Melalui PD-JPRMI Palas, Serahkan Bantuan Amflier dan Mikropon Ke Mesjid Nurul Iman Desa Tanjung Barani

HARIAN9 author photo

 

PALAS | H9
Ketua Pimpinan Daerah Jaringan Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (PD-JPRMI) Kabupaten Padang Lawas, Muhammad Idrisman Mendefa,  S.Th.I., M.A.P., CPHRM, CPLM, CMt, CTMI menyerahkan bantuan amplifir dan mikropon kepada  Pengurus Masjid Nurul Iman, Desa Tanjung Barani, Kecamatan Batang Lubu Sutam,  Kabupaten Padang Lawas (Palas),  Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Ustadz Aswan Hasibuan. Pada hari Ahad (Minggu), (09/01/2022).

Desa Tanjung Barani merupakan salah satu desa terdampak paling parah oleh bencana alam banjir bandang sungai Sutam pada Jum'at malam,  (31/12/2021) pekan yang lalu. Akibatnya banyak rumah yang rusak. Rumah-rumah warga juga dipenuhi oleh material pasir-lumpur,  bahkan kayu. Sehingga, seluruh warga mengungsi.

Masjid Desa Tanjung Barani pun tidak luput dari genangan pasir-lumpur. Termasuk ampli dan mikropon masjid belum bisa digunakan. Itulah sebabnya,  kenapa kemudian PD-JPRMI Palas mengarahkan sasaran bantuan hasil penggalangan dari para donatur ke pengadaan amplier dan mikropon masjid. 

Bantuan ini bersumber dari kegiatan Gerakan Peduli Korban Bencana Alam Banjir Bandang Batang Lubu Sutam,  Kabupaten Padang Lawas,  Provinsi Sumatera Utara (Peduli Banjir Palas Sumut). Kegiatan tersebut diselenggarakan sejak sepekan yang lalu. 

"Bantuan ini merupakan donasi dari kawan-kawan dermawan dan relawan dari berbagai kalangan dan berbagai daerah. Sejak sepekan yang lalu,  kita membuka donasi melalui kegiatan Gerakan Peduli Korban Bencana Alam Banjir Bandang di Krcamatan Batang Lubu Sutam, Palas." Ungkap Idris Mendefa. 

Bantuan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali suasana keagamaan di Desa Tanjung Barani. 

"Masjid merupakan sentral kegiatan ummat. Masjid adalah solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat. Sebab itu, masjid mesti hidup dan aktif. Suara adzan harus berkumandang. Kebesaran Allah harus didengungkan." Terang inisiator Gerakan Peduli Korban Banjir Batang Lubu Sutam Palas Sumut tersebut. 

Menurut pria kelahiran Desa Gunung Baringin,  Kecamatan Sosa tersebut,  peduli terhadap masjid, berarti perhatian kepada kebutuhan warga dan desa. 

"Spiritualitas desa pasca bencana alam banjir bandang dihidupkan kembali dari lantunan energi masjid. Ruhiyah desa ada di masjid." Sebutnya. 

Idris Mendefa yang merupakan Ketua Lembaga Al-Mahabbah itu pun menggambarkan bahwa desa yang hidup, ditandai dengan suara adzan,  gairah sosial, semangat pendidikan, dan syiar dakwah keberagamaan. 

"Desa akan terkesan sepi tanpa penghuni, jika suara adzan tidak pernah kedengaran. Karena itu, melalui bantuan pengadaan peralatan suara masjid,  diharapkan mental warga kembali bangkit, semangat juang penduduk kembali pulih dan bertenaga." Terangnya. 

Sementara itu, Ustadz Aswan menerima bantuan dengan senang hati. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh dermawan dan relawan atas bantuan yang diberikan melalui PD JPRMI Kabupaten Padang Lawas. Semoga bantuan ini bermanfaat banyak bagi kehidupan sosial dan suasana keagamaan di Desa Tanjung Barani ini." Pungkasnya. (WD41).

Komentar Anda

Berita Terkini