Kejari Sergai Terima DPO Koruptor Kasus Pasar Waserda Dolok Masihul Dari Tim Tabur Kejati Sumut

HARIAN9 author photo

 


SERDANG BEDAGAI | H9
Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai (Kejari Sergai), kamis (3/2/2022) sore menerima seorang DPO (Daftar Pencarian Orang) koruptor dalam kasus tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Waserda (Warung Serba Ada) tahun 2008 lalu di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai dari Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut.

Hal itu dibenarkan oleh Kajari Sergai Doni Haryono Setiawan SH melalui Kasiintel Agus Adiatmaja SH. Dijelaskan Kasiintel, bahwa tersangka yang diserahkan oleh tim Tabur Intelijen Kejati Sumut ini berinisial MUS (47) yang merupakan Direktur PT Duta Utama Sumatera dan alamat terakhir di Medan Tangguk Bongkar II, Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai.

Tersangka Mus, lanjutnya, diserahkan oleh tim Tabur Intelijen Kejati Sumut ke Kejari Sergai untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Sebab, tersangka MUS ini, telah ditetapkan DPO oleh tim Penyidik Kejari Sergai sejak bulan Agustus tahun 2018 lalu.

"Tersangka MUS diserahkan oleh Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut sekitar pukul 15.30 Wib. Saat ini, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, tersangka MUS langsung dibawa ke LAPAS Tebing Tinggi untuk dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan guna melaksanakan proses selanjutnya," kata Kasiintel Kejari Sergai Agus Adiatmaja.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kasiintel, bahwa penyidikan terhadap tersangka MUS ini, berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala kejaksaan Negeri Serdang Bedagai Nomor: Print – 02/N.2.29/Fd.1/11/2018 tanggal 26 November 2018 lalu.

Penyidikan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Pasar Waserda di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai tahun 2008 lalu yang bersumber dari APBD Sergai dengan pagu anggaran sebesar Rp 3,3 miliar. Dan berdasarkan perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara, terdapat kerugian negara Rp. 361.585.915.

"Dalam kasus itu, tersangka MUS dijerat pasal 2 dan Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP," terang Kasiintel.

Namun, sebelum ditetapkan DPO, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sergai telah melakukan secara patut, akan tetapi tersangka tidak pernah datang untuk menghadiri panggilan,"pungkasnya.

Sebelumnya, informasi yang didapat, bahwa tersangka MUS ini diamankan oleh Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut di rumahnya Komplek Perumahan Graha Banguntapan Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada hari Rabu (2/2/2022) pukul 17.30 WIB dan tidak ada perlawanan.

Dalam perkara ini, selain tersangka MUS ada juga tersangka lainnya yaitu mantan Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Serdgai (Sergai), Aliman Saragih (sudah menjalani hukuman).(WPU06)


Komentar Anda

Berita Terkini