MUSYAWARAH CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH YANG KE XXIV MUSYCAB IMM KOTA MEDAN

harian9 author photo


Oleh.Ridwan Hamid Sitompul
Serangkaian kegiatan Musyawarah Cabang (Musycab) merupakan salah satu tolak ukur keaktifan sebuah Cabang. Dengan adanya Musycab, setidaknya PC IMM kota medan telah melakukan beberapa hal di antaranya yaitu regenerasi kepemimpinan, pertanggungjawaban publik tentang program-program yang telah terlaksana, serta perumusan arah kebijakan organisasi satu periode  dengan tetap merujuk pada aturan-aturan yang berlaku, dan arah gerakan PC IMM KOTA MEDAN satu periode kedepannya. Karena itu, diadakannya Musyawarah.

“Musyawarah itu seperti mengambil madu dari sarang lebah. Perlu kecermatan, perlu kesabaran dalam mengambil jalan keluar. Karena prinsip mengambil madu mengukur kecerdasan dan kearifan” (Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Pikiran yang kuat membicarakan ide, pikiran yang biasa saja membicarakan kejadian, pikiran yang lemah membicarakan orang lain (Socrates, Filsuf Yunani)

Perspektif islam Banyak  manfaat  yang  bisa  dipetik  dari  musyawarah,  namun yang paling penting adalah menghormati dan mentaati keputusan yang diambil atas dasar musyawarah, dengan harapan  bisa  meraih  kesuksesan  dengan  kemaslahatan bersama mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat sampai kehidupan bangsa dan negara.

Reorganisasi di IMM, sebagaimana dalam aturan yang berlaku di IMM, bisa ditemui di AD IMM Bab VII Pasal 18 tentang Permusywaratan dan ART IMM Bab V tentang Permusywaratan. Reorganisasi di IMM dinamakan Musyawarah Komisariat (Musykom), Musywarah Cabang (Musycab), Musywarah Daerah (Musyda), dan Muktamar.

 

Reorganisasi akan dilaksanakan apabila periodisasi kepengurusan sudah berakhir sesuai dengan waktu yang tertulis di surat keputusan yang mengesahkan susunan kepengurusan tersebut. Berbeda hal dengan reshuffle. Istilah reshuffle digunakan untuk merubah susunan kepengurusan di pertengahan periodisasi.

 Dinamika disetiap musyawarah selalu ada baik itu pada kader dan senior oleh karena itu  menghasilkan musyawarah untuk mencapai mufakat  sebagaimana firman Allah dalam surah asy syura 38 : Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

Contoh lain dari musyawarah adalah piagam Madinah, di mana Rasulullah mengumpulkan seluruh elemen warga Madinah, yang terdiri dari umat Islam, Yahudi dan lainnya, untuk menghasilkan poin-poin kesepakatan untuk kemaslahatan warga Madinah pada umumnya. Dari sini kita melihat bahwa Islam agama yang memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mengemukakan pendapatnya demi memperoleh kesepakatan yang baik untuk kemaslahatan umat.

Kepemimpinan tidak lepas dari fenomena kemasyarakatan yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu bangsa dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada level kepemimpinan nasional, baik pemimpin di sektor formal maupun informal, pada semua strata/jenjang institusi atau organisasi, memiliki kemampuan dan kewenangan untuk mengerahkan ataupun mengarahkan segenap sumber daya nasional dengan dilandasi paradigma nasional. Pc imm kota medan yang ke XXVI yang akan dilaksanan pada bulan maret 2021 yang akan datang harus menghasilkan pemimpin

a.       Integritas (Integrity)

meletakkan integritas sebagai faktor kepemimpinan yang paling penting di MUSYCAB IMM KOTA MEDAN. dikarenakan  Integritas meneguhkan adanya konsistensi antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita perbuat. Integritas sepintas terlihat sepele, namun kegagalan para pejabat pemerintah dan negara dalam menjalankan roda organisasi.

Ada tiga kata kunci dalam mengimplementasikan integritas, yaitu :

1) menunjukkan kejujuran

2) memenuhi komitmen

3) berperilaku konsisten, yang berarti menunjukkan tidak adanya kesenjangan antara kata dan perbuatan.

b.      Pengetahuan (Cognizance)

Pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang tujuan, asas organisasi yang dipimpinnya, serta cara-cara untuk menjalankannya secara efisien, serta mampu memberikan keyakinan kepada orang-orang yang dipimpin dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sebagai pemimpin, seseorang harus berperan mendorong anggotanya untuk beraktivitas sambil memberi sugesti dan semangat agar tujuan dapat tercapai. Dan cara lain yaitu dengan

  Keberanian“Keberanian sejati adalah kebajikan tertinggi,” sebagaimana diungkapkan oleh Sir Winston Churchill. Keberanian adalah karakter utama dari seorang pemimpin sejati. Hal itu tercermin dan terlihat dalam perkataan, perbuatan dan tindakan seorang pemimpin. Tidak akan ada terobosan signifikan tanpa keberanian mengambil risiko. Keberanian berarti memiliki kepastian dan keteguhan dalam mengambil keputusan atau bertindak. Namun, keberanian berbeda dengan tindakan sesaat yang tidak terfokus dan tanpa perhitungan. Keberanian ditunjukkan oleh seorang pemimpin setelah melakukan analisis atas suatu situasi, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis tersebut. Setelah itu, baru lah seorang pemimpin melaksanakan dengan sepenuh hati keputusan yang telah dibuatnya, apapun risiko yang harus dihadapinya.

  Inisiatif, Mengimplementasikan sifat inisiatif (ide untuk menggerakkan). Pemimpin harus mempunyai kemampuan melihat apa yang seharusnya dikerjakan, kemampuan menghadapi situasi tanpa adanya sarana/alat-alat atau cara-cara yang biasa dipakai. Dengan demikian, mereka yang dipimpin benar-benar merasakan bahwa sifat kepemimpinan hadir dalam diri pemimpinnya, yaitu pemimpin yang telah menjadi penggerak bagi mereka. Kualitas inisiatif atau prakarsa biasanya berkaitan erat dengan kreativitas. Seorang pemimpin yang kreatif dan penuh ide, serta berani mengambil keputusan dan melaksanakan keputusan itu, akan menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh anggota organisasi yang dipimpinnya.

 c. Kebijaksanaan

Faktor yang penting dalam kebijaksanaan adalah kesopanan. Pengaruh kepemimpinan secara spesifik beranjak dari kepribadian pemimpin. Apabila karakter pemimpin positif, maka akan menularkan pengaruh positif, dan sebaliknya, bila karakternya didominasi oleh unsur negatif, maka pengaruhnya tentu akan negatif. Oleh karena itu, dalam praktek kepemimpinan sehari-hari, pemimpin yang memimpin dengan penuh kesopanan, selalu tersenyum, dan mampu mengendalikan diri dari sikap marah yang berlebihan, akan lebih diterima dan diikuti serta perintahnya dijalankan daripada pemimpin yang perilakunya kasar, jarang tersenyum, dan kerapkali bertindak tidak sopan

d. Keadilan,

Bagaikan bentangan layar, sifat dan sikap adil seorang pemimpin akan menggerakkan seluruh potensi kapal kepemimpinan seseorang menuju arah yang diinginkan. Tanpa berlaku adil, kapal kepemimpinan hanya terombang-ambing di samudera masalah yang begitu luas. Tujuan organisasi akan sulit tercapai karena seorang pemimpin yang tidak adil tidak akan dapat menjadi panutan dan arahan serta perintah-perintahnya tidak akan dilaksanakan oleh anggota organisasi. Padahal, lingkungan internal maupun eksternal organisasi seringkali menghadirkan masalah yang sangat kompleks.

Sifat adil akan selalu menjadi takaran dalam kepemimpinan. Oleh karena itu, dalam kepemimpinan, sifat adil harus senantiasa terwujud dan diimplementasikan dalam menjalankan roda organisasi. Sifat adil berarti tidak memihak dalam suatu situasi konflik, baik atas alasan demi kepentingan pribadi maupun kelompok. Sifat adil juga tampak dari pemberian imbalan (reward) dan sanksi (punishment) terhadap bawahan. Pemimpin harus mampu menempatkan kepentingan yang lebih besar dar kepentingan yang sempit. Kualitas pribadi dari sifat adil dan tindakan yang adil ini tampaknya mudah diucapkan, tetapi tidak gampang dipraktekkan. 

 e. kepercayaan,

Kepercayaan merupakan landasan kepemimpinan. Kepercayaan orang adalah hal yang sangat penting, dan merupakan suatu modal dasar bagi seorang pemimpin. Kepercayaan orang terletak pada karakter, dan karakter adalah modal sang pemimpin.

