Perselisihpahaman Antara Pihak SMKN 2 Panyabungan dengan Salah Satu Wartawan Dimediasi Polres Madina

harian9 author photo

 

MADINA| H9
Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, SIK, SH, MH diwakili personil Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) dan Sat Intelkam Polres Madina memediasi selisih paham antara pihak SMK Negeri 2 Panyabungan dengan dua orang oknum wartawan salah satu media online biro Madina di aula Sat Reskrim Polres Madina. (22/1/2022).

Upaya mediasi dipimpin Kapolres Madina AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, SIK, SH, MH diwakili Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto, SH, MH, dihadiri Kasat Intelkam AKP Romi Manik, SH, MH,  KBO Sat Reskrim Polres Madina Ipda Bagus Seto, SH, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Panyabungan Edi Dardi, S.Pd bersama dua personil security SMK Negeri 2 Panyabungan masing-masing Ibrahim Lubis dan Arief serta Kabiro dan dua oknum wartawan media online 

Usai melakukan mediasi, Kapolres Madina AKBP H.M. Reza Chairul, A.S, SIK, SH, MH diwakili Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto, SH, MH, mengatakan, mediasi yang mereka fasilitasi tersebut terkait terjadinya selisih paham antara sekurity SMK Negeri 2 Panyabungan dengan oknum wartawan salah satu media online biro Madina yang kemudian di tayangkan melalui media sosial (medsos) dan beberapa media online.

" Persoalannya hanya masalah sepele dan ke dua belah pihak sudah kita mediasi dan berdamai dengan membuat surat perjanjian. Ke dua belah pihak sudah tidak ada masalah, " ujar AKP Edi Sukamto, SH, MH.

Sementara Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Panyabungan Edi Dardi, S.Pd  mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Madina yang sudah memediasi perselisian paham antara sekurity SMK Negeri 2 Panyabungan dengan pihak jurnalis.

" Saya mewakili keluarga besar SMK Negeri 2 Panyabungan dan wartawan media online yang sempat selisih paham dengan security kami, telah kami selesaikan secara kekeluargaan Tidak ada gading yang tak tak retak, kita manusia tak luput dari khilaf/silaf dalam hidup ini, mari kita jalin persaudaraan dan komunikasi yang baik kedepannya, " ucap Edi Dardi, S.Pd.

Ia menjelaskan, kronologis selisih paham yang terjadi tersebut berawal dengan datang nya dua orang oknum wartawan yang mengaku dari salah satu media online ke SMK Negeri 2 Panyabungan pada Rabu (19/1/2022) sekira pukul 09.00 Wib dan diterima oleh security sekolah Ibrahim Lubis dengan humanis.

Salah seorang oknum wartawan menanyakan apakah Kepala Sekolah ada di tempat karena mereka ingin bertemu ada yang ingin mereka tanyakan, karena meteka sudah 3 kali ke sekolah tersebut, tidak pernah bertemu dengan Kepala Sekolah

Karena Kepala Sekolah tidak berada di tempat, security Ibrahim Lubis menjawab bahwa Kepala Sekolah belum masuk kantor, karena sedang tugas di Medan.

" Nanti kalau sudah masuk kantor akan saya konfirmasikan ke Kepala Sekolah bahwasanya bapak/ibu mencari Kepala Sekolah, " ujar Ibrahim.

Karena jawaban kurang memuaskan, akhirnya terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan perdebatan mulut dengan suara gaduh antara security dengan kedua oknum wartawan media online tersebut sehingga menjadi tontonan warga disekitar sekolah.

Untuk menghindari pertikaian, security Ibrahim Lubis dan rekannya Arief langsung melerai kedua oknum wartawan agar tidak membuat keributan di lingkungan sekolah karena malu ditontoni orang banyak.

Akhirnya keributan dapat dihentikan dan kedua oknum wartawan tersebut pergi meninggalkan lokasi sekllah, sementara sekurity Ibrahim Lubis bersama rekan kerjanya kembali melaksanakan aktivitas sebagai sekurity sekolah.

" Ternyata persoalannya sampai juga ke Polres Madina atas pengaduan ke dua oknum wartawan yang melaporkan terkait perbuatan tidak menyenangkan. Tetapi untung saja Kapolres melalui Kasat Reskrim dibantu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madina Ridwan Lubis cepat tanggap dan menyelesaikan persoalan dengan persuasif yang menghasilkan perdamaian, " terang Edi Dardi.

Terpisah Ketua PWI Madina Ridwan Lubis mengaku sempat dihubungi ke dua oknum wartawan media online tersebut terkait pertikaian antara pihak 
SMK Negeri 2 Panyabungan dengan wartawan. 

Tapi setelah ia pelajari kronologisnya ternyata yang terjadi hanya kesalahpahaman dan tidak perlu harus membuat laporan ke pihak kepolisian, atau cukup diselesaikan secara kekeluargaan.

" Namun karena sudah sempat di lapor ke polisi yah..harus diselesaikan juga secara mediasi dan saya apresiasi jajaran Polres Madina yang telah menyelesaikan pertikaian tersebut agar tidak melebar, " ucap Ridwan.

Ia juga mengimbau kepada rekan-rekan seprofesi sebagai jurnalis agar dalam menjalankan profesi untuk tetap beretika dan santun agar pihak yang akan dijadikan objek pemberitaan tidak tersinggung.

" Tentunya setiap wartawan harus memahami kode etik wartawan dan UU 40 tahun 1999 tentang pers, " tegas Ridwan.  (WD-046 )
Komentar Anda

Berita Terkini