Kemendag Gandeng Akademisi Wujudkan Konsumen Cerdas dan Berdaya

harian9 author photo


BANTEN| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali gandeng akademisi dalam menciptakan konsumen cerdas dan berdaya. Kali ini, Kemendag menggandeng Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk mewujudkan konsumen Indonesia cerdas dan berdaya. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Jenderal (PKTN) Veri Anggrijono  dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Agus Prihartono di Serang, Banten, Selasa (28/12). 

“Melalui kerja sama ini, para akademisi dan mahasiswa diharapkan dapat menjadi perpanjangan  tangan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan perlindungan konsumen, terutama di lingkungan  sekitarnya,” ujar Veri. 

Menurutnya, hal tersebut mengingat mahasiswa merupakan garda depan konsumen cerdas dan  berdaya, yang mampu melakukan penyebaran informasi dan edukasi, baik melalui media sosial  maupun terjun langsung ke masyarakat. 

“Untuk itu, kami mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk menggiatkan penyelenggaraan perlindungan konsumen dengan melakukan kegiatan yang melibatkan konsumen secara langsung. Misalnya para mahasiswa yang well educated diharapkan menjadi jembatan untuk memotivasi lingkungannya agar menjadi konsumen cerdas yang well informed,” lanjutnya.

Penandatanganan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan bersama  (Memorandum Of Understanding/MoU) antara Kementerian Perdagangan dengan 43 perguruan  tinggi di seluruh Indonesia yang dikukuhkan pada Puncak Peringatan Hari Konsumen Nasional pada  28 Oktober 2021 lalu.  

Veri menguraikan, PKS tersebut melingkupi pelaksanaan kegiatan dalam rangka penyebaran  informasi melalui pertukaran data dan informasi, edukasi, koordinasi di bidang perlindungan  konsumen; dan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat terkait bidang perlindungan  konsumen. Selanjutnya pengembangan sumber daya manusia perlindungan konsumen serta  pemberian edukasi di bidang perlindungan konsumen. 

Menurut hasil survei Indeks Keberdayaan Konsumen yang dilakukan Kemendag pada 2020 silam,  Banten berada pada indeks 48,51 yang artinya sudah dalam level ‘Mampu’. Posisi tersebut masih  berada di bawah IKK Nasional dengan rata-rata IKK untuk perkotaan sebesar 49,14 dan pedesaan  47,88.

Ditambahkannya, IKK tingkat nasional berada di indeks 49,07 yang menunjukkan bahwa  konsumen Indonesia masih berada pada level ‘Mampu’. Artinya konsumen Indonesia mampu  menggunakan hak dan kewajibannya untuk menentukan pilihan terbaik serta menggunakan produk  dalam negeri. 

“Kami mendorong konsumen di Banten khususnya, untuk memberdayakan diri, berani menegakkan  haknya, berani berbicara serta menyampaikan keluhannya jika mengalami kerugian melalui saluran  pengaduan konsumen yang harus disediakan para pelaku usaha. Jika tidak ada kesepakatan, maka  konsumen dapat menyampaikan keluhannya ke layanan pengaduan di kementerian dan lembaga terkait perlindungan konsumen atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen,” pungkas Veri. (WP.03)


Komentar Anda

Berita Terkini