Kemendag Gandeng Akademisi Wujudkan Konsumen Berdaya a

harian9 author photo



KARAWANG| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal  Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) menggandeng akademisi Universitas  Singaperbangsa Karawang (Unsika) melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mewujudkan  konsumen Indonesia cerdas dan berdaya. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Jenderal  (PKTN) Veri Anggrijono dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, dan Alumni Unsika  Amiruddin di Karawang, Jawa Barat, Jumat (10/12). 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU antara kementerian Perdagangan  dengan 43 perguruan tinggi di 31 provinsi di Indonesia yang dikukuhkan pada puncak peringatan Hari Konsumen Nasional pada 28 Oktober 2021. 

“Para akademisi dan mahasiswa dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam  pelaksanaan perlindungan konsumen. Kami berharap melalui penandatanganan PKS ini dapat turut  memasifkan kegiatan perlindungan konsumen. Sehingga, dapat mempercepat terwujudnya  konsumen berdaya di Indonesia,” kata Veri. 

Veri menyebutkan, kerja sama tersebut meliputi pertukaran data dan informasi, edukasi, koordinasi  di bidang perlindungan konsumen; pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat terkait  bidang perlindungan konsumen; pengembangan sumber daya manusia perlindungan konsumen; serta pemberian edukasi di bidang perlindungan konsumen. 

Menurut Veri, mahasiswa merupakan garda depan konsumen cerdas dan berdaya. Mereka mampu  melakukan penyebaran informasi dan edukasi melalui media sosial hingga turun langsung ke  masyarakat.  

“Perlindungan konsumen harus dilaksanakan secara berkelanjutan, lintas sektor  kementerian/lembaga, dan menjadikan konsumen sebagai subjek pembangunan dan penentu  pasar. Perlu adanya sinergitas dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Salah satunya dunia  perkuliahan yang memiliki peran aktif dalam memberikan pemahaman kepada konsumen,” ujar  Veri. 

Veri mengungkapkan, hasil survey keberdayaan konsumen di Jawa Barat pada 2020 berada di atas  Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) nasional yaitu 51,95 yang berarti sudah berada pada level  “mampu”. Dari seluruh dimensi penilaian survey IKK, yang menduduki peringkat paling rendah  adalah kecenderungan untuk berbicara dan perilaku komplain. 

“Saya percaya Unsika dapat menyukseskan sosialisasi kebijakan perlindungan konsumen. Ditjen  PKTN siap menjamin dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang menggalakkan  perlindungan konsumen,” jelas Veri. 

Rektor Unsika Sri Mulyani menambahkan, Unsika memiliki Komunitas Konsumen Cerdas (Kokoncer)  yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Hukum. Para mahasiswa yang tergabung dalam Kokoncer  terjun langsung ke masyarakat untuk membantu menyosialisasikan kiat menjadi konsumen cerdas.  Salah satunya dengan mengajak masyarakat memahami berbagai tulisan yang tertera pada  kemasan suatu produk, yaitu tanggal kadaluwarasa, kandungan bahan baku, dan kelayakan produk. 

“Para mahasiswa saat ini juga perlu mempelajari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), blockchain, dan siber. Hal itu nantinya akan semakin meningkatkan kemampuan para mahasiswa  menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya,” tutur Sri. (WP.03)




Komentar Anda

Berita Terkini