cari


 

Harga Daging Ayam di Medan Terus Alami Kenaikan

harian9 author photo


 MEDAN| H9
Harga daging ayam di kota Medan masih terus mengalami kenaikan meskipun perayaan NATARU telah usai. Harga daging ayam pada hari ini (11/1/2022) naik hingga mencapai 42 ribu per Kg nya. Jelas, kenaikan harga daging ayam tersebut sangat meresahkan, khususnya bagi para ibu rumah tangga di kota medan. Karena kenaikan harga daging ayam ini membebani pengeluaran rumah tangga.

"Sejauh ini, saya belum bisa menapatkan informasi akurat kenapa ada kenaikan harga daging ayam saat ini. Seharusnya saat perayaan NATARU usai, tren konsumsi daging ayam mengalami penurunan. Dan harga bisa lebih bersahabat (turun). Kalau kita melihat harga ikan segar yang juga mahal, dan memicu kenaikan harga daging ayam, karena masyarakat beralih ke daging ayam," kata pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (11/1/2022).

Memang alasan tersebut bisa diterima. Tetapi harga ikan segar mahal sudah terjadi sejak November tahun silam. Artinya kenaikan harga ikan segar tersebut seharusnya sudah membentuk kenaikan harga daging ayam (price in) sekitar dua bulan lalu. Kalau dipicu oleh kenaikan harga pakan, memang hasil pengamatan saya itu terjadi kenaikan harga pakan sekitar 3% hingg 5% di Desember.

"Tetapi masa iya sih harus memicu kenaikan harga daging ayam sampai 30% lebih. Jadi masalah dilapangan itu kan seperti ini. Jika kita melihat data harga daging ayam selama tahun 2021. Harga itu umumnya bergerak dalam rentang 28 ribu hingga 33 ribuan per Kg. Jadi kalau sekarang dijual 42 ribu, berarti kan ada kenaikan sekitar 10 ribu per kg (naik 33%-an) dari harga ideal tahun 2021," ujarnya. 

Nah harga daging ayam saat idul fitri tahun lalu itu pernah mencapai 37 ribuan per Kg di bulan mei. Namun seminggu setelahnya sempat mengalami penurunan dikisaran 33 ribuan selama 10 hari. Namun sempat melompat lagi menjadi 37 ribuan (awal juni 2021), dan bertahan di harga 37 ribuan selama 2 minggu, sebelum kembali ke angka 30 ribuan per Kg.

"Nah kalau kita lihat polanya saat ini, sebelum Natal 2021 itu harga daging ayam 34 ribu per Kg, setelah Natal menjelang tahun baru naik menjadi 38 ribuan per Kg. Dan sekarang malah naik lagi dikisaran 40 hingga 42 ribu per Kg. Jadi saya menduga, ini peternak ayam seperti tidak akurat dalam menyediakan stok ayam guna memenuhi kebutuhan daging ayam masyarakat," katanya. 

Jadi begini, peternak sekitar 30 hari atau 45 hari sebelumnya (awal desember 2021) itu kan mulai menernak ayam. Nah dipanen di masa sekarang. Harga mahal bisa saja karena stoknya turun. Sehingga saya menduga masalah harga yang mahal saat ini karena stoknya kurang memadai. Jadi memang stok ini sudah di setting rendah guna mengantisipasi penurunan konsumsi setelah NATARU. Tetapi settingannya tidak pas.

"Itu dugaan awal saya, karena memang tidak mudah memperkirakan kebutuhan di masa yang akan datang di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih rendah dan cenderung tidak stabil. Terlebih harga ikan segar juga tidak kunjung turun, sehingga dasar asumsi menyediakan stok ini menjadi tidak akurat yang memicu kenaikan harga,"katanya. 

Kalau dugaan adanya spekulan dengan menimbun stok ayam. Kemungkinannya ada tetapi sangat kecil. Karena ayam ini juga makan tiap harinya, semakin besar bobotnya juga bisa membuat harganya anjlok. Tetapi memang tidak ada salahnya pemerintah bersama dinas terkait bersama peternak ayam untuk duduk bersama menjelaskan kenaikan harga daging ayam ini. Pasti ada alasan yang masuk akal dan rasional pemicu kenaikan harga daging ayam tersebut.(PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini