Jenderal TNI Dudung Abdurachman Dijadwalkan Bakal Meninjau Penanggulangan Erupsi Semeru

harian9 author photo

 SURABAYA| H9
Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman dijadwalkan bekal melakukan peninjauan penanggulangan bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Lumajang, 
Jawa Timur.
        
Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra menjelaskan, orang nomor satu di tubuh TNI-AD itu rencananya akan berangkat dari Jakarta, menuju ke Surabaya pada malam ini.

“Besok pagi, KSAD langsung ke lokasi pengungsian korban erupsi,” ujar Kusdi. Minggu, 12 Desember 2021 petang.
        
Kapendam berujar, selain di Posko bencana yang berada di Kantor Kecamatan Candipuro,  KSAD dijadwalkan akan melakukan kunjungan kebeberapa lokasi pengungsian yang ada di Lumajang, termasuk diantaranya di posko Lapangan Desa Sumber Wuluh, hingga meninjau jembatan Gladak Perak atau yang akrab disebut Piket Nol.
        
“Beliau (KSAD, red) nantinya juga berkunjung ke Ponpes Ulul Albab. KSAD dijadwalkan akan membagikan beberapa bantuan kepada masyarakat terdampak erupsi Semeru,” jelasnya.
        
Hingga saat ini, Kusdi menyebut pihak TNI bersama beberapa instansi, stakeholder dan para relawan terus melakukan upaya evakuasi dan penanggulangan di beberapa Desa yang menjadi sasaran erupsi Semeru.
       
Bukan hanya itu, sebelumnya pihak Kodam V/Brawijaya telah menyiapkan beberapa fasilitas darurat di lokasi pengungsian. Fasilitas itu, meliputi adanya dapur umum, posko darurat hingga beberapa alat berat untuk membantu proses evakuasi dan pencarian.
     
“Info terakhir yang kami dapat, erupsi itu menelan korban jiwa sebanyak 45 orang, 9 orang dinyatakan hilang, dan masih dalam proses, 19 mengalami luka ringan, dan 19 warga mengalami luka berat," ungkap Kapendam.
     
Untuk diketahui, erupsi yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021 lalu itu, berdampak pada 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Setidaknya, terdapat 126 titik lokasi pengungsian.
     
"24 titik pengungsian terpusat, dan 102 titik pengungsian menyebar atau mandiri," jelasnya.
     
Bahkan, saat ini pihak BNPB telah menetapkan Semeru pada status level II atau waspada.


Komentar Anda

Berita Terkini