Lebih 10 Hekter Lahan, Distan Palas Bersama HKTI Lakukan Penyemprotan Massal.

harian9 author photo

 

PALAS | H9
Penuhi janji untuk melakukan penyemprotan lahan persawahan kelompok Tani di wilayah Kecamatan Ulu Barumun, yang diserang oleh hama penyakit Tanaman yang sering disebut hama Pengerek.

Petugas POPT/PHP (Pengamat Organisme Penyakit Tanaman/Pengamat Hama Penyakit) Dinas Pertanian Kabupaten Padang Lawas (Palas), Provinsi Sumatera Utara, Bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Padang Lawas juga didampingi Tim dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ulu Barumun melakukan Penyemprotan Massal di lahan kelompok Tani (Koptan) yang terserang Hama.

Seluas lebih 10 Hektar dilakukan Penyemprotan dilahan kelompok tani Satahi, Saroha dan kelompok Aek Milas Desa Pasar Ipuh, Matondang dan Paringgonan Kecamatan Ulu Barumun.  Upaya pengendalian hama ini dilakukan untuk mencegah agar tidak lebih luas lagi penyerangan hama penggerek tersebut, Demikian ucap Ketua HKTI Kabupaten Padang Lawas Leo Hasibuan. Kamis (03/02/2022).

Leo Hasibuan juga menjelaskan HKTI berencana memasukkan Kelompok Tani Kecamatan Ulu Barumun kedalam Program Lindung Tani. Dan sebelumnya dia berharap agar irigasi di areal persawahan, agar kedepan program lindung tani bisa di terapkan dan berjalan dengan baik tampa ada keluhan petani. Tuturnya.

"Program lindung tani juga akan mempermudah petugas pertanian dalam penyusunan RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok )dan penetapan CPCL (Calon Petani Calon Lahan)". Pungkas Leo Hasibuan yang merupakan Ketua HKTI Kabupaten Palas ini.

Sementara Itu, Arnida Hasibuan selaku Petugas POPT/PHP dalam keterangannya juga menjelaskan "Jenis obat yang digunakan bersifat Ttaslaminar dengan ukuran 1,5 Sendok Makan per tengkinnya.. dan untuk luasan perhektarnya di gunakan sebanyak 400 Gram /Hektarnya.

"Karena Penggerek iniberada tepat didalam batang Tubuh Padi maka sebaiknya yang kita gunakan obatnya yang bersifat Translaminar " Tutur Arnida. 

Dia juga menambahkan "Kita akan terus Pantau perkembangannya melaui Petugas Penyuluh lapangan agar Tanaman Padi ini bisa terkendalikan walau tidak seratus persen." Ungkap Arnida seraya menyiapkan peralatan saat melakukan penyemprotan tersebut.(WD041)


Komentar Anda

Berita Terkini