Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Sumut Masih Masih Menunggu Arahan Pusat

harian9 author photo

 

MEDAN| H9
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi  mengungkapkan bahwa rencana pemerintah  akan mempercepat pemberian vaksinasi ketiga atau booster bagi masyarakat umum.

Hal tersebut dilakukan usai melihat adanya penyebaran Covid-19 varian Omicron, di mana salah satu kasusnya merupakan transmisi lokal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Ismail Lubis mengaku telah mendengar hal tersebut.

Hanya saja sebutnya pihaknya  belum ada menerima satu suratpun dari Kementerian Kesehatan terkait kelanjutan pelaksanaan vaksinasi Booster tersebut.

"Betul untuk vaksinasi Booster ini kami baru mendengar kabar dari  media media baik televisi, online, maupun koran, namun secara resmi hingga saat ini belum ada kabar kelanjutan untuk vaksinasi booster tersebut," papar Ismail saat di konfirmasi , Rabu (5/1).

Dijelaskan Ismail dirinya juga mengetahui pelaksanaan vaksinasi Booster direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2022.

"Saya dengar dari media itu 12 Januari tapi sejauh ini kita masih menunggu kabar kelanjutan dari Kemenkes," terangnya.

Sejauh ini juga dikatakan Ismail bahwa belum ada persiapan terkait vaksinasi Booster tersebut.

"Kita masih menunggu kabar Kemenkes, kalau dalam waktu dekat dikabari baru kita akan laksanakan persiapan tempat, syarat dan prosedur pelaksanaan vaksin booster ini," ucap Ismail.


Menurut Ismail juga sejauh ini pihaknya masih fokus pada pelaksanaan pengejaran target vaksinasi pada lansia.

"Saat ini vaksinasi lansia di Sumut masih rendah jadi masih harus dikejar dan akan digenjot terus agar vaksinasi Booster bisa dilaksanakan di sini," tuturnya.

Sebab menurut Ismail syarat daerah bisa lakukan vaksinasi Booster ialah apabila vaksinasi lansia sudah mencapai 60 persen.

"Saat ini tim kita masih terus menyisir dan memberikan sosialisasi pentingnya vaksin di beberapa kecamatan yang  lansianya masih minim mau divaksinasi," ucapnya.

Ismail juga menyatakan bagi Kabupaten atau Kota Sumut yang sudah berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  ( PPKM) level 1 sudah bisa melaksanakan Pertemuan Tatap Muka  ( PTM) di sekolah secara normal kembali.

"Jika sudah level 1 sudah bisa PTM 100 persen hanya saja tetap dalam pengawasan Satgas COVID-19 baik dari sekolahnya atau satgas kecamatan masing-masing," tuturnya.

Untuk pelaksanaan teknis kapan  PTM 100 persen dilakukan, menurut Ismail bisa langsung ditanyakan kepada Disdik daerah. masing-masing.

"Kapan dimulai  dan bagaimana teknisnya tanya langsung ke Disdik daerahnya masing-masing," ucapnya.

Begitu juga dengan pelaksanaan vaksinasi  booster di kota Medan, Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Taufik Ririansyah pada Rabu (5/1) mengatakan pihaknya juga  masih menunggu arahan dari pusat karena sampai saat ini  belum ada  informasi sehingga teknisnya juga belum diketahui. 

"Kita masih menunggu arahan, untuk teknisnya kita juga belum  tau bagaiamana. Siapa yang berhak mendapatkannya juga belum tau, sebab informasi  sebelumnya ada yang berbayar ada yang gratis. Dari pusat juga belum ada memberikan informasi soal tarif," ucapnya.

Sementara itu, katanya manfaat vaksinasi booster ucapnya untuk daya tahan tubuh menghadapi berbagai virus yang kini tengah marak. (PP-04)

Komentar Anda

Berita Terkini