cari


 

Pertemuan Pertama JETCO Indonesia–Inggris, Komitmen Kedua Negara Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

harian9 author photo


JAKARTA| H9

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi dan Secretary of State for  International Trade of the United Kingdom Anne-Marie Trevelyan memimpin pertemuan pertama Komite Ekonomi dan Perdagangan Bersama (Joint Economic and Trade Committee/JETCO) di  Jakarta, pada hari ini, Rabu (23/2). Pertemuan ini merupakan bentuk komitmen kedua negara dalam  meningkatkan kerja sama, khususnya dalam bidang perdagangan. Pertemuan ini juga menandai  lawatan pertama Sekretaris Trevelyan ke Indonesia setelah dilantik pada 15 September 2021 lalu.  

“Kunjungan ini mencerminkan komitmen Indonesia dan Inggris untuk meningkatkan hubungan  perdagangan yang lebih kuat pascapandemi Covid-19, serta menggali potensi kerja sama kedua  negara,” ujar Mendag.

JETCO merupakan forum dialog tingkat Menteri antara Indonesia dan Inggris untuk mendorong hubungan perdagangan dan investasi kedua negara melalui peningkatan kerja sama. JETCO  dibentuk melalui nota kesepahaman yang ditandatangani kedua Menteri pada April 2021 sebagai  tindak lanjut rekomendasi Joint Trade Review (JTR) Indonesia-Inggris. 

Pada pertemuan pertama ini, kedua negara membentuk dua kelompok kerja sektoral, yakni Sectoral  Working Group on Food, Beverages, and Agriculture dan Sectoral Working Group on Renewable  Energy and Green Growth. Delegasi Indonesia di Sectoral Working Group on Food, Beverages, and  Agriculture akan dipimpin oleh Kementerian Pertanian. Sementara delegasi untuk Sectoral Working  Group on Renewable Energy and Green Growth akan dipimpin Kementerian Energi dan Sumber  Daya Mineral.

Selain kedua Kementerian tersebut, beberapa kementerian dan lembaga terkait lainnya juga turut  diundang dan hadir pada pertemuan pertama JETCO, di antaranya Kementerian Luar Negeri,  Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Badan  Penyelenggara Jaminan Produk Halal.  

“Pembentukan dua kelompok kerja sektoral tersebut merupakan langkah awal setelah kedua  negara mengidentifikasi sektor-sektor potensial untuk dikerjasamakan. Diharapkan setelah  pertemuan ini, kedua kelompok kerja sektoral tersebut dapat segera bertemu dan mendiskusikan  peluang kerja sama yang kongkret,” tutup Mendag.

Sementara Sekretaris Trevelyan mengungkapkan, kerja sama Indonesia dan Inggris memiliki  peluang besar untuk terus dikembangkan, terutama dalam bidang perdagangan dan investasi.  Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan, khususnya bidang energi  bersih dan terbarukan. 

“Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar dan dipercaya menjadi negara adidaya untuk  energi bersih dan terbarukan. Untuk itu, Inggris siap membantu dalam bidang tersebut dengan  membawa teknologi Inovatif. Pemerintah Inggris mendukung penuh upaya Indonesia untuk  mewujudkan potensi tersebut dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan semua komitmen,” jelas Sekretaris Trevelyan. 

Ia juga menyampaikan, kerja sama untuk produk makanan dan minuman, serta komoditas pertanian juga memiliki peluang untuk terus ditingkatkan. 

“Kami ingin bekerja sama  untuk mengidentifikasi hambatan pasar sehingga dapat meningkatkan perdagangan dan kemitraan  kedua negara,” imbuhnya. 

Sebelum Pertemuan JETCO, Mendag Lutfi dan Sekretaris Trevelyan melakukan pertemuan bilateral untuk membahas isu-isu perdagangan kedua negara, termasuk visi hubungan perdagangan bilateral  dalam jangka panjang. 

Perdagangan Indonesia–Inggris 

Total perdagangan Indonesia-Inggris pada 2021 tercatat sebesar USD.2,6 miliar. Pada periode  tersebut, ekspor Indonesia ke Inggris tercatat sebesar USD.1,5 miliar sedangkan impor Indonesia  dari Inggris sebesar USD.1,1 miliar. 

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Inggris pada 2021 adalah produk pertukangan dan bahan  bangunan rumah dari kayu; alas kaki dengan sol karet, plastik, kulit, maupun kain; minyak kelapa  sawit dan fraksinya; alas kaki dengan sol luar karet, plastik, kulit samak, atau kulit komposisi dengan  bagian atas bahan tekstil; serta kayu lapis. 

Sementara impor utama Indonesia dari Inggris pada 2021  adalah kertas atau kertas karton yang dipulihkan; sisa dan skrap fero dari besi dan baja; obat-obatan;  perangkat listrik untuk jaringan telepon; dan keran, klep, katup dan peralatan semacam itu untuk  pipa. (WP-03/rel)

Komentar Anda

Berita Terkini