Wamendag Dorong UKM Daerah Perluas Akses ke Pasar Global dengan Ekonomi Digital

harian9 author photo


JAKARTA| H9 

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, pemerintah  daerah  perlu  mendorong  upaya  transformasi  ekonomi  berbasis  digital  untuk  mengembangkan  potensi  ekonomi  daerah.  Usaha  kecil  dan  menengah (UKM)  dapat  dimaksimalkan  untuk  menciptakan inovasi baru yang bernilai tambah.  Hal  ini  dikatakannya  saat  menjadi  pembicara  kunci  dalam  gelar  wicara  bertema  'Menarik  Investor  ke  Pulau  Flores"  pada  peluncuran  TribunFlores.com  secara  virtual hari Kamis  (27/1). 

"Pemerintah daerah perlu mendorong UKM daerah untuk memanfaatkan teknologi digital supaya  dapat memperluas akses ke pasar global. Masyarakat jangan hanya bangga dengan produk buatan  Indonesia,  tetapi  juga  memakai  dan  membeli  produk-produk  buatan  UKM  kita.  Ini  yang  dapat  meningkatkan perdagangan di daerah-daerah, khususnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)," jelasnya.

Menurutnya, salah  satu  sumber  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia,  bahkan  dunia  bersumber  pada  pembangunan  dan  pengembangan  ekonomi  digital.  Salah  satu  contoh  dari  pengembangan  ekonomi  digital,  yaitu  aset  kripto  dan  game  online.  Keduanya  menjadi  sektor  industri kreatif yang sangat potensial.  

Ia juga menyebutkan beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah dalam  mendorong perdagangan dan potensi daerah Flores yaitu mendorong ekspor produk manufaktur  unggulan daerah sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah, mendorong peran UKM ekspor  memasarkan produknya melalui platform e-commerce, dan menarik investasi bagi sektor strategis  yang menjadi keunggulan daerah. 

"Kementerian Perdagangan akan terus mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah daerah  mendorong  perdagangan  daerah melalui  pelatihan  dan  beberapa kegiatan konvensional,  seperti  pasar. Hal tersebut guna turut serta memastikan para investor masuk ke NTT. Ke depan, pemerintah  akan fokus pada sektor-sektor nontradisional dan terobosan-terobosan baru," ungkapnya.

Berdasarkan  data  Kementerian  Perdagangan,  neraca  perdagangan Indonesia  pada  2021  tercatat  surplus sebesar USD.35,34 miliar dan merupakan nilai tertinggi dalam 10 tahun terakhir.  Kinerja  ekspor 2021 juga mencatatkan nilai ekspor tertinggi sepanjang sejarah. Kinerja ekspor pada 2021  tercatat sebesar USD.231,54 miliar.

Sementara, kinerja ekspor Provinsi NTT masih mencatatkan defisit neraca perdagangan pada 2021  yang  disebabkan  defisit migas yaitu  sebesar USD.14,22 juta. Nilai ekspor  nonmigas  provinsi NTT  pada 2021 berada pada peringkat 33 dari 34 provinsi yaitu sebesar USD.38,40 miliar. Namun, ada  pertumbuhan  signifikan  untuk  beberapa  produk  manufaktur  dan  perikanan  di  NTT  yang  dapat  dicermati dan menjadi fokus dalam meningkatkan investasi. (WP.03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini