Warga Padangsidimpuan Meninggal Dunia Setelah Terjatuh di Saluran Irigasi Napa Tapsel

harian9 author photo

 

TAPSEL| H9
Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui Polsek Batang Angkola turunkan tim untuk evakuasi korban hanyut di saluran irigasi Desa Napa Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel, Jum'at (21/1/2022) sekira pukul 11.45 Wib.

Korban yang dievakuasi Ardi Batubara (52) warga Tano Bato Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan, yang diduga terjatuh di pinggir pintu Irigasi air. Korban ditemukan tewas terbawa arus air yang mengalir di jaringan irigasi di Kelurahan Napa Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel.

Kapolsek Batang Angkola AKP Raden Saleh Harahap yang dikonfirmasi mrmbenarkan seorang warga yang meninggal dunia akibat terjatuh ke aliran irigasi saat korban sedang berjalan di pinggir pintu air irigasi Padang Kelurahan Napa Lingkungan II Parbalan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel pada Jum'at (21/1/2022) sekira pukul 11.45 Wib.

Ia bersama personil turun ke lokasi kejadian setelah anggota Bhabinkamtibmas Kecamatan Angkola Selatan melaporkan kejadian atas laporan masyarakat bahwa korban ditemukan tewas diduga akibat terjatuh ke saluran irigasi.

" Sebelumnya dua warga masing-masing  Dika Hanafi Yudistira dan Rama Nugeraha melihat korban dalam kondisi sedang batuk dan muntah dan tak berapa lama terjatuh dengan posisi tengkurap ke saluran irigasi Pintu Padang Lingkungan II Kelurahan Napa Kecamatan Angkola Selatan.

Melihat korban terjatuh, ke dua warga langsung berteriak memanggil warga lainnya dengan menceritakan kalau korban terjatuh dan hanyut ke saluran irigasi. Selanjutnya warga lainnya Arman Saputra dan Mardianto berlari menuju kelokasi kejadian dan menghubungi Bhabinkamtibmas untuk melakukan pencarian terhadap korban.

Korban akhirnya ditemukan sekira 80 meter dari tempat korban terjatuh dan setelah diangkat dari dalam saluran irigasi yang memiliki kedalaman lebih kurang 60 cm, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya personil Bhabinkamtibmas menghubungi pihak Puskesmas Simarpinggan untuk datang ke TKP guna dilakukan visum terhadap korban, namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan keluarga korban siap membuat pernyataan untuk  tidak dilakukan otopsi terhadap korban dan tidak akan menuntut proses lanjut kepada pihak manapun.

" Korban saat ditemukan dalam keadaan tengkurap tidak memakai baju dan hanya menggunakan celana pendek berwarna hitam dan saat di angkat dari dalam saluran irigasi, ternyata korban sudah meninggal dunia, " terang AKP Raden Saleh. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini