JPRMI Palas Kembali Salurkan Donasi Peduli Korban Banjir Bandang Di Desa Tanjung Baru

harian9 author photo


 PALAS | H9

Ketua PD JPRMI Kab. Padang Lawas, Muhammad Idrisman Mendefa, S.Th.I., M.A.P., CPHRM, CPLM, CHRBP, CELC, CMt, CTMI, CST menyerahkan donasi santunan berupa uang  kepada dua keluarga Korban Bencana Alam Banjir Bandang Sungai Sutam di Desa Tanjung Baru, Kecematan Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara Sumut). Masing-masing sebesar Rp500.000,- Pada hari Ahad, (09/01/2022). 

Dua keluarga yang menerima bantuan dari para relawan dan dermawan Gerakan Peduli Korban Bencana Alam Banjir Bandang Batang Lubu Sutam, Kabupaten Padang Lawas, Prov. Sumatera Utara (Peduli Banjir Palas Sumut) tersebut adalah:

Pertama ibu Siti Masjenni Nasution
Seorang guru di TK Al-Hidayah Desa Tanjung Baru. Memiliki suami bernama Ali Mara Sutan Hasibuan bekerja wiraswasta (apa saja yang penting baik dan halal).

Rumah yang ditempati adalah rumah peninggalan orangtua. Rumah tersebut merupakan bagian hak waris dari Ustadz Ahmad Yunan Nasution, S.Pd.I, saudara kandung dari Ibu Masjenni. 

Berhubung Ustadz Yunan bertempat tinggal di luar daerah Kabupaten Padang Lawas, yakni di daerah Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan bekerja di suatu perusahaan, maka rumah miliknya ditempati oleh adik kandungnya, Masjenni Nasution.

Ibu Masjenni, juga merupakan adik kandung dari Alm. Ustadz Paringgonan Nasution, seorang guru PNS SDN, seorang da'i, tokoh masyarakat, dan pernah menjadi Pimpinan Ponpes Babul Hasanah Desa Manggis. Jadi, Alm. Ustadz Paringgonan, Ustadz Yunan, dan Ibu Masjenni adalah saudara kandung. Dan rumah yang ditempati oleh Ibu Masjenni adalah rumah warisan orangtua mereka.

Rumah tersebut menjadi salah satu sasaran banjir bandang yang terjadi pada Jum'at malam yang lalu, 31/12/2021. Akibatnya, dinding bagian bawah yang terbuat dari batu bata/batako banyak yang hancur. Termasuk warung kopi yang berada persis di sebelah rumah tersebut, terpaksa harus diperbaiki lagi. Padahal warung kopi itu adalah usaha tambahan Ibu Masjenni bersama suaminya. Demikian disampaikan oleh Ketua JPRMI Palas, Idrisman.Selasa, (11/01/2022).

Lanjutnya, penerima yang kedua yakni Ibu Rosmala Hasibuan, yang bertetangga langsung dengan Ibu Masjenni. Rumah mereka bersebelahan. Bahkan mereka  pun adalah keluarga dekat. Ibu Rosmala adalah kakak ipar Ibu Masjenni. Suami Ibu Rosmala adalah abang kandung Ibu Masjenni. Dan, adik kandung Alm. Ustadz Paringgonan Nasution.

Ibu Rosmala sudah sekitar 3 (tiga) tahun ditinggal mati oleh suaminya. Selama itu pula dia mengurus 4 (empat) anaknya. Anak paling besar laki-laki duduk di kelas 7 (tujuh) Ponpes Babul Hasanah Manggis, anak kedua perempuan, masih di bangku kelas 5 (lima) di Ponpes yang sama, sedangkan anak ketiga laki-laki berada di kelas 3 (tiga) Ponpes Babul Hasanah. Dan yang paling kecil, masih duduk di kelas 3 (tiga) SD.

Ibu Rosmala bekerja untuk menghidupi keluarganya dengan menjadi pekerja di kebun milik oranglain.

Pasca banjir turut menghantam desa Tanjung Baru, rumah Ibu Rosmala pun tak luput dari sasaran. Sehingga, dinding dapur bagian bawah yang terbuat dari batubata akhirnya jebol. Pakaian, lemari, dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya hanyut terbawa arus deras air.

