Jelang Natal, Sebagian Komoditas Alami Kenaikan

harian9 author photo


MEDAN| H9
Menjelang natal, dari hasil pantauan dilapangan, sejumlah komoditas khususnya daging ayam mengalami kenaikan. Harga daging ayam di tingtkat pedagang pengecer itu sekitar 37 ribuan. Meskipun di pasar tradisional itu berkisar 35 ribuan. Memang harga daging ayam tersebut terbilang mahal. Saya menduga tren konsumsi yang naik menjadi salah satu pemicu kenaikan harga daging ayam.

"Walau demikian, bukan tidak mungkin kenaikan harga di level pedagang pengecer tersebut dikarenakan momen ini menjadi momen yang pas untuk meraup keuntungan berlebih. Selain daging ayam, harga daging sapi juga mengalami kenaikan, walaupun sejauh ini pantauan saya di tingkat pedagang tradisional tidak lebih dari 130 ribu per Kg. Harga tersebut masih terbilang normal," kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Rabu (22/12/2021). 

Kalau sebelumnya dihari normal harga daging sapi itui dijual dalam rentang 115 hingga 130 ribu per Kg. Nah saat ini harganya bergerak dalam rentang 125 hingga 130 ribu per Kg-nya. Masih wajar jika melihat pola konsumsi menjelang natal ini. Selanjutnya telur ayam, disini saya kerap menemukan anomali harga. Dari pantauan saya di sejumlah pasar tradisional harga telur ayam itu masih dikisaran 24 ribu per Kg dalam beberapa pekan terakhir.

"Tetapi belakangan ini saya menemukan kalau beberapa pedagang pengecer khususnya kedai sampah ini harganya kerap naik. Telur dijual dalam satuan butir, dan harganya dalam sepekan ini naik dalam rentang 100 hingga 200 rupiah per butir nya. Jadi saya sarankan bagi para ibu rumah tangga untuk lebih rutin menawar harga,"katanya.

Dengan catatan, harga yang saya sebutkan itu tidak semuanya berlaku di wilayah SUMUT. Beberapa wilayah di SUMUT khususnya diluar kota medan sebaiknya menyesuaikan. Karena wilayah tertentu seperti Padang Sidempuan apalagi wilayah nias, itu harga telurnya jauh lebih mahal dari harga di medan.

"Namun, momen seperti sekarang ini jadi momen yang tepat bagi pedagang untuk mengambil keuntungan. Walaupun saya menilai potensi keuntungan lebih yang didapatkan juga masih terbilang terbatas. Tetapi tidak ada salahnya bagi para ibu rumah tangga untuk lebih aktif menawar harga dari pedagang,"ujarnya.

Nah untuk cabai rawit, memang sebelumnya harga cabai rawit sempat menyentuh 60 - 70 ribu an per Kg. Tetapi hari ini harga anjlok sekitar 30%-an. Bergerak dalam kisaran 40 ribu hingga 50 ribu saat ini. Hal ini dikarenakan harga cabai rawit di luar SUMUT khususnya jawa juga sempat naik di atas 85 ribu per Kg. Bahkan sempat lebih mahal dibandingkan dengan harga daging.

"Namun untuk cabai merah kita bersyukur masih di level 30 ribuan per Kg. Masih sangat aman dan tidak menjadi pemicu inflasi di SUMUT. Walau demikian masih ada sekitar 9 hari hingga tahun baru. Masih ada potensi tekanan inflasi dari harga kebutuhan masyarakat. Terlebih umumnya budaya keluarga kita yang beragama Kristen di SUMUT, mereka kerap membuat beraneka ragam makanan setelah perayaan natal," katanya.

Jadi pekan depan menjadi pekan penentu fluktuasi harga kebutuhan pangan. Walaupun saya optimis masih akan sangat terkendali. Tetapi TPID maupun pemerintah setempat harus tetap memantau perkembangan harga.(PP-04)


Komentar Anda

Berita Terkini