Wah, Disperindag Mulai Tertibkan PKL Pasar Sibuhuan

HARIAN9 author photo


 PALAS | H9
Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Padang Lawas (Palas) bersama Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol-PP dan Damkar) melakukan penertiban pedagang kaki lima di Pasar Sibuhuan, yang di mulai, Senin (13/12/2021).

Penertiban tersebut merupakan langkah persuasif yang dilakukan Pemerintah Daerah agar para pedagang kaki lima bisa menempati tempat baru yang disediakan nantinya. 

Kepala Disperindag Kabupaten Palas, Gojali, SE mengatakan, pihaknya melakukan penertiban sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, diantaranya yang paling pokok yakni,  supaya menjaga Keselamatan Para pedagang mengunakan bahu dari bahaya laka lantas, untuk mereka kita tertibkan,  sehingga jalan tetsebut dapat difungsikan bagi kelancaran lalu lintas.

Untuk Menciptakan keindahan pasar tradisional yang asri atau tidak semraut. Selanjutnya Kadis Koperindag, kepada pedagang supaya agar mengedapankan Keselamatan berusaha dan tidak menciptakan kemacetan berlalulintas pada bahu jalan. Harapnya.

“Hari senin, hasil kesepakatan dengan mereka untuk memindahkan sendiri lapaknya  itu mulai tanggal (12/12/2821), sekarang kita inventarisir dan masih persuasif,” kata Gojali, saat dikonfirmasi Harian9.com lewat pesan WhatsAppnya. Selasa (14/12/2021).

“Kan kita sudah sampaikan, yang jelas kita berikan batas waktu, kalau masih nakal kita akan berikan tindak yang lain, dan kemarin dan hari ini kita berikan sosialisasi dan pantau didampingi Satpol PP dan Damkar Palas. Meskipun sudah dibongkar oleh pemilik lapak, tapi ini harus kita lakukan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang PKL Pasar Sibuhuan, yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, dirinya tidak mematuhi aturan pemerintah yang melarang berjualan di bahu jalan lantaran sebelumnya pemerintah belum menyiapkan tempat relokasi yang memadai.

Ia juga mengatakan, ada yang sudah berjualan bertahun tahun di bahu jalan mengaku setiap harinya mendapatkan omset 100 sampai 300 ribu sehari semalam. Namun, dengan ditertibkannya tempat lokasi di pusat pasar tradisional Sibuhuan ini, ia berharap dan kiranya pemerintah daerah palas menyiapkan tempat relokasi yang baik dan memadai. Karena tidak ada lagi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dan keluarga dirumah.

“Sudah lebih 10 tahun jualan di sini, dan beberapa kali ditindak oleh petugas. Karena sekarang sudah ditertibkan kembali oleh pemerintah, walaupun belum tahu bagaimana tempat dan penghasilannya,” katanya. 

Wah, semoga para PKL bisa mematuhi aturan yang ada dan berjualan dengan nyaman di tempat lain nantinya, dan kiranya pemkab palas, menyiapkan lokasi yang memadai, pintanya. (WD41)


Komentar Anda

Berita Terkini