Jaga Stabilitas Harga, Kemendag Kembali Gelontorkan 10 Ton Migor di Sidoarjo dan Surabaya

harian9 author photo

 


SURABAYA| H9

Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur kembali menggelar operasi pasar minyak goreng (migor) curah di  Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga dan  ketersediaan stok barang kebutuhan pokok, khususnya migor untuk masyarakat kota Surabaya dan  sekitarnya. 

Kali ini, operasi pasar migor dilaksanakan di Pasar Larangan, Kabupaten Sidoarjo dan Pasar  Wonokromo, Kota Surabaya dengan total yang disalurkan sebanyak 10 ton pada hari ini, Selasa (22/2). Penyaluran dipimpin Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan. 

“Operasi pasar merupakan upaya menyediakan pasokan migor curah murah bagi pedagang pasar  sehingga mereka dapat menjual kembali ke masyarakat sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan ini akan dilakukan secara kontinu untuk menjaga pasokan migor agar selalu tersedia bagi masyarakat di kota Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menuturkan, mekanisme operasi pasar masih berlangsung sama seperti sebelumnya. Penjualan langsung diperuntukkan kepada para pedagang eceran dengan ketentuan pembelian maksimal lima jeriken setiap pedagang dengan harga Rp.10.500/liter atau setara Rp.11.700/Kg. 

“Pedagang yang  menerima pasokan wajib menjual kepada konsumen akhir dengan harga Rp.11.500/liter atau setara  Rp.12.800/kg sesuai HET yang berlaku,” ucapnya. 

Diungkapkannya, Kemendag memastikan ketersediaan pasokan migor, khususnya Provinsi  Jawa Timur terpenuhi lebih dari kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Kemendag telah berkoordinasi  dengan produsen, distributor, dan produsen pengemas di Jawa Timur untuk mengeluarkan seluruh  stok migor agar segera disalurkan kepada pedagang pasar rakyat dan ritel modern di Jawa Timur,  khususnya di 26 pasar pantauan Indeks Harga konsumen (IHK). 

“Operasi pasar di Jawa Timur akan dilakukan secara bertahap dimulai di 26 pasar pantauan selama  satu bulan dan selanjutnya akan dilaksanakan di seluruh pasar. Wilayah Jawa Timur akan dipasok  migor lebih dari kebutuhan karena Provinsi Jawa Timur juga mengamankan pasokan migor untuk  wilayah Indonesia bagian timur,” paparnya.

Oke memberi peringatan kepada para produsen, distributor, dan produsen pengemas untuk segera  mengeluarkan stok migor yang dimiliki dengan pengawasan dari tim Kemendag dan Dinas  Perdagangan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur. 

“Jika kami temukan pelaku usaha yang masih belum mengeluarkan stok migor, kami akan jemput  dan distribusikan migor yang mereka miliki dengan kendaraan milik pemerintah. Adapun biaya  distribusi tersebut akan dibebankan kepada pelaku usaha yang menahan stok migor. Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah menyediakan minyak goreng kepada masyarakat dengan harga  sesuai HET,” tegasnya. 

Sehari sebelumnya, pada Senin (21/2), Kementerian Perdagangan bersama Dinas dan Perindustrian  dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur juga telah melaksanakan operasi pasar minyak goreng curah sebanyak 10 ton di Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucang Anom, Surabaya, Jawa Timur. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini