cari




 


 

Vaksinasi Medan Lampui Batas Penilaian PPKM Level 2

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
Pemko Medan terus masif melakukan vaksinasi. Langkah itu dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya herd immunity guna melindungi warganya agar tidak terpapar Covid-19. Upaya yang dilakukan menantu Joko Widodo ini sangat signifikan dengan terus menurunnya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Medan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dari 24 November- 29 November  hanya 1 sampai 3 kasus. Bahkan, 30 November-1 Desember, kasus terkonfirmasi positif  0 kasus alias nihil. Meski demikian Bobby Nasution terus mengisntruksikan untuk terus gencar melakukan vaksinasi  dan terus mengajak warga  tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Saat ini capaian vaksinasi yang telah dilakukan Pemko Medan hingga Senin (1/12), jelas Bobby, mencapai 78,55 persen untuk dosis I dan 67,02 persen untuk dosis II. Artinya, Pemko Medan telah melebihi target sebesar 70 persen yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat. Dengan capaian tersebut dan semakin melandainya kasus terkonfiormasi positif Covid-19, Kota Medan yang saat ini Level 2 PPKMN bisa turun ke Level 1

“Ada beberapa kriteria PPKM Level 2 yang sudah berhasil dilewati Kota Medan, salah satunya capaian vaksinasi. Kota Medan saat ini sudah melewati target capaian vaksinasi bagi masyarakat umum, sehingga sudah melewati batas penilain PPKM Level 2. Sebab, standar capaian vaksinasi  untuk masyarakat umum sebesar 70%,” kata Bobby Nasution beberapa hari

Keberhasilan Bobby Nasution dalam melampaui target vaksinasi  yang telahtetap ditetapkan Pemerintah Pusat dan melampaui batas penilaian PPKM Level 2 mendapat apresiasi  pengamat kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Dr dr Delyuzar M Ked (PA) Sp PA (K). Dikatakan Delyuzar, keberhasilan itu menunjukkan komitmen yang kuat dari  Pemko Medan, terkhusus Wali Kota Medan. Sebab, guna meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19 di suatu daerah, jelasnya,  pemerintah daerah harus mempercepat pencapaian herd immunity di atas 70 persen dengan cara vaksinasi.

“Pemko Medan sudah melewati target untuk herd immunity di atas 70 persen. Saya rasa ini harus kita apresiasi dan dapat diikuti oleh daerah lainnya yang ada di Provinsi Sumut. Daerah lain harus bisa mengikuti langkah yang telah dilakukan Pemko Mdan. Selain itu kita juga berharap dengan vaksin yang gencar dilakukan dan melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat, Pemko Medan dapat mengatasi gelombag ketiga Covid-19 yang sekarang sudah mengenai daerah-daerah di Eropa, seperti Jerman yang saat ini kasusnya sudah meningkat,” harap  Delyuzar
 
Di  tangan Bobby Nasution, jelas Delyuzar, vaksinasi Kota Medan telah berhasil melampaui batas penilaian PPKM Level 2. Diingatkannya, Pemko Medan jangan cepat puas atas capaian tersebut dan harus terus masif melakukan vaksinasi walaupun targetnya 70– 80 persen agar percepatan herd immunity segera terwujud.

“Pak Bobby berhasil membawa Medan melampaui batas penilaian PPKM level 2 terkait vaksinasi ini. Capaian vaksinasi yang dilakukan telah di atas 70 persen, saya yakin bisa dilanjutkan lebih dari itu lagi. Saya mendukung gerak cepat (gercep) vaksinasi yang dilakukan Pak Bobby. Kita berharap Pak Bobby terus mendorong vaksinasi sehingga bisa mencapai lebih 80 persen walaupun 70 persen sebenarnya bagian yang sudah melewati batas herd immunity. Pemko Medan luar biasa telah melewati target ini, ” ungkapnya.

Selain itu Delyuzar juga berharap, agar pintu masuk Kota Medan dari pelabuhan maupun bandara udara harus diawasi dengan ketat. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah masuknya pendatang  dari luar negeri seperti Afrika Selatan, Itali dan beberapa negara lainnya yang sudah terkena varian Omicron,” sarannya.

“Tentu mencegahnya tidak bisa dilakukan Pemko Medan saja, perlu kolaborasi dari Pemerintah Provsu dan Pemkab Deli Serdang untuk bersama-sama mengawasinya. Kalau ada orang asing dari luar negeri yang berpotensi dapat menularkan varian baru, sebaiknya mereka diisolasi sekitar 10 hari. Apalagi ini mau menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, saya pikir harus diperketat, termasuk prokes. Di samping itu tentunya harus terus meningkat vaksinasi,” harapnya.

Komentar Anda

Berita Terkini