Edwin Sugesti Nasution: Infrastruktur PUD RPH Perlu Di Revitalisasi Pemko Medan

harian9 author photo


MEDAN| H9
Melihat banyaknya kerusakan pada gedung atau infrastruktur di lahan Perusahaan Umum Daerah Rumah Potong Hewan (PUD RPH) Kota Medan, yang berlokasi  di jalan RPH No. 1 Kelurahan Mabar Hilir Medan, Disarankan kepada Walikota Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkimtaru) Kota Medan untuk melakukan rehab atau revitalisasi gedung dan perangkat daerah terkait.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan Edwin Sugesti Nasution, SE MM kepada wartawan, Senin (27/12/2021) di Medan.          
"Karena kerusakan gedung tempat pemotongan hewan itu lumayan parah, tentunya hal itu  menyangkut pelayanan pemotong hewan untuk memperoleh daging asuh (aman, sehat, utuh dan halal/higienis-red)  sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Medan. Jangan sampai terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap kinerja RPH kota Medan, karena kondisi yang  kumuh dilokasi dan kandang dekat ruang pemotongan hewan serta tidak lengkapnya peralatan pemotongan di PUD RPH Kota Medan.," ucapnya.      
Beliau menilai, dengan kondisi infrastruktur seperti ini, sulit rasanya PUD RPH Kota Medan bisa meningkatkan pendapatan yang signifikan, sehingga bisa keluar dari beban hutang operasional dan gaji karyawan yang selama ini tertunggak.
"Apalagi untuk bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. Namun jika infrastruktur PUD RPH itu segera direvitalisasi, saya optimis feedlot (perusahan importir hewan sapi-red))dan para pengusaha pemotongan hewan akan kembali  memotongkan semua hewannya ke PUD RPH Kota Medan, apalagi dikuatkan dengan penguatan regulasi atau peraturan dalam bentu Peraturan Walikota Mdan tentang peredaran hewan dan daging yang masuk ke Kota Medan, pemotongan dan pemeriksaan kesehatannya wajib dari RPH Kota Medan. Dengan demikian diprediksi kedepannya Direksi dan karyawan PUD RPH Medan mampu mengelola pelayanan prima. Karena pendapatan meningkat sesuai dengan yang diharapkan," ungkap Edwin yang juga Ketua Bapemperda DPRD Kota Medan itu.
Dijelaskannya, kerusakan infrastruktur RPH yang luasnya sekira  5,2 hektar itu yang terlihat diantaranya atap, dinding dan lantainya rusak parah sehingga tidak dapat digunakan lagi. Kemudian atap, dinding dan lantai di dua ruangan pemotongan, atap dinding dan lantai kandang penampungan sapi yang siap dipotong juga terkesan kumuh. 
"Kiranya  kami sulit membayang PUD RPH Kota Medan ini bisa berkembang untuk meningkatkan pendapatan apalagi menghasil pandapatan asli daerah (PAD) jika walikotanya sendiri selaku pemilik BUMD tidak merespon kondisi PUD nya. Apalagi membangun kepercayaan masyarakat untuk menjamin dan menghasilkan daging Asuh dari RPH Kota Medan (pu.001)                   

Baca juga: 
1. Ranperda PUD RPH Medan Disahkan Menjadi Perda   
2. Pengusaha Potong Hewan Jangan Korbankan Pedagang Daging di Pasar Kota Medan
Komentar Anda

Berita Terkini