Agama Itu Sumber Inspirasi dan Aspirasi

harian9 author photo

Kopisehat_UBM



Oleh : Ustadz Ahmad Buchory Muslim
Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Ummat
Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP PARMUSI 
Direktur An Nahl Institute Jakarta

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Sahabat ku..
Kita orang biasa, atau tak punya jabatan atau kedudukan saja, Rasûlulullâh  ﷺ  menyebut sebagai bukan golongannya,  jika tak PEDULI. Bagaimana kalau itu dilakukakan oleh pejabat atau para pemangku amânah ?

Bagaimana pula cap itu jika mereka adalah pemimpin golongan, partai atau sejenisnya yang setiap butuh suara Ummat atau Rakyat tampil seolah dekat dan akrab merakyat ? 

Apapula namanya jika itu dilakukan pemimpin Negara atau pelayan Rakyat ? Sebutan seeprti apa jadinya ? Ngeri...sangaaat ngeri ! 
Sungguh tragis ! Wal'iyaadzu billäh..
ومن لم يهتم بامر المسلمين فليس منهم...
" Dan barangsiapa tak peduli dengan urusan kaum Muslimin, maka dia bukan dari mereka  (golongan Muslimin itu sendiri) "

Bagi kita, Agama sejatinya adalah sumber inspirasi juga seharusnya menjadi sumber aspirasi. Karena agama itu tidak sebatas ritual, tetapi juga sangat faktual.
والله اعلم وبارك الله فيكم...
Sahabat
Agama sebagai 'satu paket' tak terpisah dengan anugerah kehidupan. Karena sebagai makhluk yang dicipatkan oleh Sang Khaliq, kita diberi 'buku panduan' yang di dalam Al Qur'án dan contoh dari kehidupan Rasúlulláh  ﷺ  berupa ucapan, tindakan dan persetujuan dan ini terbingkai dalam agama atau ad dien yang hanif  yang punya nilai, Ilâhiyah, insaniyah dan 'âlamiyah sekaligus.

Jangan terjebak dengan narasi-narasi indah tetapi mengaburkan bahkan menghilangkan esensi dan arti sesungguhnya dari Agama, apalagi Islam yang sangat sempurna, paripurna dan universal ini.

Agama tak butuh moderasi, yang dibutuhkan dalam beragama adalah penguatan pemikiran, pemahaman yang  mendalam dan spirit serta wawasan yang luas untuk memaknai dan mengejawantahkan agama dalam kehidupan moderen sehingga hidup dan kehidupan modern ini lebih maju dan tetap islami dan berkeadaban. 

Maka belajarlah agama dengan mendalam dalam bimbingan Guru dan Mursyid yang hanif serta berwawasan Islâmy.  Jangan hanya terjebak dengan permainan manisnya kata, indahnya narasi dan diksi serta literasi liberal yang seolah semua yang dari 'barat' itu lebih maju dan modern, sementara yang dari 'Timur' yang penuh keadaban dibilang jumud dan kuno.

#UBM_DATTEPSpirit
#UBM_CHANNEL
Komentar Anda

Berita Terkini