Warga Sipi Miliki Senpi Rakitan Tanpa Ijin Diamankan Polisi

harian9 author photo
 

TAPSEL |H9

RRS (32), warga Desa Sumuran Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang ternyata merupakan putra dari oknum anggota DPRD Tapsel, diamankan personil Polres Tapsel atas dugaan kepemilikan senjata api (senpi) genggam rakitan.

 
Hal itu diungkapkan Kapolres Tapsel AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH,SIK, MH didampingi kabag Ops Kompol Abdi Abdullah, SH dan Kasat Reskrim AKP. Paulus Robert Gorbi, SIK saat menggelar konferensi pers di Mapolres Tapsel, Kamis (20/1/2022)
 
Dalam keterangannya, Kapolres Tapsel AKBP. Roman Smaradhana Elhaj, SH,SIK, MH mengatakan, penangkapan terduga pelaku pemilik senpi genggam rakitan tersebut dilakukan di salah satu warung disamping Pos  Lantas Desa Hapesong Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel Rabu tanggal 19 Januari 2022 sekitar pukul 01.00 Wib.
 
Kapolres menambahkan, penangkapan terduga berawal dari adanya informasi masyarakat tentang seseorang warga sipil, yang diduga menguasai senpi genggam rakitan berikut beberapa butir peluru diduga berkaliber 3,2 MM.
 
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tapsel dipimpin Kasat Reskrim AKP. Paulus Robert Gorbi, SIK bersama Kanit Pidum Iptu Sidahuruk, langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga yang saat itu sedang duduk-duduk di salah satu warung disamping Pos  Lantas Desa Hapesong Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapsel.
 
Setelah diamankan, petugas langsung melakukan penggeledahan badan terhadap RRS dan dari saku jaket sebelah kiri ditemukan satu pucuk senpi genggam rakitan berikut amunisi sebanyak 4 butir. Setelah diinterogasi terduga pemilik senpi ternyata tidak memiliki ijin menguasai senpi, selanjutnya terduga dibawa ke Polres Tapsl guna proses hukum lebih lanjut.
 
“ Dari hasil interogasi yang dilakukan anggota kami, RRS mengakui benar mengusai, membawa, mempunyai, memiliki suatu senpi rakitan berikut amunisi, dimana senpi rakitan tersebut di belinya dari seorang seseorang berinisial  A sebesar Rp.1juta pada awal bulan Desember 2021 di pasar Batangtoru, “ ujar Kapolres.
 
Kapolres juga menerangkan, RRS juga telah pernah menembakan senpi rakitan tersebut sebanyak satu kali, di Desa sumuran Kec. Batangtoru Kabupate Tapsel, yang menyebabkan banyak warga yang resah.
 
“ Atas kepemilikan senpi tersebut, terduka akan dipersangkakandengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan unsur-unsur, barang siapa tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai, memiliki suatu senjata api, amunisi atau suatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati, atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun, “ tegas Kapolres. (WD.014)
Komentar Anda

Berita Terkini