Kemendag: Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai

harian9 author photo

 


JAKARTA| H9

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memulai  era baru dalam perdagangan fisik emas digital di bursa berjangka. Kini investasi emas tidak  terbatas pada kepemilikan fisik, tetapi juga dapat bertransaksi secara daring melalui perdagangan  fisik emas digital. Meski dilakukan secara digital, fisik emasnya ada di lembaga penjaminan.  Kemendag menjamin perdagangan fisik emas digital ini mudah, aman, dan dapat  dipertanggungjawabkan.

"Bila dahulu investasi emas hanya terbatas pada kepemilikan fisik, kini setiap orang bisa  bertransaksi secara daring melalui perdagangan fisik emas digital. Selain itu, investasi fisik emas  digital diharapkan dapat diterima dan dijadikan alternatif investasi oleh berbagai lapisan  masyarakat termasuk investor milenial. Melalui perdagangan fisik emas digital ini, Bappebti  berkomitmen menciptakan sarana berinvestasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi  masyarakat serta memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emas digital melalui bursa berjangka,” kata Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana, di Jakarta, Senin (17/01).

Menurutnya, Bappebti telah memberikan persetujuan kepada PT Indonesia Logam Pratama  (merek dagang Treasury) dan PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas) sebagai pedagang fisik  emas digital. Dengan terbitnya persetujuan tersebut, masyarakat sudah dapat membeli langsung  emas digital ke pedagang fisik emas digital yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti. 

Menurutnya lagi, pemberian persetujuan ini sesuai amanat Peraturan Menteri Perdagangan  Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik  Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi  Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa  Berjangka dan perubahannya.  

Sebelumnya, Bappebti juga sudah memberikan persetujuan kepada PT Bursa  Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) untuk melakukan  kegiatan penyelenggaraan pasar fisik emas digital serta memberikan persetujuan sebagai Lembaga  Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Pasar Fisik Emas Digital kepada PT Kliring Berjangka  Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Clearing House. 

“Adanya bursa dan kliring pada perdagangan fisik emas digital di Indonesia diharapkan mampu  memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi di pasar  fisik emas digital di Indonesia. Meskipun diperdagangkan secara digital, emas fisiknya ada di  lembaga penjaminan,” tuturnya. 

Wisnu menuturkan, perdagangan fisik emas digital bisa melalui dua cara, yaitu matching di  pedagang emas digital dan matching di bursa berjangka. 

“Setiap pedagang fisik emas digital yang  akan melakukan transaksi jual beli emas digital, wajib menempatkan sejumlah emas sebanyak  10.000 gram atau 10 kg. Sedangkan untuk perdagangan fisik emas digital di bursa berjangka, market maker (peserta) wajib menempatkan sejumlah emas sebanyak 20.000 gram atau 20 kg.  Emas yang akan diperdagangkan baik melalui pedagang fisik emas digital maupun melalui bursa  berjangka ditempatkan pada pengelola tempat penyimpanan yang telah disetujui Bappebti," jelasnya.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Tirta Karma Senjaya menambahkan,  berdasarkan peraturan Bappebti, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi calon  pedagang fisik emas digital diantaranya berbentuk badan usaha berbadan hukum (PT), memiliki  sistem dan mekanisme transaksi fisik emas digital, memiliki modal sebesar Rp20 miliar, dan  mampu mempertahankan modal akhir sebesar Rp.16 miliar atau 2/3 dari total pengelolaan emas  (mana yang lebih tinggi nilainya). 

"Sementara itu, persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi bursa berjangka yaitu memiliki  modal awal sebesar Rp.100 miliar, memiliki peraturan dan tata tertib perdagangan emas digital, membentuk komite pasar fisik, memiliki fasilitas perdagangan untuk penyelenggaraan  perdagangan emas digital, memiliki sistem pengawasan dan pelaporan, serta mendapat  persetujuan Bappebti," pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis  Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital dan perubahannya dapat diunduh di :  https://bappebti.go.id/pbk/sk_kep_kepala_bappebti/detail/5417. (WP.03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini