10 Tahun Jalan Pematang Sijonam Rusak, Warga Setempat : Pengaspalan Ini Mimpi Panjang yang Terwujud

HARIAN9 author photo


SERDANG BEDAGAI | H9

Warga Pematang Sijonam akhirnya lega atas pengaspalan yang telah rampung sepanjang 3.305 x 4 meter. Pasalnya selama 10 tahun warga merindukan ruas jalan yang mulus.

Hal ini dikatakan oleh Sangkot Siregar, salah seorang tokoh masyarakat Pematang Sijonam di acara syukuran jalan Pematang Sijonam (simpang Fortuna - Lubuk Cemara) di Kantor Kepala Desa Pematang Sijonam, Rabu (15/12/2021).

Sangkot mengatakan selama ini warga harus lalu lalang dengan rasa berdebar melewati ruas jalan yang rusak.

"Inilah yang kami harapkan. Jalan yang bagus. Nampak nyata kerja Pak Bupati dan Pak Wakil padahal belum sampai hitungan setahun menjabat. Makasih pak sudah mewujudkan mimpi warga Sijonam," ucapnya.

Sangkot menganggap, realisasi pembangunan jalan hal penting yang harus dirasakan warga. Ia pun berharap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sergai bisa lebih baik lagi ke depannya.

"Dalam waktu yang singkat, Sijonam ini langsung berubah Pak. Warga pun udah enak kali keluar masuk. Kami dari warga setempat pastilah akan menjaga jalan ini. Semoga Pak Bupati dan Pak Wakil sehat-sehat biar bisa kita lihat perubahan di Sergai ini," pungkasnya.

Senada dengan Sangkot, Kepala Desa Pematang Sijonam Rusiadi mengucapkan terima kasihnya atas pengaspalan yang dilakukan. Pasalnya, pengaspalan bukan hanya dilakukan di simpang Fortuna hingga Lubuk Cemara saja. Tapi juga mengarah ke Desa Cinta Air.

"Pak Bupati, terima kasih sekali lagi kami ucapkan. Kalau di Simpang Fortuna sampai Lubuk Cemara 3 kiloan, ada juga pengaspalan di Sijonam sampai Desa Cinta Air batas Kecamatan Pantai Cermin sepanjang 1.750 M x 4 M. Hampir tuntas sudah," ucapnya.

Menurut Rusiadi, ruas jalan yang bagus ini membuatnya percaya diri untuk menagih Pajak Bumi Bangunan (PBB) warga.

"Jadi kan pak, udah enak sekarang kalau mau nagih PBB ke warga. Gak ada lagi rasa malu saya saat menagihnya karena dulu jalan yang rusak,"  ucapnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Darma Wijaya turut mendorong warga untuk membayar kewajibannya sebagai warga negara yang baik. 

"Semakin banyak warga yang sadar akan PBB, semakin banyak lah uang kita untuk pembangunan. Jangan acuh tak acuh lagi ya. Sekarang jalannya udah mulus," katanya didapingi Wakil Bupati Adlin Tambunan. 

Pria yang akrab disapa Wiwik ini berpesan, pengaspalan yang telah rampung ini harus diimbangi dengam sikap memiliki dari warga setempat. 

"Jalan yang mulus ini tentu akan melancarkan mobilitas warga, meningkatkan perekonomian, dan pasti banyak dampak positifnya. Peningkatan ruas jalan di Pematang Sijonam ini termasuk Kelas III. Artinya, batas tonase yang diizinkan itu maksimal 8 ton. Jadi, tolong sama-sama dipantau kendaraan yang keluar masuk," pesannya.

Bukan hanya tonase kendaraan, lanjutnya, kecepatan berkendara juga harus diperhatikan.

"Jangan mentang-mentang udah bagus jalannya, sor sendiri tancap gas. Bahaya. Cukup sekali saya menyaksikan kendaraan yang bersenggolan karena tidak mau mengalah. Jangan sampai ada lagi ya," tandasnya.


Di akhir sambutan, Darma mengimbau agar masyarakat terus menggempur vaksinasi agar kekebalan warga juga kuat di masa pandemi ini.

Syukuran ini diawali dengan gowes bersama mulai dari simpang Fortuna hingga Kantor Kepala Desa bersama unsur Muspika dan sejumlah pelajar sekolah. Kemudian diakhiri dengan pemotongan tumpeng. (WD023) 

Komentar Anda

Berita Terkini