"Itulah sebabnya kemudian, kenapa kita melalui Gerakan Peduli Korban Bencana Alam Banjir Bandang Batang Lubu Sutam Kab. Padang Lawas, Prov. Sumatera Utara (Peduli Banjir Palas Sumut) mengambil kebijakan untuk memberikan bantuan kepada mereka sebagai upaya sedikit meringankan beban hidup pasca banjir." Ungkap Idris Mendefa yang juga merupakan Kabid Kominfo KAMUS Palas.

"Ya..., pertama, mereka merupakan keluarga Alm. Ustadz Paringgonan Nasution, dimana Ustadz Paringgonan ini adalah seorang muballigh, pendidik, tokoh masyarakat, dan pernah menjadi Pimpinan Ponpes Babul Hasanah Manggis. Beliau juga merupakan Alumni Ponpes Musthafawiyah Purbabaru Kab. Mandailing Natal. Ayah kandung dari dari Bendahara PD JPRMI Palas, Ahmad Muttaqin Nasution. Sedangkan anak-anak Alm. Ustadz Paringgonan yang lain adalah simpatisan Remaja Masjid, yakni sohib Ahmad Zulfikri Nasution dan sohibah Nur Wahidah Nasution." Lanjut pria yang juga bertugas sebagai Plt. Kabid Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Kab. Padang Lawas tersebut.

"Kedua, mereka tampak masih tergolong keluarga kurang mampu. Ibu Masjenni belum punya rumah, saat ini hanya menempati rumah peninggalan orangtua, yang sebenarnya, rumah itu sudah menjadi hak milik dari ustadz Yunan Nasution, yang juga seorang dai, guru, pengurus masjid. Guru dari seorang Pengurus Wilayah JPRMI Sumut, Julkasi Matondang semenjak di Ponpes Ahmadul Jariyah, Kota Pinang, Kab. Labuhanbatu Selatan." Kata Idris Mendefa yang juga merupakan Ketua Lembaga Al-Mahabbah itu meneruskan.

"Ketiga, anak dari Ustadz Yunan yang hidup bersama ibu Masjenni merupakan seorang santri, yakni santri kelas 5 (lima) Ponpes Babul Hasanah Manggis. Anak-anak dari Ibu Rosmala juga adalah santri, yaitu santri Ponpes Babul Hasanah." Sebut Koordinator Gerakan Peduli Korban Bencana Alam Banjir Bandang Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara (Peduli Banjir Palas Sumut) tersebut.

Akhirnya, aktivis pemuda peraih lebih dari 30 (tiga puluh) predikat atau gelar non akademik itu pun menghaturkan harapan,
"Semoga bantuan yang hanya seberapa ini, sedikit dapat menambah pemenuhan kebutuhan keluarga Ibu Masjenni dan Ibu Rosmala. Baik digunakan untuk perbaikan rumah, ataupun untuk kebutuhan pokok lainnya." harapnya.

"Kiranya, kedua keluarga tersebut, senantiasa bersabar atas musibah yang Allah berikan. Tetap sehat dan semangat." pungkas. pejabat fungsional ASN selaku Pengawas Ketenagakerjaan tersebut.

Sementara itu, Ibu Rosmala ysng menetima bantuan berterima kasih atas bantuan dari para donatur tersebut, "terima kasih saya ucapkan. Berapapun, insya Allah akan membantu keluarga saya. Hanya Allah yang mampu membalasnya." Ujarnya sambil menangis.

Dikesempatan sama, Ibu Masjenni yang juga menerima bantuan mengungkapkan hal yang serupa, "terima kasih kepada relawan dan dermawan, sudah membantu kami, kami sangat membutuhkan perhatian dan bantuan untuk perbaikan rumah kami. Kejadian ini, sangat memberikan kami kekhawatiran dan ketakutan."

Ditambahkan ustadz Yunan, menyampaikan ungkapan yang sama, "kami sangat berterima kasih atas perhatian seluruh kawan-kawan dan JPRMI Palas. Semoga Allah mengganjar dengan kebaikan yang lebih banyak bagi para donatur dan relawan." Sebutnya. (WD41).
Komentar Anda

Berita Terkini