AWAS MINYAK GORENG LIMBAH PENYEBAB KANKER

harian9 author photo


MEDAN| H9
Makanan yang digoreng rasanya memang lebih menggoyang lidah. Tak heran kalau kebanyakan jenis lauk yang Anda konsumsi biasanya digoreng dulu. Untuk mengetahui yang digunakan minyak goreng limbah atau tidak dapat dilakukan sebagai berikut: 
"Ambil minyak goreng dirumah dan masukan ke dalam kulkas selama 2 jam, jika ada busa putih, itu artinya Minyak Goreng Limbah."
Ada seorang dokter dari Padang Sumatera Barat  menyampaikan, salah satu cara mudah untuk mendeteksi apakah itu adalah Minyak Goreng Limbah atau bukan yakni; 
"Waktu menumis sayur taruh sedikit bawang putih, bawang putih sangat sensitif terhadap Aflatoksin dan Karsinogenik (penyebab kanker), kalau bawang putih berubah menjadi merah itu artinya minyak yang dipakai adalah minyak limbah yang mengandung banyak  zat karsinogenik (penyebab kanker). Selanjutnya jika minyak yang baik, bawang putih yang sudah ditumis warnanya akan putih. 


Semakin sering Anda mengonsumsi gorengan yang dimasak dengan minyak goreng limbah, semakin besar pula bahayanya buat tubuh Anda. Berikut sejumlah bahaya minyak goreng limbah bagi kesehatan.
Dikutip dari tempo,co, minyak goreng limbah banyak mengandung asam lemak, (asam lemak jenuh: miristat 1-5 persen, palmitat 5-15 persen, stearat 5-10 persen; asam lemak tak jenuh: oleat 70-80 persen, linoleat 3-11 persen, palmitoleat 0,8-1,4 persen).
Disebutkan, bahaya menggunakan minyak goreng limbah adalah kerusakan akibat pemanasan pada suhu tinggi antara 200-250 derajat Celsius. Hal tersebut dapat mengakibatkan keracunan dalam tubuh dan berbagai macam penyakit, misalnya diare, pengendapan lemak dalam pembuluh darah, kanker, dan menurunkan nilai cerna lemak.
Hasil penelitian yang dilakukan di Maryland dan instansi-instansi lain oleh Ghidurus pada 2010 menunjukkan bahwa komsumsi asam lemak trans dari minyak atau lemak nabati yang di-hidrogenesasi sebagian guna memadatkan minyak atau lemak mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan. seperti penyakit jantung, kanker, diabetes mellitus, liver, hipertensi, dan kolesterol.
Rini Mastuti dalam jurnalnya berjudul Suhu dan Lama Menggoreng terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Daging Kambing Restrukturisasi, yang dimuat di Jurnal Ilmu Dan Teknologi Hasil Ternak, melaporkan minyak goreng yang digunakan berulang tidak hanya merusak mutu minyak goreng, tetapi juga menurunkan mutu bahan pangan yang digoreng. Selain itu membuat minyak teroksidasi membentuk gugus peroksida dan monomer siklik. Minyak yang telah mengalami hal tersebut dikatakan telah rusak dan berbahaya bagi tubuh.
Dokter itu menekankan bahwa jika setiap orang yang menerima info ini dapat diteruskan ke orang lain, tentu minimal satu nyawa akan terselamatkan.  Semoga bermanfa'at. (ist)                                                 
Komentar Anda

Berita Terkini