Ekspor HRFPANA Indonesia Bebas Bea Masuk Anti-Dumping ke India

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Ekspor produk hot-rolled flat products of alloy or non-alloy steel (HRFPANA) Indonesia berhasil bebas bea masuk anti-dumping (BMAD) ke India. Hal ini dikarenakan  Kementerian Keuangan India menolak rekomendasi Otoritas Anti-Dumping India yaitu Directorate General Trade Remedies (DGTR) atas perpanjangan BMAD produk HRFPANA, yang salah satunya  berasal dari Indonesia. 

Pembatalan BMAD produk HRFPANA ini berdasarkan keputusan Kementerian Keuangan India  melalui Tax Revenue Unit (TRU). Ketetapan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian  Keuangan India melalui TRU dalam Office Memorandum yang dikeluarkan pada 4 Januari 2022. Setelah mempertimbangkan rekomendasi final findings DGTR, Pemerintah India memutuskan untuk  tidak menerima rekomendasi tersebut, sehingga perpanjangan BMAD untuk produk HRFPANA yang  antara lain berasal dari Indonesia tidak diteruskan. 

“Indonesia menyambut baik keputusan Pemerintah India yang tidak menerima rekomendasi DGTR  untuk memperpanjang penerapan BMAD atas produk HRFPANA. Penolakan Kementerian Keuangan  India atas rekomendasi perpanjangan BMAD oleh DGTR tersebut merupakan peluang yang cukup  baik bagi eksportir Indonesia untuk kembali meningkatkan ekspor produk baja ke India,” ungkap  Mendag Lutfi, di Jakarta (21/01).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor HRFPANA ke India pada 2021 sebesar USD.5,9  juta. Nilai ini turun 81 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD.31,4 juta. 

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana  mengungkapkan, Pemerintah India telah mengambil keputusan yang tepat untuk tidak  memperpanjang pengenaan BMAD produk HRFPANA yang direkomendasikan DGTR. 

“Langkah  Pemerintah India diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekspor produk HRFPANA ke India,” katanya.

Ia menjelaskan, penyelidikan sunset review dalam rangka perpanjangan pengenaan BMAD  produk HRFPANA sudah berjalan selama lebih dari 9 bulan sejak diinisiasi pada 31 Maret 2021. 

“Pada tanggal 14 September 2021, DGTR India mengeluarkan keputusan akhir yang merekomendasikan  perpanjangan penerapan BMAD tersebut untuk lima tahun ke depan,” tuturnya.

Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno menambahkan, sejak diberlakukannya BMAD pada 2017, nilai ekspor HRFPANA ke India mengalami tren penurunan sebesar 38 persen. 

“Dengan  dihentikannya pengenaan BMAD tersebut, ekspor HRFPANA ke India diharapkan akan meningkat.  Khususnya karena India merupakan salah satu pasar potensial produk HRFPANA dengan pangsa  pasar sebesar 5,8 persen dari total ekspor HRFPANA pada tahun 2020,” pungkas Natan.  (WP.03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini