BI Dorong Transformasi UMKM dengan Digitalisasi

HARIAN9 author photo

 

MEDAN| H9
Dalam upaya mengakselerasi kebangkitan UMKM di tengah pandemi Covid-19 dan adaptasi UMKM menjalani kehidupan normal yang baru, Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara terus mendorong transformasi UMKM 4.0 dengan digitalisasi proses pembiayaan, pemasaran, maupun pembayaran. 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Azka Subhan A. mengatakan hal itu pada HUT ke 47 Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) di Cambridge City Square Medan. Acara bertema "UMKM Naik Kelas" itu dirangkai dengan pameran produk UMKM.
 
"Hal ini turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan Bank Indonesia dalam menciptakan kestabilan harga maupun nilai tukar serta penurunan defisit transaksi berjalan," katanya, Jumat (11/2/2022).
   
Dikatakannya, program Onboarding UMKM oleh Bank Indonesia diarahkan pada pola pembinaan kepada UMKM mulai dari hulu ke hilir yang disesuaikan dengan karakteristik dan tahapan usaha.  UMKM Level 1 – UMKM Potensial: pembinaan difokuskan, UMKM Level 2 – UMKM mendorong UMKM menggunakan teknologi informasi untuk pemasaran (e-commerce) dan pembayaran (digital payment). UMKM Level 3 - UMKM Sukses Digital dan UMKM Level 4 - UMKM Ekspor.
  
"Tren digitalisasi UMKM saat ini juga diarahkan pada integrasi platform digital," ujarnya.
    
Hal tersebut, antara lain melalui implementasi QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang menjadi ujung tombak dalam mendukung transaksi UMKM yang semakin cepat dan efisien. Dengan kehadiran QRIS ini, transaksi menggunakan kanal pembayaran QR Code menjadi lebih mudah dan efisien.
   
"Cukup dengan memiliki satu QRIS saja, merchant dan customer dapat menerima dan melakukan pembayaran menggunakan Dompet Elektronik apapun," ujarnya.
   
BI Sumut sangat mengapresiasi  kegiatan IWAPI yang dilaksanakan pada 10 hingga 13 Februari 2022. 

"Kami menilai seluruh kegiatan telah dikemas dengan baik yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pameran, capacity building, fashion show, serta talkshow dengan narasumber yang merupakan pakar dibidangnya" jelasnya. 
   
Azka menambahkan pandemi COVID-19 cukup berdampak pada perekonomian Indonesia dan Sumatera Utara. Pada tahun 2021, perekonomian Sumatera Utara tumbuh sebesar 2,61 persen (yoy) membaik dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -1,07 persen (yoy).
    
Kondisi ini dipengaruhi oleh akselerasi vaksinasi yang mendorong peningkatan mobilitas dan tren pemulihan ekonomi global yang lebih baik dari tahun sebelumnya. 

"Hal ini diharapkan dapat menjadi momentum proses recovery ekonomi kedepan, khususnya kepada UMKM," ungkapnya.(PP-04)
Komentar Anda

Berita Terkini