cari


 

LPEI Komitmen Optimalkan PMN untuk Pengembangan Ekspor Nasional

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI menandatangani Pernyataan Komitmen Penerima Investasi Pemerintah pada Rabu (05/01). Sebagai lembaga khusus yang memiliki mandat untuk menyediakan pembiayaan ekspor nasional dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, dan asuransi serta jasa konsultasi, LPEI mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk penguatan permodalan dan peningkatan kapasitas usaha LPEI yang telah diterima sejak tahun 2010 dengan nilai mencapai Rp.28,7 Triliun per Desember 2021.

Direktur Eksekutif LPEI, Rijani Tirtoso menyampaikan bahwa PMN disalurkan LPEI untuk pembiayaan dan penjaminan dalam rangka penugasan umum maupun penugasan khusus. Penugasan khusus tersebut disalurkan untuk mendukung proyek atau program yang dianggap penting oleh negara termasuk dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. PMN yang diterima LPEI telah memberikan dampak yang positif baik bagi institusi maupun negara.

“Bagi institusi, PMN telah membantu LPEI mampu mengakselerasi pembiayaan hingga Rp.84 Triliun, Penjaminan termasuk PEN sebesar Rp.13 Triliun, Asuransi Rp.11 Triliun, serta penciptaan eksportir baru dan 6 Program Desa Devisa dengan 27 desa binaan. Bagi negara, LPEI telah menghasilkan kontribusi PNBP untuk negara dengan total sebesar Rp.1,4 Triliun, keseluruhannya pada periode 2010 hingga 2021,” ujar Rijani.

Selain itu, atas pembiayaan yang disalurkan pada tahun 2021, LPEI memiliki dampak pengembangan seperti peningkatan investasi 2,5 kali atau Rp.212 Triliun, peningkatan PB sebesar 2,5 kali atau senilai Rp.211 Triliun, peningkatan ekspor hingga 3,6 kali atau senilai Rp.302 Triliun, dan penyerapan tenaga kerja mencapai 51 orang per Rp.1 Miliar pembiayaan yang disalurkan LPEI.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, LPEI akan terus mengoptimalkan PMN yang diterima untuk meningkatkan perekonomian negara melalui ekspor. Tahun 2022 LPEI akan kembali menyalurkan PMN sebesar Rp.5 Triliun kepada segmen UKM secara komersial dan Penugasan Khusus.

“Kami akan secara maksimal menyalurkan PMN baik yang sifatnya komersial maupun penugasan khusus seperti PKE Kawasan, UKM, trade finance, alat transportasi. Sementara dari jasa konsultasi, LPEI akan menargetkan program kolaborasi rumah ekspor di 4 wilayah, yaitu Solo, Jakarta, Makassar dan Surabaya,serta 100 eksportir baru UKM dan 10 Program klaster Desa Devisa baru. Tercapainya seluruh target ini tentu akan membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam eksosistem ekspor,” tegasnya. (WP.03)



Komentar Anda

Berita Terkini