Terduga Pungli Bansos Oknum Pemilik E-Warung di Madina Merasa Kebal Hukum

harian9 author photo

 

MADINA| H9
Terduga di pungli bantuan sosial Kartu Keluarga Sejahtera, Elektronik Warung (E-Warung) di Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut) merasa kebal hukum.

"Dirinya (pemilik E-Warung) merasa tidak ada kesalahan meski pihak dinas sosial melalui saudara Nurmawardi Hasibuan Kordinator Daerah Bantuan Sosial Madina mengkonfirmasi warga yang terduga sudah digelapkan dan dipungli bantuan itu," ungkap Dedi Saputra Hasibuan, ketua Lsm Trisakti Madina kepada Wartawan, Sabtu (22/01/2022).

"Seperti laporan warga, kenapa ibu kasi uang tunai sebanyak Rp500.000 kepada seorang penerima bantuan dan kenapa ibu lakukan pengutipan uang mulai dari Rp.30Ribu s/d Rp50Ribu ada apa itu?." Tanya Nurmawardi Hasibuan kepada pemilik E-Warung ketika mereka melakukan mediasi dan konsolidasi di kantor Dinas Sosial Madina, Jumat (21/01/2022).

Sontak pemilik E-Warung menjawab dengan nada keras, dirinya mengatakan tidak tau atas kejangkalan yang ditanyakan oleh pihak dinas Sosial Madina kepada dirinya bahkan ia memberikan perkataan yang kurang enak kepada pihak LSM yang menyaksikan klarifikasi itu.

"Saya tidak ada melakukan pengutipan bahkan saya tidak tau apa yang terjadi bahkan sisopir saya tukang antar barang saya kebetulan keluar kota jadi saya kurang faham apa yang kalain tanyakan," cetusnya.

Kembali kepada pihak Dinas, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada warga dikawasan atau peserta KKS Ibu dan mereka melaporkan itu semua kejanggalan bahkan mereka sudah buat pernyataan keberatan mereka kepada pihak Lsm ini, dan kami hanya bisa memberikan pembinaan bu itupun kalau ibu mau.

Seketika itu Pemilik E-Warung tidak langsung menjawab arahan yang disampaiakan oleh pihak dinas sosial madina itu, dengan cepat dirinya memanģgil temannya berinisial UR yang juga adik kandung Oknum Anggota DPRD Madina kehadapan para pihak dinas sosial dan LSm Trisakti.

"Tolong kemari berikan penjelasan kepada mereka ini saya kurang pas menjelaskannya dan saya kurang paham apa yang mereka sampaikan." ujarnya dengan nada keras sembari si Adik Oknum Anggota DPRD Madina itu masuk keruangan dan duduk di sampingnya.

UR atau si Adik oknum anggota DPRD Madina itu dengan berlagak mengatakan bahwa pemilik E-Warung adalah saudara kandungnya meski diketahui mereka berbeda marga, dan iapun mengatakan bahwa si pemilik E-Warung tidak ada kesalahan bahkan ia mengutarakan jika laporan masyarakat itu benar kenapa tidak langsung membawanya keranah hukum.

"Kakak ini tidak pernah melakukan pungutan liar apalagi pemotongan jadi kalau ada kejanggalan seperti yang dimaksud LSM ini bawa aja keranah hukum kita siap meladeninya." ujarnya.

Tampak mereka bagai tidak memiliki kesalahan meski sudah jelas ada laporan masyarakat kedinas sosial terkait dugaan pungli dan penggelapan bansos tersebut bahkan si pemilk E-Warung yang satu ini bagaikan mengandalkan deking adik kandung oknum anggota DPRD.

"Iya bagaikan dia anggar deking ketika Pemilik E-Warung ini terduga melakukan pungli dan masalah ini tidak lagi bisa sampai disini, Senin besok (24/01) kita akan bawa masalah ini kemeja penegak hukum, karena ini menyangkut hak rakyat jelata dan ini kejahatan yang mungkin terstuktur kita akan laporkan ini," timpal Dedi Saputra Hsb, dengan nada tegas.(WD-046)
Komentar Anda

Berita Terkini