Kadinkes Kota Medan Yang Baru Miliki Hobi Memancing Dan Filosofi Hidup Yang Menginspirasi

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
 dr Taufik Ririansyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan yang baru dilantik  ternyata memiliki hobi memancing. 

Menurut Taufik hobinya tersebut bisa merefleksikan dirinya mengisi waktu kosong setelah keseharian disibukan dengan profesinya di bagian kesehatan ini.

 Laki laki kelahiran tahun 1876 ini juga memiliki filosofi hidup agar selalu nyaman dan  lurus kedepan  dalam menjalani kehidupannya. 

"Hidup ini sudah sulit jadi jangan  dipersulit  lagi. Jadi hidup ini tidak usah sulit-sulit yang simpel ajalah, tidak usah terlalu  mencong mencong kalau bisa hidup ini nyaman-  nyaman saja," paparnya, Selasa (4/1/2021.). 

Disinggung mengenai terpilihnya dirinya sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Taufik mengaku tidak menyangka akan hal tersebut.

"Tidak ada target untuk bisa menjadi Kadinkes, tapi karena telah dipilih saya harus amanah. Kalau ditanya keinginan kesehatan di Kota Medan itu terlalu banyak. Namun kita harus selesaikan permasalahannya dari akar terlebih dahulu," paparnya. 

" Jadi sebelum kita menentukan apa yang harus kita lakukan kita harus tau permasalahan yang ada tidak serta merta kita berencana tanpa tau masalahnya apa,"ungkap alumni kedokteran di  Universitas Islam Sumatera Utara ( UISU) tahun 1995 ini. 

Untuk menjadi seorang pemimpin, Taufik bukanlah kali pertama menjadi Kepala suatu lembaga.

Pasalnya dirinya sudah pernah menjabat berbagai macam kepala kesehatan sebelum menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan. 

Diantaranya  Sebagai Kepala Puskesmas pada tahun 2004-2007 di Kabupaten Gayo Lues Nanggroe Aceh Darussalam. 

Lalu mendapat kepercayaan menjadi Direktur Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Gayo Lues Aceh dan beberapa kepemimpinan lainnya.

"Karir ASN saya  dimulai di Kabupaten Gayo Lues Nanggroe  Aceh Darussalam tahun 2003 dan kemudian  bertugas di Puskesmas kecamatan Pining, Gayo Lues dimana disitu bersyukur karena  saya menyabet menjadi kepala Puskesmas terbaik," Cerita Taufik. 

Namun saat dirinya menjabat sebagai Direktur di Rumah Sakit Gayo Lues, dirinya terpaksa mengundurkan diri untuk kembali ke Medan, lantaran sang ibu terkena penyakit. 

"Karena ibu saya sakit saya pulang ke Medan dan bekerja di Dinas Kesehatan Kota Medan menjadi staf dan  tiga tahun sebagai pengawas program baik di P2P maupun Yankes," tuturnya. 

Meskipun banyak pengalaman menjadi pemimpin, Taufik mengaku semua permasalahan dalam bidangnya berbeda- beda.

"Seperti menjadi Kadinkes ini, permasalahannya tentu lebih besar dan saya harus jalani dengan ikhtiar dan berdoa agar selamat dan menjadi Kadinkes yang amanah," tuturnya. 

Disinggung mengenai rencana apa yang akan dibangun dimasa jabatannya, Taufik hanya menjawab dengan sederhana. 

"Kita punya Rencana dan  cita- cita bahwa derajat  kesehatan  ini menjadi indikator  kemajuan  kota medan sesuai visi misi pak wali yang diantaranya  meningkatkan pelayanan publik dan revitalisasi kesehatan. Kita ikut berfikir bagaim.ana visi misi itu bisa diwujudkan dengan tim yang solid," terangnya

Selain itu Taufik juga  berharap semua jajaran kesehatan  mempunyai  empati kepada masyarakat yang sakit. Yang kurang sehat terutama banyak program program yang akan menyentuh ke masyarakat.

"Contoh stunting,   ODGJ,  ini masih banyak yang masih dipasang, itu harus kita bebaskan  dia. Bagaimana pun dia manusia.  Dirujuk Ke RSJ, mengajari keluarga untuk merawat dan pengawasan obat teratur dan tidak menjadi yang dibenci masyarakat  sekitarnya," tuturnya.

Taufik  juga ingin menyadarkan masyarakat  untuk berobat. Sebab menurutnya  berobat bukanlah keterpaksaan melainkan kesadaran 

"mencegah lebih baik dadi mengobati. Jadi masyarakat  diminta mendengarkan promosi kesehatan langsung," tandasnya. (rel/PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini