cari


 

Cegah Banjir dan Longsor, NNB Tapsel Lakukan Gerakan Hijau

harian9 author photo
 

TAPSEL |H9

Gerakan Hijau Naposo Nauli Bulung (NNB) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tspsel), mendapat respon positif dari masyarakat Desa, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana.

 
Hal itu terungkap pada acara pertemuan antara NNB Tapsel dengan masyarakat Desa Panobasan Lombang di Dusun Lobuhom Desa Panobasan Lombang Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, Selasa (18/1/2022).
 
Pertemuan yang dihadiri Ketua NNB Tapsel Riski Rambe, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapsel, diwakili Kabid Kedaruratan dan Logistik pada Kalak BPBD Tapsel Hotmatua Rambe, Kepala Desa Panobasan Lombang Naungan Nauli Harahap diwakili Sekretaris Desa Marahot Harahap dan masyarakat Desa
Panobasan Lombang.
 
Kepala Desa Panobasan Lombang Naungan Nauli Harahap diwakili Sekretaris Desa Marahot Harahap, menyampaikan aspirasi yang luar biasa kepada program NNB tapsel dalam upaya pencegahan dini terhadap bencana banjir dan longsor, khususnya di dusun 3 Lobuhom Desa Panobasan Lombang Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel.
 
Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada NNB Tapsel yang telah melaksanakan aksi tersebut dan kepada masyarakat agar kiranya dapat bekerja sama dengan NNB Tapsel guna mencegah kerusankan lingkungan.
 
“ Gerakan hijau ini dilakukan dengan demi kebaikan dan keselamatan kampung kita mari kita sama-sama bergandenga tengan terapkan gotong royong melakukan penghijaun dan bersihkan sungai, agar Desa kita tidak terjadi banjir dan longsor, “ terang Marahot Harahap.
 
Sementara Ketua BBN Tapsel Riski Abadi Rambe dalam sambutannya mengatakan, gerakan hijau ini dilakukan dalam upaya meminimalisir bencana banjir dan longsor di Dusun Lobuhom ini.
 
“ Dalam penghijauan ini kita menanam tanaman jenis bambu kuning di banataran sungai dan untuk tahap pertama kami tanam sebanyak 50 batang dan akar wangi sebanyak 100  bibit yang nantinya akan berfungsi untuk melakukan pemagaran bantaran sungai jika kita aktif melakukan penanaman, “ ucapnya.
 
Menurut Riski, tanaman, bambu kuning, jika kira rawat dengan baik, sangat bagus untuk menahan air masuk kepemukiman masyarakat, begitu juga dengan rumput vetiver atau akar wangi yang merupakan jenis tumbuhan yang berasal dari India ini berfungsi untuk mencegah longsor.
 
“ Akarnya kuat sampai mencapai 3 meter kedalam tanah dan rumput vetiver ini juga berfungsi untuk meningkatkan keasaman atau PH tanah dan melakukan penyaringan air sehingga air tetap bersih, “ kata Riski. 
 
Untuk itu ia berharap, agar masyarakat untuk tetap menjaga tanaman tersebut dan tetap melakukan perawatan agar bisa tumbuh dengan baik dan tentunya NNB Tapsel bersama pihak yang terlibat dalam program Gerakan Hijau
 
“ Kami dari NNB Tapsel akan terus melakukan pemantauan terkait perkembangan tanaman bersama dengan rekan-rekan para Dosen Pertanian dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel). Intinya sekali seminggu kami akan turun kelokasi untuk melakukan pencerdasan dan survey lokasi yang telah dilakukan penanaman, “ tuturnya.
 
Kalak BPBD Tapsel diwakili Kabid Kedaruratan dan Logistik Hotmatua Rambe manyampaikan agar generasi muda untuk tetap me jaga alam dengan melakukan penghijauan dan pemeliharan tanaman agar alam tidak murka.
 
“ Pemkab Tapsel melalui BPBD Tapsel menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digagas NNB Tapsel dan mari kita sama sama dukung program tersebut dalam upaya melakukan mitigasi, pencegahan bencana banjir, “ tegasnya.
 
Usai pembukaan acara, dilanjutkan dengan penyerahan bibit bambu kuning dan rumput petiver kepada masyarakat serta diteruskan dengan penanaman di lokasi bantaran sungai dan daerah yang rawan longsor, sembari meneriakkan yel..yel, Lobuhom Bisa, Panobasan Lombang Mantap, Tapsel Tangguh, Tangguh, Tangguh…! (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini