cari


 

Kemendag dan PT PPI Lepas Ekspor Kopi Robusta ke Mesir Senilai Rp.3,5 Miliar

harian9 author photo


LAMPUNG| H9

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) melepas ekspor  kopi perdana ke Mesir tahun 2022 senilai Rp.3,5 miliar. Pelepasan ekspor kopi jenis robusta ini  dilakukan pada Minggu (30/1) di Pergudangan Kopi di Lampung, Sumatra Selatan. 

Ekspor kopi tersebut dilakukan dalam dua pengiriman yaitu sebanyak enam kontainer dan  berikutnya pada minggu depan sebanyak enam kontainer. Ekspor kopi robusta ini menghasilkan  total kontrak mencapai 3000 ton selama tahun 2022. 

Pada pelepasan ekspor tersebut, PT PPI yang merupakan penjamin (off-taker) Project  Management Office (PMO) Kopi Nusantara juga melakukan peluncuran PMO Kopi Nusantara. 

“Pelepasan ekspor kopi ini merupakan bentuk sinergi berbagai pihak antara lain pemerintah pusat dan daerah, BUMN, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait. Tujuannya untuk  meningkatkan kinerja ekspor kopi Indonesia ke Mesir sekaligus sebagai upaya dalam  meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi petani kopi Indonesia,” ujar Direktur Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi pada kesempatan terpisah. 

Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Miftah Farid menambahkan, Pelepasan ekspor kopi  robusta PT PPI terwujud atas kerja sama dengan Atase Perdagangan Indonesia di Kairo dalam  upaya mempertahankan pasar Mesir sebagai negara importir terbesar ke-2 untuk produk kopi  Indonesia. 

Disampaikannya, berdasarkan data BPS, kinerja ekspor kopi Indonesia pada periode Januari– November 2021 tercatat mencapai USD.757,41 juta atau meningkat 2,73 persen dibanding  periode yang sama tahun 2020 yang sebesar USD.737,27 juta. Adapun negara tujuan ekspor utama  produk kopi Indonesia antara lain Amerika Serikat (22,94 persen), Mesir (10,46 persen), Jepang  (7,61 persen), Spanyol (6,45 persen), dan Malaysia (6,31 persen). 

“Meski di masa pandemi,  pertumbuhan nilai ekspor kopi Indonesia terus mengalami peningkatan,” imbuh Miftah. 

Menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan keunggulan dan potensi produk kopi sebagai  daya dorong dalam meningkatkan kinerja ekspor kopi Indonesia ke negara tujuan ekspor.  Khususnya karena Indonesia sebagai negara yang memiliki 35 jenis kopi Indikasi Geografis (IG) dan  terdaftar di Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.  Selain itu, saat ini kopi arabika gayo juga telah terdaftar di Eropa dan merupakan satu-satunya  produk IG Indonesia yang dilindungi di Eropa. 

“Untuk meningkatkan daya saing produk ekspor kopi Indonesia, Kemendag telah melakukan  berbagai upaya promosi antara lain peningkatan kemampuan dan keterampilan (capacity  building) bagi pelaku usaha ekspor, pengembangan produk, mempromosikan merek dagang  (branding), pelatihan ekspor, informasi pasar ekspor, penjajakan bisnis (business matching), dan  berbagai program lainnya yang mendukung pelaku usaha ekspor,” pungkasnya. (WP.03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini