RI-Turki Tanda Tangani MoU Imbal Dagang

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Kementerian Perdagangan (Kmendag) bertekad mengakselerasi pemulihan  ekonomi nasional dengan memperkuat ekspor. Penguatan ini dilakukan dengan memfasilitaai  penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama skema imbal dagang business to business (b to b) antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dengan  Turk Barter International (TBI) A.S selaku Badan Pelaksana imbal dagang di Turki.  

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati dan Presiden  TBI A.S Muhammet Sirri Simsek, pada Rabu (15/12), disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan  Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki Lalu  Muhamad Iqbal, Atase Perdagangan Ankara di Turki Eric Gokasi Nababan, Dewan Direksi PT PPI, dan  pemangku kepentingan seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Negara  Indonesia (BNI), PT Askrindo, serta PT Kurhans Trans.  

“Fasilitasi Kemendag ini merupakan upaya terobosan untuk mempercepat pemulihan ekonomi  nasional. Kerja sama imbal dagang telah lama dijajaki Indonesia sebagai suatu strategi baru  peningkatan ekspor. Sejak 2019, penjajakan skema imbal dagang b to b lebih diperkenalkan dan  didorong untuk lebih implementatif,” jelas Dirjen PEN Didi. 

Menurut Didi, Turki merupakan negara mitra dagang strategis dan penting bagi Indonesia.  Penandatanganan MoU ini dapat menjadi salah satu penguat hubungan bilateral kedua negara yang  berkelanjutan dan saling menguntungkan. 

“Turki merupakan negara yang familiar dengan sistem  imbal dagang dan praktik itu telah diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Turki di bawah  TBI yang menjadi Badan Pelaksana di Turki,” terang Didi. 

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan momen penting bagi hubungan Indonesia dan Turki. Kedutaan  Besar RI di Turki mendukung penuh program penjajakan kerja sama imbal dagang b to b dengan Turki  khususnya. 

“Program yang diinisiasi Kemendag ini menjadi strategi baru dalam menghadapi  tantangan krisis global di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Lalu. 

Dubes Lalu mengharapkan kerja keras dari semua pihak untuk mewujudkan kerja sama imbal dagang  ini dalam penandatanganan kontrak jual beli melalui imbal dagang saat kunjungan Presiden Turki ke  Indonesia pada awal Februari 2022.

Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati menjelaskan, penandatanganan MoU dengan Turki  merupakan salah satu target PT PPI di 2021. Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen PT PPI dalam mendukung program kerja sama imbal dagang b to b yang digencarkan Kemendag. 

“PT PPI siap melaksanakan peran sebagai koordinator yang menjembatani eksportir dan importir  dalam negeri. Kami akan terus berkoordinasi dengan TBI A.S selaku pihak koordinator di Turki untuk  finalisasi produk yang akan diimbaldagangkan segera setelah penandatanganan MoU. Kami  menargetkan transaksi riil dapat segera diwujudkan pada Januari 2022,” tutur Nina. 

Beberapa produk yang Indonesia tawarkan antara lain minyak sawit, timah, staple fibres of viscose  rayon, karet alam, benang tunggal (single yarn), bubuk kakao, kelapa kering, dan cakalang beku.  Sementara produk yang ditawarkan Turki antara lain tembakau, gandum, es krim, peralatan rumah  tangga otomatis, botaes, keramik, minyak zaitun, trafo listrik, dan aluminium hydroxide. 

Kerja sama imbal dagang diharapkan dapat menjadi kerja sama yang implementatif bagi kedua  negara dan menjadi salah satu opsi bagi pelaku usaha kedua negara di tengah kondisi perekonomian  dunia dalam masa pandemi. Turki saat ini sedang mengalami penurunan nilai mata uang yang cukup  signifikan dan barter menjadi salah satu opsi transaksi perdagangan yang dimanfaatkan banyak  perusahaan di Turki. 

Sebelumnya, pada 25—28 November 2021, Indonesia juga telah berpartisipasi pada 7th World Halal  Summit dan 8th OIC Halal Expo di Istanbul, Turki. Indonesia berhasil mencatatkan transaksi senilai  USD 3,8 juta dan empat MoU kerja sama dagang. Diharapkan, kerja sama imbal dagang ini dapat mendukung dan mendorong nilai transaksi awal yang telah dilakukan. 

Sejak awal 2021, Kemendag telah melakukan penjajakan intensif dalam rangka kerja sama skema  imbal dagang b to b dengan 35 negara di dunia. Adapun 11 negara diantaranya yaitu Meksiko, Rusia,  Jerman, Belanda, Turki, Italia, Hongaria, Prancis, Filipina, India, dan Iran memberikan respons positif  untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut. 

Nilai total perdagangan nonmigas Indonesia ke Turki periode Januari—Oktober 2021 tercatat sebesar  USD 1,67 miliar. Total ekspor nonmigas Indonesia ke Turki sebesar USD 1,34 miliar. Sementara, nilai  impor Indonesia dari Turki sebesar USD 325,7 juta. Sehingga, tercatat surplus bagi Indonesia sebesar  USD 1,01 miliar. Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Turki antara lain minyak nabati, karet alam, fibres, baja tahan karat (stainless steel), dan trafo listrik. Sedangkan, komoditas impor utama  Indonesia dari Turki antara lain carbonates, tembakau, borate, furnace accessories, dan benang. (WP.03)


Komentar Anda

Berita Terkini