Dorong Peningkatan Eskpor di Wilayah Afrika Barat, ITPC Lagos Gelar Forum Bisnis dan Kunjungan Pasar

harian9 author photo


LAGOS| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kamis (24/02) merilis, untuk pertama kalinya di masa pandemi Covid-19, Direktorat Jenderal  Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion  Center (ITPC) Lagos melakukan upaya pengembangan ekspor di Ghana, Afrika Barat pada 22—23  Februari 2022. Kegiatan diisi dengan kunjungan pasar, penjajakan bisnis (business matching), serta  forum bisnis dengan mengundang distributor, pedagang, dan importir. 

“Kunjungan pasar untuk melihat langsung dan berbicara dengan pedagang mengenai produk  Indonesia yang diminati beserta pesaingnya. Selain canned sardine, margarin Indonesia ternyata  juga diminati dan bersaing dengan produk sejenis dari Belanda dan Malaysia. Kami juga  mengunjungi toko obat herbal setempat dan menjelaskan keunggulan herbal Indonesia yang  aman untuk kesehatan karena berstandar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelas Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan. 

Pada hari berikutnya, ITPC Lagos berkerja sama dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Abuja dan Konsul  Kehormatan RI di Ghana menggelar Ghana Indonesia Business Forum. Acara yang dihadiri 48  peserta ini diselenggarakan di Golden Tulip Hotel, Accra-Ghana. 

Forum bisnis yang dilaksanakan secara hibrida ini diikuti secara luring oleh dua perusahaan  Indonesia yang sudah berdiri di Ghana, yaitu Menjangan Sakti Group dan PT Sinar Antjol. Selain itu, hadir secara daring empat perusahaan Indonesia, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia,  PT Dami Sariwarna, PT Paragon Technology and Innovation, dan PT Duta Serpack Inti (2 Tang).  

Ia menjelaskan, pada penjajakan bisnis kali ini tercatat permintaan tertulis untuk PT Dami  Sariwarna sebanyak empat permintaan kerja sama untuk produk herbal pengobatan wasir,  diabetes, dan hipertensi.  

“Selain itu, PT 2 Tang mendapatkan tiga permintaan untuk produk teh, PT PPI mendapatkan satu permintaan produk canned sardines, dan PT Wardah mendapatkan satu permintaan untuk produk  perawatan kulit. Sedangkan, Menjangan Sakti Group dan PT Sinar Antjol mendapatkan calon  distributor baru untuk produk ritel,” jelasnya.

Selain produk-produk dari perusahaan yang berpartisipasi, produk lainnya yang juga diminati  antara lain pelumas, suku cadang otomotif, peralatan rumah tangga plastik, rempah, dan wig. 

Dalam penyelenggaraannya, kegiatan forum bisnis ini berhasil meraih potensi transaksi sebesar USD.350 ribu yang terdiri atas transaksi produk herbal, teh, perawatan kulit, minuman energi,  canned sardines, pelumas, aksesoris mobil dan rempah.  

Fungsi Ekonomi KBRI Abuja Tamel Vinsen Sinabutar menambahkan, para buyers yang hadir ingin  mengenal lebih jauh produk Indonesia. 

“Pertemuan ini diharapkan dapat membuka wawasan para buyers Ghana dalam mencari produk berkualitas dari Indonesia. Banyak sekali peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha,” ungkapnya. 

Total perdagangan Indonesia-Ghana periode Januari─Desember 2021 tercatat sebesar USD.257 juta. Total ekspor Indonesia ke Ghana sebesar USD.209 juta atau meningkat 54 persen (YoY).  Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Ghana antara lain canned sardines, produk teh, rempah, dan minyak sayur. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini