan saluran irigasi tersebut melibatkan kelompok tani Alumpang namun para pengurus kelompok tani tersebut juga membantahnya.


"Saya tidak tau itu bangunan karena saya jelas sebagai bendahara Kelompok Tani Alumpang Huta Lomang Lubis berarti saya yang keberatan terkait bangunan yang dikatakan oleh kepala desa Huta Lombang Lubis berarti ada pemalsuan tanda tangan saya dalam pekerjaan itu." Kata H.Muhammad Efendi, Sekretaris Kelompok Tani Alumpang desa Huta Lombang Lubis kepada wartawan, sabtu (27/11/2021).

Padahal menurut Efendi, jika ada bantuan kepada kelompok tani seperti jaringan irigasi sebagai kelompok tani harusnya dirinya terlibat dan dilibatkan dalam pembangunan itu namun ia mengaku sama sekali tidak mengetahui proyek tersebut.

"Seharusnya melalui saya dong pencairannya jikalau pekerjaan itu milik kelompok tani kami jadi saya keberatan itu ada dugaan pemalsuan tanda tangan. Jelas saya selaku warga petani kolam ikan di hilir Bondar Maino ada tiga hari setelah bangunan itu selesai kolam saya kering kemudian saya dan warga lainnya bergotong royong perbaiki hulu bondar maino agar kembali di aliri air." Tegas H.Muahammad Efendi Warga Desa Huta Lombang Lubis.

"Bahkan saya terpaksa memberi upah kepada beberapa orang untuk perbaikan hulu bondar maino itu yang kami fikir titik bangunan itu salah tempat dan tidak sesuai dari yang pertama kami usulkan sewaktu dahulu jaih sebelum bangunan itu dibuat ada pihak dinas terkait surve lokasi bangunan itu." Beber Bendahara Klompok tani itu.

Anehnya kata H.Muhammad Efendi selaku tokoh masyarakat huta lombang lubis ada kejanggalan dalam pembangunan saluran air bondar maino ketika para pekerja gajian selalu menerima gaji dari salahsatu anggota DPRD Madina.

"Saya duga ada keterlibatan salah seorang anggota DPRD, kenapa.? setiap gajian para pekerja selalu keruko Anngota DPRD itu kala pembangunan itu berlansung dikerjakan itu saya lihat dengan mata kepala saya sendiri wong rukonya didepan tempat kolam saya ini kok, kan hampir setap hari saya disini." Tukasnya

Lebihlanjut dilokasi yang sama dan dijelaskan Abdul Kholid, ketua kelompok Tani Alumpang Desa Huta Lombang Lubis Kec.Panyabungan Kabupaten Madina tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan saluran irigasi di bondar Maino.

"Saya ikut gotong royong menimbun hulu bondar maino agar kembali di aliri air jadi untuk keterlibatan dalam bangunan itu saya tidak tau sama sekali dan saya katakan disini setiap ada bantuan terhadap kelompok tani kami selalu melalui saudara SL anggota DPRD itu. Untuk bangunan itu saya kurang tau kejelasannya" Timpalnya

Masih dilokasi yang sama, Irwan Lubis kepala desa Hutalombang Lubis mengakui bahwa dirinya tidak pernah dikonfirmasi Wartawan Lira News.Com yang menuding LSM Trisakti memalsukan tanda tangan masyarakat dan stempel yang dipalsukan kata kades itu adalah pada bangunan tahun 2017 lalu.

"Merka tidal ada konfirmasi saya dan stempel yang dipalsukan yang saya maksud kala itu adalah tahun 2017 lalu itu saya ucapkan pada saat PPHP bangunan saluran air bondar maino." Ungkap Irwan Lubis.

Bahkan ia menambahkan, bangunan tersebut ada keterlibatan salahsatu anggota DPRD Madina karena ia mengaku saat ditanya keterlibatan anggota DPRD Madina itu diketahuinya dari para pekerja bangunan itu. "Iya, saya tahu dari pekerjanya." Singkat kades tersebut.

Selang beberapa waktu, aneh kepala desa kembali meralat kembali pernyataannya ketika dikonfirmasi sebelumnya bahwa dirinya. " Pertama saya tidak pernah keberatan atas keberadaan pembangun irigasi bondar maino. Kedua terkait salah seorang anggota dprd yang memborong kegiatan tersebut tidak pernah saya ucapkan, Ttd. Kades desa Huta Lombang Lubis."bantahanya

Terpisah, Anggota DPRD Madina Suandi Lubis atau mungkin yang dimaksud (SL) atau (SWL) yang merasa sudah disebutkan namanya dalam permaslahan itu menuturkan, bahwa ada kesalah fahaman antara oknum di desa tersebut bahkan ia menjelaskan bahwa bangunan itu memang jasa kontruksi yang mengerjakannya bukan kelompok tani.

" Disini saya luruskan bahwa saya sebagai warga Desa Tersebut dan juga anggota DPRD di Komisi yang kebetulan membidangi pertanian, jelas pekerjaan bangunan tersebut adalah dikerjakan jasa Kontruksi atau Perusahaan itu jelas ada kontraknya di dinas terkait bukan pekerjaan kelompok dan kalau tudingan mereka kepada saya itu tidak benar mungkin mereka salah persepsi." Jelas Suandi Lubis lewat telepon selulernya.

Ditempat terpisah, ketika wartawan mencoba menghubungi Kadis Pertanian Madina lewat telepon selulernya tidak pernah menerima panggilan telepon tersebut meski diulang berkali-kali guna untuk mengkonfirmasi hal tersebut kemungkinan beliau sedang sibuk bahkan sampai berita ini dibuat tidak ada sama sekali respon kadis pertanian Madina. (WD-046)
Komentar Anda

Berita Terkini