          Jenderal H. Norman Schwarzkoff menekankan pentingnya karakter. Schwarzkoff mengungkapkan, bahwa Kepemimpinan adalah kombinasi antara strategi dan karakter, namun jika anda harus kehilangan salah satunya, lebih baik anda tidak punya strategi. Mengapa? Setiap karakter memungkinkan terciptanya kepercayaan. Dan kepercayaan memungkinkan terciptanya kepemimpinan. Jika orang mempercayai kita, mereka akan mendukung kita untuk berhasil. Kepercayaan dapat menuntun pada kesuksesan. Jika orang tidak percaya kepada pemimpinnya, maka akan ditinggalkan oleh anggotanya. Hasilnya adalah kegagalan. 

 f. Sikap.

Setiap pemimpin perlu menciptakan kesan-kesan yang baik dalam kelakuan, pembawaan dan tingkah laku pribadi pada setiap saat, sehingga berpengaruh terhadap anak buah/bawahan. Bahasa merupakan ukuran untuk menilai seseorang pemimpin. Dengan bahasa dapat juga digunakan untuk menanamkan pengaruh terhadap bawahan. Untuk itu, hendaknya berbicara dengan jelas dan sederhana dengan kalimat yang jelas, positif dan langsung.

g. Tidak Mementingkan Diri Sendiri (Altruism)

Adalah penting untuk mengimplementasikan sifat tidak mementingkan diri sendiri dalam kepemimpinan, yaitu sikap yang tidak mengambil keuntungan dari suatu situasi demi keuntungan sendiri dengan merugikan orang lain.

Padahal, fenomena yang muncul saat ini, egoisme pribadi atau kelompok telah berkembang menjadi virus ganas yang melahirkan sosok kepemimpinan yang bercorak premanisme dan pameran adu kekuatan. Persoalan-persoalan bangsa yang strategis, serius, dan luas, terkadang tidak lagi dipersepsikan sebagai kepentingan nasional. Bagaikan sebuah kapal yang sedang berlayar yang di tengah laut harus dikuras, dirampok dan semua mengambil bagian sebanyak mungkin dari kapal tersebut untuk dirinya dan kelompoknya.

h.    Sifat Pendukung: Kemampuan Memutuskan, Tahan Menderita, Kegembiraan, Loyalitas serta Kemampuan untuk Mempertimbangkan.

Pertama, kemampuan memutuskan. Seorang pemimpin tidak saja dituntut untuk mampu membuat rencana-rencana dan melaksanakan rencana tersebut, tetapi juga harus mampuan untuk memutuskan segala sesuatu yang perlu. Intinya adalah kemampuan membuat keputusan yang berkualitas.

Kedua, tahan menderita atau tahan uji. Sifat kepemimpinan ini membuat pemimpin tidak lembek, cengeng. Sifat ini akan membawa pada karakter mentalitas seorang pemimpin.

Ketiga, kegembiraan. Senantiasa menumbuhkan kegembiraan dalam kepemimpinan akan menghadirkan perasaan semangat dan sikap optimis dalam menjalankan tugas-tugas organisasi.

Keempat, loyalitas. Loyalitas mengacu pada kesetiaan kepada organisasi, kerelaan berkorban untuk organisasi, dan hal-hal lain yang sifatnya heroik. Loyalitas akan menggerakkan motor-motor organisasi untuk tetap bekerja, meskipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan, kondisi kekurangan, atau kondisi-kondisi buruk lainnya.

Kelima, kemampuan untuk mempertimbangkan. Segala masukan yang datang dari luar, baik berupa ide atau gagasan, tekanan-tekanan, maupun berupa materi, semuanya merupakan fakta yang memungkinkan yang dapat menjadi solusi dalam pengambilan keputusan. Untuk ini, pemimpin perlu berperan:

 (1) sebagai penggerak (aktivator) ;

 (2) sebagai pengawas;

(3) sebagai martir;

(4) sebagai pemberi semangat/kegembiraan; dan

 (5) sebagai pemberi tanggung jawab kepada anggota. 

Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Oleh karena itu, pemimpin haruslah orang yang paling tahu tentang hukum Ilahi. Setelah para imam atau khalifah tiada, kepemimpinan harus dipegang oleh para faqih yang memenuhi syarat-syarat syariat. Bila tak seorang pun faqih yang memenuhi syarat, harus dibentuk majelis fukaha’. Sesungguhnya, dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suri tauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan Lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut allah.”(QS.al -Ahzab 21).Sebenarnya,  Setiap manusia adalah pemimpin, minimal pemimpin terhadap seluruh metafisik dirinya.

Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas segala kepemimpinannya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sabda Rasulullah Saw., yang maknanya sebagai berikut :
“Ingatlah! Setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin bagi kehidupan rumah tangga suami dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya. Ingatlah! Bahwa kalian adalah sebagai pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban. 

Masa pandemi covid 19 ini dilema dalam dalam pergerakan dan perkaderan dilema ini semestinya bukan tolak ukur pergerakan kaum intelektualitas sebenarnya tetapi arah pembaharuan dan mencari imajniasi dalam persfektif imajinasi kreatif mahasiswa

Musycab Imm Kota Medan insya Allah melakukan perubahan dari hal yang buruk menjadi lebih baik. Jika periode sebelumnya banyak cacat dan kekurangan sekiranya periode selanjutnya lebih baik dan bermanfaat bagi kader-kader imm di kota medan tak jua dari perserikatan.

Jika di periode sebelumnya puncak memanas covid-19 di periode selanjutnya covid 19 hilang sehingga tidak ada lagi penghambat dalam setiap pergerakan.

Pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah kota medan memiliki 22 komisariat diantaranya di PTM dan NON PTM apakah disetiap komisariat tidak luput dari permasalahan-permasalahan berupa fasilitas dalam pergerakan ?

Yah, bisa saja kita sebut tidak masalah besar tetapi bagaimana  dengan NON PTM ?

Apa iya mereka tidak ada masalah ?

setiap kader komisariat punya banyak masalah baik itu dalam perkaderan, inventaris, maupun pergerakan. ini lah yang sangat di sesalkan dari pimpinan cabang semestinya peran pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah kota medan sangat dibutuhkan disetiap permasalahan yang ada di komisariat karena yang bertanggung jawab atas pimpinan komisariat adalah abang nya (pimpinan cabang.) 

Di Periode selanjutnya Semoga pimpinan cabang  ikatan mahasiswa muhammadiyah Kota Medan yang ke - XXIV menghasilkan pemimpin yang peduli kepada adek adek nya yang jumlah nya 22 pimpinan komisariat

Musywarah pimpinan cabang imm kota medan yang ke XXIV seharusnya dijadikan ruang dialektika yang santun dan luhur. Rumusan keputusan yang baik meniscayakan kondusifitas forum. Sebaliknya, keributan tidak memungkinkan untuk menghasilkan putusan yang cermat. IMM harus menghindari konflik yang kontraproduktif dan berkepanjangan. Bila pun terjadi perbedaan pendapat, para muktamirin dan stake–holder harus mampu mendudukkan dan mengkompromikan perbedaan tersebut.Penulis juga berharap  agar IMM dapat membangun citra Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil 'Alamin (membawa rahmat bagi seluruh alam). "IMM harus mampu memberikan teladan, bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian dan kasih sayang. Islam adalah agama yang toleran sebagai cerminan dari rahmat bagi alam semesta. Pemahaman ini tentunya harus diimplementasikan dalam setiap sikap dan tindakan yang dilakukan oleh para kader IMM, dan mudah-mudahan juga dapat ditransformasikan kepada masyarakat pada umumnya".

Sekian essay ini dituangkan dalam bentuk tulisan kurang dan salah nya saya mohon maaf seorang hamba yang tak luput dari salah. Semoga ini sebagai langkah pergerakan pimpinan cabang ikatan mahasiswa muhammadiyah kota medan ke pergerakan yang tercantum di trilogi trikompetensi nilai dasar imm.

Billahi fisabilil haq
Fastabiqul khairat
Nun qolami wama yasturun 

Daftar pustaka

Andrias Harefa mengungkapkannya sebagai “maintaining social, ethical, and organizational norms, firmly adhering to code of conduct and ethical principle,” dikutip dalam “Modul-1 Bidang Studi Kepemimpinan PPRA XLVIII hlm. 17.

 

Pidato sambutan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada Peresmian Pembukaan Konferensi Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2010 di JCC, Jakarta, 24 Mei 2010.

Khaidar nasyir muhammafiyah abad kedua hal.100

Khaidar nasyir ,muhammadiyah gerakaan pembaharuan hal.179

 (WM-49)

 

Komentar Anda

Berita Terkini